spot_imgspot_img

10 Tahun Jalan Lapen Pelabai Di Lebong Terabaikan, “Dewan Jangan Tutup Mata”

LEBONG, Beo.co.id – Akses jalan lingkungan berkontruksi Lapis Penetrasi Macadam atau akrab ditelingga masyarakat (Lapen) yang berlokasi di Dusun 1 dan 2 Desa Pelabai, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Pasalnya, biarkan tanpa disentuh dalam pembangunan (rehab) atau pun peningkatan pembangunan jalan.
Data yang telah dihimpun dan pantauan lapangan oleh media Bidik07 Elang Oposisi (Beo.co.id) Selasa siang (19/1/2021), sudah satu dekade (10 tahun) akses jalan lingkungan yang merupakan jalan transportasi masyarakat untuk mengangkut hasil bumi, seperti komunitas karet dan kopi.
Terakhir dibangun tahun 2011 silam priode pertama Bupati Rosjonsyah dan Ketua Dewan waktu itu dijabat oleh Asman Mai Dolan dipriode 2010-2014, hingga cerita ini berlanjut episode Teguh Raharjo Eko Purwoto (REP) yang menjabat Ketua DPRD priode 2015-2019, tanpa ada sentuhan pembangunan.
Bahkan parahnya lagi, tidak ada pemeliharaan jalan, apalagi untuk peningkatan pembangunan jalan, kendati jalan tersebut pernah dibangun dan juga merupakan aset Pemkab Lebong.
Pantauan dilokasi akses jalan lingkungan yang menghubungi perkebunan dan peladangan masyarakat Desa Pelabai, terlihat kondisi jalan yang tak terurus dan biarkan setelah dibangun.
Dan terlihat kondisi agregat penutup sebagai pengunci permukaan jalan telah mengelupas dan selimuti rumput liar sepanjang jalan kurang lebih 1 Km yang menghubungi dusun 1 dan 2.
Mirisnya kondisi itu termasuk jalan Kabupaten mulai dari Desa Sukau Kayo menuju beberapa desa, Pelabai, Kota Baru Santan dan Tik Teleu beberapa spot jalan berlobang dan digenangi air. Tidak hanya itu, termasuk jembatan dusun 3 Desa Pelabai yang lantainya, masih berkontruksi kayu.
“Jalan ini dibangun dimasa bapak Bupati Rosjonsyah priode pertama, kalau tidak ditahun 2011,” ungkap warga setempat yang enggan namanya ditulis, Selasa (19/1/21).
Selain itu dia menambahkan, semoga kedepan pemerintah yang baru ini, bisa mengwujudkan harapan masyarakat kalangan bawah dan sebaliknya, dewan sebagai penyambung lidah masyarakat lebih cepat menanggapi inspirasi masyarakat dan Dinas PUPR bidang Bina Marga (BM), diminta untuk melokuskan pemliharaan jalan lingkungan didesa ini.
“Tidak hanya jalan lingkungan termasuk jalan Kabupaten yang melintasi antara desa, untuk diperbaiki, kondisi ini cukup parah, berlobang dan sudah rusak. Padahal sudah pernah disampaikan di musrenbangcam (Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan) semoga dewan tidak menutup matanya,”terangnya berharap.

Inspirasi Dewan Masih Tersumbat

Ternyata koneksitivas dewan sebagai jelmaan rakyat tidak begitu berjalan secara maksimal, contoh jalan lingkungan di desa Pelabai, sudah puluhan tahun menjadi nontonan wakil rakyat dan bukan bagian inspirasi rakyat, justru bukan pula menjadi buah bibir dalam membangun Bumi Swarang Patang Stumang dari pinggir.
Seharus jalan transportasi atau jalan produksi pertanian tersebut mampu diakomodir oleh dewan di bagian Badan Anggaran (BANGGAR) DPRD Lebong yang duduk parlemen daerah. Bukan untuk diabaikan atau pun biar terbengkalai,”bak rumah tak bertuan,” begitu juga dengan infrastruktur jalan lingkungan dan jalan Kabupaten yang sampai hari ini butuh perhatian pembangunan.
Media ini belum mengkonfirmasikan Ketua Dewan, Carles Ronsen, Ketua Komisi III, Rama Chandra dan Kadis PUPR dan Kabid Bina Marga Kabupaten Lebong, sampai berita ini diturunkan.

Pewarta : Sbong Keme

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,988PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts