Home » News » Mudah dan Cepat! Ini Cara Ajukan KUR BRI 2026 Secara Online dan Offline

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ajukan KUR BRI 2026 Secara Online dan Offline

Beo – Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi opsi utama bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal dengan suku bunga rendah.

Pemerintah terus menyalurkan subsidi bunga melalui bank pelat merah ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Memahami mekanisme pendaftaran, baik melalui kanal digital maupun kunjungan langsung ke kantor cabang.

Merupakan langkah awal krusial agar proses verifikasi berjalan lancar. Ketelitian dalam melengkapi berkas administrasi dan pemahaman terhadap kriteria kelayakan kredit akan sangat menentukan keberhasilan pencairan dana bagi pengembangan bisnis.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disediakan untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran profesional. Pembaca disarankan melakukan verifikasi tambahan atau berkonsultasi dengan pihak terkait sebelum mengambil keputusan.”

Kriteria dan Syarat Administrasi Terbaru

Sebelum melangkah ke teknis pendaftaran, pemenuhan kriteria dasar menjadi filter pertama yang dilakukan oleh pihak bank. Bank BRI menerapkan standar ketat namun tetap inklusif untuk memastikan penyaluran kredit tepat sasaran. Kegagalan dalam tahap ini sering kali menjadi alasan utama penolakan di awal proses.

Syarat Umum Calon Debitur

Pihak bank mewajibkan calon peminjam merupakan individu (perorangan) yang melakukan usaha produktif dan layak. Usaha tersebut harus telah berjalan secara aktif minimal selama 6 bulan.

Selain itu, calon debitur tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit. Kepatuhan terhadap riwayat kredit yang bersih di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK juga menjadi penentu mutlak.

Kelengkapan Dokumen Wajib

Dokumen administrasi berfungsi sebagai bukti legalitas identitas dan usaha. Berkas yang harus disiapkan meliputi:

  • Identitas diri berupa e-KTP dan Kartu Keluarga (KK).
  • Surat Nikah atau Cerai bagi yang berstatus menikah atau cerai.
  • Surat Izin Usaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) yang diterbitkan oleh kelurahan atau desa setempat.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk pengajuan plafon di atas Rp50 juta.
  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan khusus untuk pengajuan KUR Kecil.

Mengenal Jenis KUR BRI dan Plafon Pinjaman

BRI menawarkan beberapa skema penyaluran yang disesuaikan dengan skala bisnis nasabah. Pemilihan jenis pinjaman yang tepat akan mempengaruhi besaran cicilan dan kewajiban agunan tambahan.

  1. KUR Super Mikro: Plafon maksimal hingga Rp10 juta. Jenis ini ditujukan bagi usaha pemula atau ibu rumah tangga yang memiliki usaha produktif, dengan persyaratan yang lebih lunak terkait lama operasional usaha.
  2. KUR Mikro: Menawarkan pinjaman modal kerja dan investasi dengan plafon mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta. Skema ini paling populer karena dapat diajukan tanpa agunan tambahan.
  3. KUR Kecil: Diperuntukkan bagi usaha yang lebih mapan dengan plafon di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta. Pada skema ini, agunan tambahan biasanya diperlukan sesuai kebijakan bank.

Prosedur Pengajuan KUR BRI Secara Online (E-Form)

Digitalisasi layanan perbankan memungkinkan proses pengajuan dilakukan tanpa harus mengantre panjang di kantor unit. Kanal digital kur.bri.co.id atau melalui aplikasi BRISPOT sering digunakan untuk mempercepat screening awal.

Langkah pertama dimulai dengan mengakses laman resmi pendaftaran KUR BRI. Calon debitur perlu membuat akun menggunakan alamat email aktif.

Setelah akun terverifikasi, sistem akan meminta pengisian formulir data diri, profil usaha, dan jumlah pengajuan. Unggahan dokumen pendukung seperti foto KTP, foto usaha, dan surat izin usaha harus terlihat jelas dan tidak buram.

Data yang masuk melalui sistem online akan diproses oleh unit kerja BRI terdekat sesuai domisili pemohon. Penting untuk memastikan nomor telepon atau WhatsApp yang didaftarkan selalu aktif, karena pihak Mantri (petugas lapangan BRI) akan menghubungi melalui nomor tersebut untuk jadwal verifikasi fisik.

Tahapan Pengajuan KUR Lewat Kantor Unit (Offline)

Bagi nasabah yang lebih nyaman berinteraksi langsung atau membutuhkan konsultasi mendalam mengenai skema angsuran, pengajuan secara offline ke kantor Unit BRI terdekat adalah solusi terbaik.

Proses dimulai dengan mendatangi kantor Unit atau Teras BRI yang mencakup wilayah operasional usaha. Membawa seluruh dokumen asli dan fotokopi yang dipersyaratkan sejak kunjungan pertama akan mempercepat proses.

Petugas Customer Service akan membantu pengecekan kelengkapan berkas dan melakukan pemeriksaan BI Checking (SLIK OJK) di tempat. Jika riwayat kredit dinyatakan aman, formulir pengajuan kredit akan diberikan untuk diisi.

