Home » News » Doa Buka Puasa Nisfu Syaban: Arab, Latin, dan Artinya

Doa Buka Puasa Nisfu Syaban: Arab, Latin, dan Artinya

Beo – Malam Nisfu Syaban memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Hijriah sebagai momen pelaporan amal manusia kepada Allah SWT. Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa sunnah pada siang harinya tentu menantikan waktu berbuka sebagai momen mustajab untuk berdoa.

Membaca doa buka puasa Nisfu Syaban dengan penuh penghayatan tidak hanya sekadar ritual membatalkan lapar dan dahaga, melainkan wujud syukur atas kesempatan bertemu kembali.

Dengan malam yang penuh berkah sebelum datangnya bulan suci Ramadan. Berikut adalah uraian lengkap mengenai bacaan doa, tata cara, serta rangkaian amalan yang mengiringi momen berbuka di hari yang mulia ini.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disediakan untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran profesional. Pembaca disarankan melakukan verifikasi tambahan atau berkonsultasi dengan pihak terkait sebelum mengambil keputusan.”

Bacaan Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Lengkap

Saat azan Maghrib berkumandang pada hari Nisfu Syaban, disunnahkan untuk menyegerakan berbuka. Tidak ada doa spesifik yang khusus hanya dibaca saat berbuka puasa Nisfu Syaban dan berbeda total dengan puasa lainnya.

Umat Muslim dapat menggunakan doa buka puasa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk puasa wajib maupun sunnah. Namun, kekhusyukan doa ini menjadi gerbang pembuka menuju amalan malam Nisfu Syaban selanjutnya.

1. Doa Buka Puasa Menurut Riwayat Abu Daud

Doa ini dinilai lebih shahih oleh para ulama dan sangat dianjurkan untuk dibaca setelah membatalkan puasa dengan air atau kurma.

Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَthَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala telah tetap, insya Allah.”

2. Doa Buka Puasa Populer (Allahumma Laka Shumtu)

Doa ini sangat masyhur di kalangan masyarakat Indonesia dan sering diamalkan secara turun-temurun. Doa ini juga baik dibaca sebagai bentuk munajat dan kepasrahan total.

Arab: اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin.

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Penyayang.”

Rangkaian Amalan dan Doa Setelah Berbuka (Malam Nisfu Syaban)

Setelah selesai menyantap hidangan buka puasa dan menunaikan salat Maghrib, malam Nisfu Syaban sesungguhnya baru dimulai. Banyak masyarakat mencari “Doa Buka Puasa Nisfu Syaban” dengan maksud mencari doa khusus yang dibaca pada malam tersebut.

Tradisi yang kuat dipegang oleh sebagian besar umat Islam, khususnya di Indonesia, adalah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali diikuti dengan doa khusus Nisfu Syaban. Momen ini biasanya dilakukan berjamaah di masjid atau musala, namun bisa juga dilakukan sendiri di rumah.

Tata Cara Membaca Yasin Tiga Kali

Setiap bacaan Yasin diniatkan untuk permohonan yang berbeda agar mendapatkan keberkahan di tahun mendatang:

  1. Bacaan Yasin Pertama: Diniatkan untuk memohon umur panjang yang berkah agar dapat terus beribadah kepada Allah SWT.
  2. Bacaan Yasin Kedua: Diniatkan untuk memohon perlindungan dari bala (bencana) dan memohon rezeki yang halal serta melimpah.
  3. Bacaan Yasin Ketiga: Diniatkan untuk memohon ketetapan iman (husnul khotimah) dan hati yang kaya (qanaah/tidak bergantung pada makhluk).

Doa Nisfu Syaban (Allahumma Ya Dzal Manni)

Setelah rangkaian Yasin selesai, dilanjutkan dengan membaca doa Nisfu Syaban. Doa ini berisi pengakuan akan keesaan Allah dan permohonan agar takdir buruk diubah menjadi takdir baik.

Arab: اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَأَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

Latin (Penggalan Awal): Allahumma yaa dzal manni wa laa yumannu ‘alaihi, yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa dzat thauli wal in’aam. Laa ilaaha illaa anta zhahral laajiin wa jaaral mustajiiriin wa amaanal khaaifiin…

Inti Arti Doa: Doa ini memohon kepada Allah, Pemilik Anugerah, agar jika nama pembaca tertulis sebagai orang yang celaka atau sempit rezekinya di Lauhul Mahfudz, mohon dihapuskan dan diganti menjadi orang yang bahagia dan luas rezekinya. Sebab, Allah Maha Menghapus dan Menetapkan apa yang dikehendaki-Nya.

Keutamaan Puasa dan Berdoa di Bulan Syaban

Mengapa pencarian mengenai doa buka puasa Nisfu Syaban begitu tinggi? Hal ini tidak lepas dari posisi strategis bulan Syaban sebagai “gerbang” menuju Ramadan. Memahami esensi di balik ibadah ini akan menambah kekhusyukan saat melafalkan doa.

1. Bulan Diangkatnya Amal (Ra’faul A’mal)

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Syaban adalah bulan di mana amal perbuatan manusia diangkat kepada Tuhan semesta alam. Oleh karena itu, Nabi menyukai jika amalnya diangkat saat beliau sedang dalam keadaan berpuasa. Berbuka puasa di momen ini berarti menutup catatan harian dengan stempel ketaatan.

