Home » News » Jadwal dan Niat Puasa Syaban 2026 Lengkap, Jangan Sampai Terlewat

Jadwal dan Niat Puasa Syaban 2026 Lengkap, Jangan Sampai Terlewat

Beo – Bulan Syaban 1447 Hijriah kini telah hadir di tengah umat Islam. Sebagai bulan yang diapit oleh dua bulan mulia, Rajab dan Ramadan, Syaban sering kali disebut sebagai gerbang persiapan spiritual yang krusial. Rasulullah SAW menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk memperbanyak puasa sunnah.

Bahkan lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya selain Ramadan. Bagi kaum muslimin yang ingin meraih keutamaan atau melunasi utang puasa (qadha), mengetahui jadwal dan niat puasa Syaban secara presisi menjadi kebutuhan mendesak di awal tahun 2026 ini.

Pemahaman yang benar mengenai tata cara pelaksanaan, pelafalan niat, serta tanggal-tanggal penting seperti Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban akan membantu ibadah berjalan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.

Pembahasan berikut akan menguraikan secara rinci segala hal yang perlu dipersiapkan untuk memaksimalkan ibadah di bulan kedelapan kalender Hijriah ini.

“Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disediakan untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran profesional. Pembaca disarankan melakukan verifikasi tambahan atau berkonsultasi dengan pihak terkait sebelum mengambil keputusan.”

Bacaan Niat Puasa Syaban Lengkap

Hal paling fundamental dalam menjalankan ibadah puasa adalah niat. Dalam mazhab Syafi’i, niat puasa sunnah dapat dilakukan pada malam hari hingga sebelum waktu dzuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berikut adalah rincian lafal niat yang dapat diamalkan.

Niat Puasa Sunnah Syaban Harian

Bagi umat Islam yang hendak melaksanakan puasa sunnah mutlak di bulan Syaban, lafal niat berikut dapat dibaca dalam hati maupun dilisankan untuk memantapkan keinginan beribadah:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati Sya’bana lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah Ta’ala.”

Apabila niat baru terlintas di pagi hari (sebelum masuk waktu dzuhur dan belum makan/minum), lafalnya sedikit berbeda:

Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’i sunnati Sya’bana lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syaban hari ini karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Qadha (Bayar Utang Ramadan) di Bulan Syaban

Bulan Syaban sering menjadi kesempatan terakhir bagi seorang muslim untuk mengganti (qadha) utang puasa Ramadan tahun sebelumnya. Perlu diingat, niat puasa qadha wajib dilakukan di malam hari (tamyiit) sebelum fajar terbit, berbeda dengan puasa sunnah.

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna lillâhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”

Sebagian ulama memperbolehkan penggabungan pelaksanaan puasa qadha di hari-hari yang disunnahkan puasa (seperti hari Senin atau Kamis di bulan Syaban). Namun, niat yang dipasang haruslah niat qadha (wajib), dan pahala sunnah akan mengikuti secara otomatis sebagai keutamaan waktu (fadilah).

Kalender dan Jadwal Puasa Syaban 2026

Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, 1 Syaban diperkirakan jatuh bertepatan dengan tanggal 20 Januari 2026. Dengan demikian, umat Islam sudah dapat memulai rangkaian ibadah puasa sunnah sejak tanggal tersebut. Berikut adalah estimasi jadwal penting yang perlu dicatat agar tidak terlewat:

Puasa Ayyamul Bidh Syaban 2026

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Hijriah, yakni tanggal 13, 14, dan 15. Ibadah ini memiliki keutamaan seperti berpuasa sepanjang tahun jika rutin dikerjakan.

  • 13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
  • 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026
  • 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026 (Bertepatan dengan Nisfu Syaban)

Puasa Senin dan Kamis di Bulan Syaban

Selain Ayyamul Bidh, rutinitas puasa Senin-Kamis sangat dianjurkan untuk tetap dijaga atau justru ditingkatkan intensitasnya di bulan ini.

Jadwal Puasa Senin:

  • 26 Januari 2026
  • 2 Februari 2026
  • 9 Februari 2026
  • 16 Februari 2026

Jadwal Puasa Kamis:

  • 22 Januari 2026
  • 29 Januari 2026
  • 5 Februari 2026
  • 12 Februari 2026

Malam Nisfu Syaban 2026

Salah satu waktu yang paling dinanti adalah malam Nisfu Syaban (malam pertengahan bulan). Berdasarkan perhitungan kalender, malam Nisfu Syaban 1447 H akan jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026 (malam Selasa). Pada siang harinya, yakni Selasa 3 Februari 2026, umat Islam sangat dianjurkan untuk berpuasa sunnah Ayyamul Bidh sekaligus puasa Nisfu Syaban.

Keutamaan Memperbanyak Puasa di Bulan Syaban

Mengapa Rasulullah SAW begitu mengistimewakan bulan ini? Memahami alasannya akan meningkatkan motivasi (ghirah) dalam beribadah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i, Usamah bin Zaid bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai banyaknya beliau berpuasa di bulan Syaban.

Rasulullah SAW menjawab: “Itu adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadan. Ini adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.”