Setelah berkas diterima, petugas Mantri BRI akan menjadwalkan kunjungan survei ke lokasi usaha. Tahap ini bersifat wajib dan tidak bisa diwakilkan. Keberadaan fisik usaha dan kesesuaian data yang tertulis di formulir akan divalidasi secara langsung di lapangan.

Strategi Agar Pengajuan Disetujui Saat Survei

Survei lapangan merupakan tahap penentu (“moment of truth”) dalam alur pencairan kredit. Petugas bank tidak hanya menilai aset, tetapi juga karakter dan kemampuan bayar (repayment capacity).

Pemisahan Keuangan Pribadi dan Usaha Salah satu indikator manajemen bisnis yang baik adalah adanya pembukuan yang rapi. Petugas akan menilai arus kas (cash flow) untuk menentukan kemampuan membayar angsuran.

Menyediakan catatan transaksi harian atau buku kas sederhana akan menjadi nilai tambah signifikan dibandingkan hanya memberikan estimasi lisan.

Kondisi Usaha yang Riil Pastikan aktivitas usaha sedang berjalan normal saat jadwal survei. Stok barang, peralatan produksi, dan aktivitas transaksi harus terlihat nyata. Memberikan informasi yang jujur mengenai omzet dan kendala usaha justru akan membangun kepercayaan dengan pihak bank.

Manipulasi data omzet yang tidak masuk akal sering kali terdeteksi oleh analisis kredit bank dan berujung pada penolakan.

Kebijakan Suku Bunga Berjenjang Terbaru

Sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) terkait, terdapat aturan suku bunga berjenjang bagi penerima KUR berulang. Hal ini wajib dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman saat akad kredit.

  • Peminjam Pertama: Dikenakan bunga efektif 6% per tahun.
  • Peminjam Kedua: Bunga naik menjadi 7% per tahun.
  • Peminjam Ketiga: Bunga menjadi 8% per tahun.
  • Peminjam Keempat: Bunga mencapai 9% per tahun.

Kebijakan ini dibuat untuk mendorong nasabah agar segera “naik kelas” menjadi nasabah komersial (Kupedes) dan tidak terus bergantung pada subsidi pemerintah.

Alur Pencairan Dana Kredit

Apabila hasil survei dan analisis kredit dinilai layak, bank akan menghubungi pemohon untuk proses penandatanganan akad kredit. Proses ini mewajibkan kehadiran pemohon (dan pasangan jika sudah menikah) untuk menandatangani perjanjian hutang piutang.

Dana pinjaman biasanya akan langsung dicairkan ke rekening Simpedes BRI milik debitur. Pihak bank akan memblokir saldo minimal (biasanya satu atau dua kali angsuran) sebagai jaminan pembayaran, sementara sisa dana dapat ditarik sepenuhnya untuk keperluan modal usaha.

Penggunaan dana harus sesuai dengan tujuan yang tertulis dalam pengajuan, karena bank dapat melakukan spot check pasca pencairan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan dana (side streaming).

FAQ tentang Cara Ajukan KUR BRI

Q: Berapa lama proses pencairan KUR BRI setelah survei?

A: Proses pencairan biasanya memakan waktu 3 hingga 7 hari kerja setelah survei dilakukan, tergantung pada kelengkapan dokumen dan antrean analisis di kantor unit terkait.

Q: Apakah pengajuan KUR BRI harus punya jaminan sertifikat?

A: Untuk KUR Mikro dengan plafon hingga Rp100 juta, tidak diwajibkan agunan tambahan (seperti sertifikat tanah/BPKB). Agunan pokoknya adalah usaha itu sendiri. Namun, untuk KUR Kecil (di atas Rp100 juta), agunan tambahan biasanya diperlukan.

Q: Mengapa pengajuan KUR BRI ditolak padahal syarat lengkap?

A: Penolakan sering disebabkan oleh riwayat kredit buruk (SLIK OJK merah) pada pinjaman lain (termasuk Paylater atau Pinjol), atau kapasitas bayar yang dinilai tidak mencukupi berdasarkan hasil survei lapangan.

Q: Apakah bisa mengajukan KUR jika usaha baru berjalan 3 bulan?

A: Secara aturan umum minimal 6 bulan. Namun, untuk KUR Super Mikro, usaha kurang dari 6 bulan diperbolehkan asalkan mengikuti pendampingan atau pelatihan usaha yang dibuktikan dengan sertifikat.

Q: Apakah daftar online menjamin pasti disetujui?

A: Tidak. Pendaftaran online hanya memudahkan input data awal. Keputusan persetujuan tetap bergantung pada hasil verifikasi dokumen fisik dan survei kelayakan usaha oleh petugas bank.

Kesimpulan

Mengakses permodalan melalui KUR BRI merupakan langkah strategis untuk eskalasi bisnis UMKM. Pemahaman mendalam mengenai cara ajukan KUR BRI mulai dari persiapan dokumen, manajemen riwayat kredit.

Hingga transparansi saat survei menjadi kunci suksesnya persetujuan kredit. Disiplin dalam pembayaran angsuran nantinya tidak hanya menjaga reputasi perbankan, tetapi juga membuka peluang untuk mendapatkan plafon pinjaman yang lebih besar di masa depan.