2. Latihan Rohani Menuju Ramadan

Ibarat pemanasan sebelum pertandingan besar, puasa Syaban melatih fisik dan mental. Saat doa buka puasa terucap, hati seorang Muslim dilatih untuk merasakan kenikmatan ibadah, sehingga ketika Ramadan tiba, jiwa sudah siap sepenuhnya untuk memacu amal tanpa rasa berat.

3. Waktu Mustajab Doa

Waktu berbuka puasa adalah salah satu waktu di mana doa tidak akan ditolak. Menggabungkan waktu mustajab ini dengan kemuliaan malam Nisfu Syaban—yang dikenal sebagai Lailatul Bara’ah (Malam Pembebasan)—menciptakan momentum spiritual yang sangat kuat. Dianjurkan memperbanyak istighfar dan sholawat di sela-sela waktu berbuka hingga Isya.

Etika dan Adab Saat Berbuka Puasa Sunnah

Kesempurnaan pahala tidak hanya bergantung pada lafal doa, tetapi juga pada adab yang menyertainya. Berikut adalah etika yang sebaiknya dijaga saat momen buka puasa Nisfu Syaban tiba:

  • Menyegerakan Berbuka: Segera batalkan puasa begitu waktu Maghrib masuk, jangan menunda-nunda karena keutamaan ada pada penyegeraan.
  • Berbuka dengan yang Manis dan Alami: Kurma basah (ruthob) atau kurma kering (tamr) adalah pilihan terbaik. Jika tidak ada, air putih lebih diutamakan daripada makanan berat yang berminyak.
  • Tidak Berlebihan (Israf): Momen Nisfu Syaban adalah momen spiritual. Makan berlebihan saat berbuka justru akan membuat badan berat untuk melaksanakan salat Maghrib, bacaan Yasin, dan salat Isya. Makanlah secukupnya sekadar untuk menegakkan tulang punggung dalam beribadah.
  • Berdoa untuk Saudara Seiman: Saat memegang gelas air untuk berbuka, sempatkan mendoakan orang tua, kerabat, dan kaum Muslimin yang sedang kesulitan. Doa orang berpuasa memiliki kekuatan tembus langit yang luar biasa.

Menggabungkan Niat Puasa Syaban dan Qadha

Seringkali muncul kebingungan mengenai boleh tidaknya menggabungkan niat puasa sunnah Nisfu Syaban dengan qadha (bayar utang) puasa Ramadan tahun lalu. Para ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa menggabungkan niat diperbolehkan dan pahala keduanya bisa didapatkan.

Niat yang diucapkan cukup niat qadha puasa Ramadan, karena puasa wajib (qadha) posisinya lebih kuat. Secara otomatis, pahala puasa di hari Nisfu Syaban pun akan tercatat.

Doa buka puasa yang dibaca pun tetap sama, tidak ada perbedaan redaksi. Ini menjadi solusi cerdas bagi umat Muslim yang ingin meraih keutamaan Syaban namun masih memiliki tanggungan utang puasa.

FAQ tentang Doa Buka Puasa Nisfu Syaban

Q: Apakah ada doa khusus yang hanya boleh dibaca saat buka puasa Nisfu Syaban?

A: Tidak ada redaksi doa yang spesifik hanya untuk Nisfu Syaban. Umat Islam dianjurkan menggunakan doa buka puasa umum (Dzahabaz zhama’u atau Allahumma laka shumtu) yang diajarkan Rasulullah SAW. Kekhususan terletak pada doa Nisfu Syaban (Allahumma Ya Dzal Manni) yang dibaca setelah salat Maghrib.

Q: Kapan waktu tepat membaca doa Nisfu Syaban?

A: Doa Nisfu Syaban yang masyhur dibaca setelah selesai salat Maghrib, biasanya didahului dengan pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali.

Q: Bolehkah puasa Nisfu Syaban digabung dengan puasa Qadha Ramadan?

A: Boleh. Mayoritas ulama memperbolehkan menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah. Cukup berniat puasa qadha, maka pahala keutamaan hari Nisfu Syaban juga akan didapatkan.

Q: Apa amalan terbaik saat menunggu waktu buka puasa Nisfu Syaban?

A: Memperbanyak istighfar (memohon ampunan), membaca Al-Qur’an, dan berdzikir adalah amalan terbaik sambil menunggu azan Maghrib.

Q: Apakah puasa Nisfu Syaban hukumnya wajib?

A: Tidak, hukumnya adalah sunnah (dianjurkan). Melakukannya mendapat pahala, meninggalkannya tidak berdosa, namun akan melewatkan keutamaan yang besar.

Kesimpulan

Momentum Nisfu Syaban hadir sebagai pengingat bahwa waktu terus berjalan mendekati bulan suci. Membaca doa buka puasa Nisfu Syaban dengan tartil dan penuh kesadaran hati merupakan bentuk pengakuan hamba atas segala nikmat-Nya. Selain fokus pada teks doa, esensi dari “menghidupkan” malam Nisfu Syaban.

Melalui sholat, dzikir, dan perbaikan hubungan dengan sesama manusia jauh lebih krusial. Semoga setiap tegukan air saat berbuka menjadi wasilah dihapuskannya dosa-dosa dan diangkatnya derajat di sisi Allah SWT.