Dari hadis tersebut, terdapat dua poin utama:

  1. Bulan Diangkatnya Amal (Raf’ul A’mal): Laporan amal tahunan seorang hamba diajukan kepada Allah SWT di bulan ini. Berada dalam kondisi berpuasa saat amal dilaporkan adalah sebuah kemuliaan tersendiri.
  2. Latihan Pra-Ramadan: Membiasakan diri berpuasa di Syaban akan membuat fisik dan mental lebih siap saat memasuki Ramadan. Tubuh tidak akan “kaget” dan bisa langsung fokus beribadah maksimal sejak hari pertama Ramadan.

Hukum Puasa Setelah Nisfu Syaban (Separuh Terakhir)

Terdapat pembahasan fiqh yang sering menjadi pertanyaan masyarakat mengenai hukum berpuasa setelah tanggal 15 Syaban (separuh terakhir bulan). Dalam Mazhab Syafi’i, terdapat pandangan yang memakruhkan.

Bahkan mengharamkan puasa sunnah mutlak setelah Nisfu Syaban jika tidak didahului puasa sebelumnya (tidak disambung) atau bukan karena kebiasaan rutin.

Namun, larangan ini tidak berlaku bagi kondisi berikut:

  1. Puasa Qadha: Membayar utang puasa Ramadan tetap wajib dilakukan meski sudah melewati Nisfu Syaban, bahkan hingga hari terakhir sebelum Ramadan.
  2. Puasa Nazar: Wajib dilaksanakan kapanpun sesuai janji.
  3. Puasa Rutin (Senin-Kamis): Jika seseorang terbiasa puasa Senin-Kamis, ia boleh meneruskannya di paruh kedua Syaban.
  4. Menyambung Puasa (Wishal): Jika seseorang berpuasa mulai dari tanggal 15 dan terus berlanjut ke hari-hari berikutnya, hal tersebut diperbolehkan.

Tujuannya adalah agar umat Islam memiliki energi yang cukup (fit) untuk menyambut Ramadan dan tidak memaksakan diri sehingga jatuh sakit saat bulan wajib tiba. Oleh karena itu, bagi yang masih memiliki utang puasa, paruh kedua Syaban adalah “lampu kuning” untuk segera melunasinya sebelum terlambat.

Amalan Lain yang Dianjurkan Selain Berpuasa

Selain fokus pada jadwal dan niat puasa, Syaban juga menjadi momen tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah lainnya. Para ulama salaf sering menyebut Syaban sebagai Syahrul Qurra (Bulannya para pembaca Al-Qur’an).

  • Memperbanyak Tilawah: Mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ini membantu melancarkan lisan agar lebih ringan saat tadarus di bulan Ramadan.
  • Perbanyak Salawat: Ayat perintah bersalawat (Al-Ahzab: 56) diturunkan pada bulan Syaban, sehingga memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW sangat dianjurkan.
  • Bersedekah: Melatih kedermawanan sejak sekarang akan memudahkan tangan untuk memberi saat Ramadan nanti.

FAQ tentang Jadwal dan Niat Puasa Syaban

Q: Bolehkah menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah Syaban?

A: Niat yang dilafalkan haruslah niat puasa wajib (Qadha). Pahala puasa sunnah Syaban akan didapatkan secara otomatis karena dikerjakan di waktu yang mulia, namun niat utamanya tidak boleh dibalik menjadi sunnah.

Q: Kapan batas akhir membayar utang puasa Ramadan di tahun 2026?

A: Batas akhirnya adalah sebelum terbit fajar pada tanggal 1 Ramadan 1447 H (diperkirakan sekitar 17 atau 18 Februari 2026). Sangat disarankan untuk menyelesaikannya sebelum H-1 atau H-2 Ramadan.

Q: Apa keistimewaan malam Nisfu Syaban?

A: Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai malam pengampunan (Lailatul Maghfirah). Allah SWT mengampuni dosa hamba-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang sedang bermusuhan (menyimpan dendam).

Q: Apakah ada doa khusus saat berbuka puasa Syaban?

A: Tidak ada doa khusus yang spesifik hanya untuk Syaban. Doa berbuka puasa tetap menggunakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti Allahumma laka shumtu… atau Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu…

Q: Bolehkah puasa Syaban sebulan penuh?

A: Rasulullah SAW terkadang berpuasa hampir sebulan penuh di Syaban, namun beliau selalu menyisakan beberapa hari (tidak utuh sebulan) agar tidak menyamai kekhususan bulan Ramadan yang wajib dipuasakan sebulan penuh.

Kesimpulan

Memahami jadwal dan niat puasa Syaban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan strategi spiritual untuk mempersiapkan diri menyambut tamu agung, bulan Ramadan. Dengan mengetahui tanggal-tanggal krusial.

Seperti 1 Syaban pada 20 Januari 2026, Ayyamul Bidh di awal Februari, serta malam Nisfu Syaban, setiap muslim dapat mengatur jadwal ibadahnya dengan lebih terstruktur.

Manfaatkan sisa waktu di bulan mulia ini untuk memperbaiki kualitas diri, melunasi utang puasa, dan memperbanyak amal saleh. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan di bulan Syaban ini dan menyampaikan umur kita hingga bertemu dengan bulan Ramadan. Selamat menjalankan ibadah puasa.