Beo – Bulan suci Ramadhan selalu membawa keberkahan tersendiri, termasuk peluang ekonomi bagi masyarakat. Permintaan akan makanan dan minuman segar untuk berbuka puasa melonjak tajam setiap sore hari.
Momen ini menciptakan peluang emas bagi siapa saja yang ingin mencoba peruntungan dengan membuka usaha kuliner musiman. Ide jualan takjil saat bulan puasa Ramadhan menjadi topik hangat.
Karena potensi keuntungannya yang menjanjikan meski hanya dijalankan dalam waktu singkat. Dengan modal yang relatif terjangkau, keuntungan berlipat bisa didapatkan asalkan pemilihan menu dan strategi pemasarannya tepat.
“Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disediakan untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran profesional. Pembaca disarankan melakukan verifikasi tambahan atau berkonsultasi dengan pihak terkait sebelum mengambil keputusan.”
Mengapa Bisnis Takjil Sangat Menjanjikan?
Fenomena “berburu takjil” sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Tidak hanya umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, masyarakat umum pun turut meramaikan pasar kaget Ramadhan untuk menikmati aneka kuliner lezat. Tingginya antusiasme ini membuat perputaran uang di sektor kuliner sore hari menjadi sangat cepat.
Selain itu, hambatan masuk untuk bisnis ini tergolong rendah. Siapa saja bisa memulainya dengan peralatan dapur sederhana dan bahan baku yang mudah ditemukan di pasar tradisional.
Fleksibilitas waktu operasional yang hanya memakan waktu sore hari (biasanya pukul 15.00 hingga 18.00) memungkinkan usaha ini dijalankan oleh pekerja kantoran, mahasiswa, atau ibu rumah tangga tanpa mengganggu aktivitas utama.
10 Ide Jualan Takjil Paling Laris dan Modal Minim
Memilih produk yang tepat adalah kunci utama kesuksesan dagangan. Berikut adalah sepuluh rekomendasi menu takjil yang selalu menjadi primadona dan memiliki pangsa pasar yang luas.
1. Es Buah dan Sop Buah Segar
Setelah seharian menahan dahaga, kebanyakan orang mencari minuman dingin dan segar sebagai pembatal puasa pertama. Es buah atau sop buah menjadi pilihan utama karena kesegarannya yang tiada duanya.
Kombinasi potongan buah seperti melon, semangka, nangka, dan alpukat yang disiram sirup manis serta susu kental manis selalu berhasil menggugah selera.
Modal untuk usaha ini cukup fleksibel. Penggunaan buah musiman bisa menekan biaya produksi. Kunci suksesnya terletak pada racikan kuah sirup yang pas—tidak terlalu manis namun tetap creamy—serta kesegaran buah yang terjaga.
Penjualan bisa dilakukan menggunakan cup plastik tertutup agar lebih praktis bagi pembeli yang ingin membawanya pulang.
2. Kolak Pisang dan Biji Salak
Menu klasik ini hampir tidak pernah absen dari meja berbuka puasa. Cita rasa manis dari gula aren dan gurihnya santan memberikan energi instan yang dibutuhkan tubuh setelah berpuasa. Kolak pisang, ubi, atau biji salak merupakan menu tradisional yang memiliki penggemar setia dari berbagai kalangan usia.
Kelebihan berjualan kolak adalah proses pembuatannya yang bisa dilakukan dalam jumlah besar sekaligus. Bahan bakunya pun sangat murah dan tahan lama. Untuk menarik minat pembeli milenial, variasi isian bisa ditambahkan, misalnya dengan menambahkan nangka, kolang-kaling, atau bahkan durian.
3. Gorengan Hangat (Bakwan, Tahu Isi, Tempe Mendoan)
Orang Indonesia sulit dipisahkan dari gorengan, bahkan saat bulan puasa. Gorengan sering dijadikan lauk pendamping atau sekadar camilan pembuka sebelum makan berat. Jenis gorengan seperti bakwan sayur (bala-bala), tahu isi pedas, tempe mendoan, dan risoles selalu ludes terjual dalam waktu singkat.
Keuntungan berjualan gorengan adalah margin profit yang cukup besar. Dengan bahan dasar tepung, sayuran, dan tahu/tempe, biaya produksi per satuan sangat rendah.
Pastikan minyak yang digunakan selalu bersih dan sajikan dalam keadaan hangat agar tekstur renyah tetap terjaga saat sampai di tangan konsumen. Sambal kacang atau cabai rawit hijau menjadi pelengkap wajib yang tidak boleh terlewatkan.
4. Es Pisang Ijo Khas Makassar
Kuliner khas Makassar ini telah menjadi favorit nasional. Balutan adonan tepung berwarna hijau yang membungkus pisang raja, disajikan dengan bubur sumsum lembut, sirup merah, dan es serut, menawarkan sensasi rasa yang kompleks.
Namun nikmat. Tampilannya yang berwarna-warni sangat menarik perhatian mata, terutama saat dipajang di etalase jualan.
Meskipun proses pembuatannya sedikit lebih rumit dibandingkan es buah biasa, nilai jual Es Pisang Ijo cenderung lebih tinggi.
Ini bisa menjadi opsi bagi penjual yang ingin menargetkan segmen pasar yang mencari takjil yang lebih mengenyangkan namun tetap menyegarkan.
5. Bubur Sumsum dan Bubur Candil
Tekstur lembut bubur sumsum sangat aman untuk lambung yang kosong seharian, menjadikannya pilihan takjil yang sehat dan nyaman. Disiram dengan kuah kinca (gula merah cair), makanan ini memberikan rasa manis yang pas.
Seringkali, penjual mengkombinasikannya dengan bubur candil (bola-bola tepung ketan) atau bubur ketan hitam untuk variasi.
Usaha ini tidak memerlukan modal besar. Bahan utamanya hanya tepung beras, santan, dan gula merah. Tantangannya adalah memastikan tekstur bubur tidak menggumpal dan santannya tidak pecah.
Pengemasan menggunakan mangkuk plastik (thinwall) akan membuat tampilan lebih higienis dan premium dibandingkan sekadar menggunakan plastik biasa.
6. Puding Buah dan Silky Pudding
Bagi konsumen yang mencari takjil yang lebih ringan dan tidak terlalu berat, puding adalah jawabannya. Tren silky pudding (puding sedot) dengan tekstur sangat lembut sedang digemari anak-anak dan remaja. Varian rasa bisa dibuat beragam, mulai dari cokelat, taro, mangga, hingga bubble gum.
Kelebihan produk ini adalah bisa dibuat sejak pagi atau malam sebelumnya dan disimpan di lemari pendingin, sehingga saat waktu jualan tiba, penjual tinggal menatanya. Puding dengan potongan buah asli di dalamnya juga memberikan kesan sehat yang dicari oleh konsumen sadar gizi.
7. Kurma dan Olahan Kurma
Mengonsumsi kurma saat berbuka adalah sunnah Nabi, sehingga permintaannya pasti melonjak drastis. Selain menjual kurma utuh dalam kemasan, inovasi olahan kurma bisa menjadi ide jualan yang unik. Contohnya adalah susu kurma, cokelat kurma, atau bolu kurma.
Susu kurma, khususnya, sedang naik daun karena dianggap sebagai minuman penambah stamina (booster) yang alami. Proses produksinya sederhana, hanya memblender kurma berkualitas dengan susu UHT segar.
Produk ini bisa dijual dalam botol kemasan menarik dan dititipkan di warung-warung atau dijual secara online menjelang waktu berbuka.
8. Es Kelapa Muda dan Es Kuwut
Air kelapa muda dikenal ampuh menggantikan cairan tubuh (elektrolit) yang hilang selama berpuasa. Tidak heran jika lapak es kelapa muda selalu antre panjang. Variasi seperti Es Kuwut khas Bali (campuran kelapa, melon, dan jeruk nipis) memberikan opsi rasa yang lebih asam-segar dan berbeda dari biasanya.
Untuk memulai usaha ini, kerjasama dengan pemasok kelapa sangat penting untuk mendapatkan harga modal terbaik. Menyediakan pilihan gula (gula putih, gula merah, atau sirup) dan opsi jeruk nipis akan memberikan nilai tambah bagi pembeli yang memiliki selera berbeda-beda.
9. Jajanan Pasar (Lemper, Kue Lapis, Pastel)
Aneka kue basah atau jajanan pasar sering dicari untuk isian snack box acara buka bersama di masjid atau kantor. Menjual aneka jajanan pasar seperti lemper ayam, kue lapis legit, pastel, kue sus, atau dadar gulung bisa sangat menguntungkan.
Sistem penjualan bisa dilakukan dengan cara titip jual (konsinyasi) jika tidak memproduksi sendiri, atau memproduksi beberapa jenis kue andalan.
Menata kue-kue ini dalam tampah atau nampan yang cantik akan menarik pembeli yang mencari variasi makanan kecil tanpa harus membeli porsi besar.
10. Dessert Box Mini Ekonomis
Tren dessert box belum surut. Namun, untuk pasar takjil, ukuran dessert box yang besar dan mahal mungkin kurang cocok. Solusinya adalah membuat versi mini atau ekonomis (dessert cup). Lapisan bolu, krim, ganache cokelat, atau remah biskuit dalam wadah kecil menjadi takjil kekinian yang mewah namun tetap terjangkau.
Target pasar utama produk ini adalah anak muda dan pengguna media sosial. Tampilan visual yang “instagramable” sangat menentukan laris tidaknya produk ini. Varian rasa seperti Red Velvet, Lotus Biscoff, atau Choco Cheese biasanya menjadi best-seller.
Strategi Pemasaran Agar Dagangan Cepat Habis
Memiliki produk enak saja tidak cukup. Strategi penjualan yang tepat sangat mempengaruhi omzet harian.
Pemilihan Lokasi yang Strategis Lokasi adalah faktor penentu. Tempat-tempat seperti pinggir jalan utama yang ramai dilalui pekerja pulang kantor, dekat kompleks perumahan, atau di sekitar masjid besar adalah lokasi emas.
Pastikan keberadaan lapak mudah terlihat dan tidak mengganggu arus lalu lintas agar pembeli bisa berhenti dengan nyaman.
Tampilan Visual dan Kebersihan Di masa sekarang, kebersihan adalah prioritas utama pembeli. Gunakan sarung tangan plastik saat melayani, tutup makanan agar tidak terkena debu jalanan, dan jaga area jualan agar tetap bersih.
Penggunaan spanduk kecil dengan warna cerah dan tulisan menu yang jelas akan membantu menarik perhatian dari kejauhan.
Harga Paket Bundling Teknik psikologi harga bisa diterapkan. Misalnya, membuat paket “Beli 5 Gratis 1” atau paket bundling “Gorengan + Es Buah” dengan harga sedikit lebih murah dibandingkan beli satuan.
Strategi ini mendorong pembeli untuk membelanjakan uang lebih banyak dari yang direncanakan.
Perkiraan Modal Awal
Salah satu keunggulan bisnis takjil adalah fleksibilitas modal. Untuk usaha minuman seperti es buah atau es teh, modal awal bisa dimulai dari Rp300.000 hingga Rp500.000 untuk bahan baku dan kemasan (di luar peralatan seperti meja dan termos es yang mungkin sudah dimiliki).
Sedangkan untuk usaha makanan yang membutuhkan pengolahan lebih kompleks seperti gorengan atau kue basah, modal harian bisa berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 tergantung volume produksi. Dengan margin keuntungan rata-rata 30-50%, modal bisa kembali dalam waktu hitungan hari saja.
FAQ tentang Ide Jualan Takjil Saat Bulan Puasa Ramadhan
Q: Apa ide jualan takjil yang paling minim risiko kerugian?
A: Gorengan dan minuman es (seperti es teh atau es buah) memiliki risiko kerugian paling kecil karena bahan bakunya murah, peminatnya sangat banyak, dan bahan mentah (selain es batu) bisa disimpan untuk esok hari jika tidak habis.
Q: Kapan waktu terbaik untuk mulai membuka lapak jualan takjil?
A: Waktu paling ideal adalah mulai pukul 15.30 atau 16.00 sore. Pada jam ini, orang-orang mulai keluar rumah untuk mencari takjil (ngabuburit) atau pulang kerja.
Q: Bagaimana cara menentukan harga jual takjil yang pas?
A: Lakukan riset harga di sekitar lokasi jualan. Hitung total modal bahan baku, tambahkan biaya tenaga dan operasional, lalu ambil margin keuntungan sekitar 30-50%. Pastikan harga tetap kompetitif dengan penjual sebelah.
Q: Apakah perlu izin khusus untuk berjualan takjil di pinggir jalan?
A: Tergantung lokasi. Jika berjualan di pasar kaget Ramadhan yang dikelola panitia warga atau masjid, biasanya ada biaya sewa lapak atau kebersihan. Jika di depan rumah sendiri atau toko orang lain, pastikan sudah meminta izin kepada pemilik tempat atau ketua lingkungan setempat.
Q: Bagaimana agar makanan takjil tetap awet dan segar sampai waktu berbuka?
A: Untuk minuman, pisahkan es batu dari kuah agar rasa tidak menjadi tawar. Untuk gorengan, tiriskan minyak dengan maksimal dan simpan di wadah tertutup namun berventilasi agar tetap renyah. Untuk makanan bersantan, pastikan dimasak hingga benar-benar tanak (matang sempurna) agar tidak mudah basi.
Kesimpulan
Peluang usaha kuliner di bulan Ramadhan sangat terbuka lebar bagi siapa saja yang jeli melihat kebutuhan pasar. Dengan memilih salah satu dari ide jualan takjil saat bulan puasa Ramadhan di atas, dan mengeksekusinya.
Dengan menjaga kualitas rasa serta kebersihan, keuntungan tambahan di bulan suci bukan lagi sekadar impian. Konsistensi dan pelayanan yang ramah akan membuat pembeli kembali lagi setiap hari hingga Lebaran tiba.