Home » News » Wajib Punya! Ini Cara Daftar Barcode Pertamina 2026 untuk Beli BBM Subsidi

Wajib Punya! Ini Cara Daftar Barcode Pertamina 2026 untuk Beli BBM Subsidi

Beo – Penerapan program Subsidi Tepat MyPertamina kini semakin ketat di berbagai wilayah Indonesia. Bagi pemilik kendaraan roda empat atau lebih yang menggunakan bahan bakar jenis Pertalite dan Solar Subsidi, memiliki QR Code atau barcode menjadi syarat mutlak agar dapat dilayani di SPBU.

Mekanisme ini bertujuan agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya sesuai peraturan pemerintah.

Proses pendaftaran sebenarnya cukup sederhana jika semua dokumen pendukung telah disiapkan dengan benar. Namun, banyak pengguna mengalami kegagalan atau penolakan karena kualitas foto dokumen kurang jelas atau ketidaksesuaian data antara STNK dan fisik kendaraan.

Ulasan di bawah ini akan mengupas tuntas langkah-langkah, syarat dokumen, hingga solusi jika verifikasi mengalami kendala, sehingga QR Code bisa segera didapatkan.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disediakan untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran profesional. Pembaca disarankan melakukan verifikasi tambahan atau berkonsultasi dengan pihak terkait sebelum mengambil keputusan.”

Persiapan Dokumen Syarat Pendaftaran

Sebelum masuk ke tahap registrasi digital, kelengkapan dokumen fisik memegang peranan vital. Sistem verifikasi Pertamina menggunakan kecerdasan buatan dan pengecekan manual, sehingga kejelasan dokumen menjadi kunci utama keberhasilan.

Berikut adalah berkas yang wajib disiapkan dalam format foto (JPG/JPEG/PNG) dengan resolusi yang jelas:

1. Foto KTP dan STNK

Pastikan foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli terlihat jelas, tidak buram, dan tulisan terbaca sempurna. Untuk Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), bagian yang difoto adalah sisi depan dan belakang (jika ada lembar pajak).

Pastikan masa berlaku STNK dan pajak masih aktif. Data pada KTP pendaftar harus sinkron dengan data yang akan diinput, meskipun nama di STNK berbeda (misalnya kendaraan atas nama orang lain atau perusahaan), hal tersebut tetap diperbolehkan asalkan data pendukung valid.

2. Foto Kendaraan yang Benar

Poin ini sering menjadi penyebab utama kegagalan verifikasi. Foto kendaraan harus diambil dari beberapa sudut spesifik:

  • Tampak Depan: Menampilkan seluruh bagian depan mobil termasuk plat nomor yang terbaca jelas.
  • Tampak Samping: Memperlihatkan bodi samping dan jumlah roda (penting untuk verifikasi jenis golongan kendaraan).
  • Tampak Roda (Khusus Kendaraan Komersial/Truk): Terkadang diperlukan untuk memastikan jumlah roda sesuai dengan golongan subsidi yang diajukan.

3. Foto Kir (Bagi Kendaraan Komersial)

Bagi pengguna kendaraan niaga atau angkutan barang/umum yang menggunakan Solar, bukti lulus uji Kir yang masih berlaku wajib dilampirkan. Pastikan stiker atau surat Kir difoto dengan pencahayaan cukup.

Cara Daftar Barcode Pertamina Lewat Website Subsidi Tepat

Pendaftaran melalui situs web resmi merupakan metode paling stabil dan disarankan dibandingkan melalui aplikasi, karena memudahkan proses unggah dokumen dari penyimpanan komputer atau ponsel. Berikut adalah langkah detailnya:

Akses Portal Resmi

Buka browser pada perangkat dan kunjungi situs resmi Subsidi Tepat MyPertamina. Hati-hati terhadap situs tiruan; pastikan alamat URL yang diakses adalah domain resmi Pertamina.

Registrasi Akun Baru

Bagi pengguna yang belum pernah mendaftar, centang kotak konfirmasi pemahaman persyaratan. Tekan tombol “Daftar Sekarang”. Isi formulir registrasi awal yang mencakup:

  • Nama lengkap sesuai KTP.
  • Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  • Nomor ponsel aktif (pastikan bisa menerima SMS/WhatsApp untuk kode OTP).
  • Email aktif.
  • Password yang kuat.

Setelah data terisi, sistem akan mengirimkan kode aktivasi ke email atau nomor ponsel. Masukkan kode tersebut untuk mengaktifkan akun.

Pengisian Data Kendaraan

Setelah berhasil masuk (login) menggunakan NIK dan password, tekan tombol “Tambah Kendaraan”. Formulir akan meminta detail spesifik:

  • Pilih jenis BBM (Solar atau Pertalite).
  • Pilih tipe kustomer (Pribadi, Komersial, Layanan Umum, atau Non-Kendaraan).
  • Unggah foto KTP dan foto diri (jika diminta).
  • Masukkan data kendaraan sesuai STNK (Nomor Polisi, Merk, Tipe, Tahun Pembuatan, Warna, Isi Silinder).
  • Unggah foto STNK, foto kendaraan tampak depan, dan tampak samping sesuai instruksi kolom yang tersedia.

Periksa kembali semua input data. Kesalahan satu digit pada nomor polisi atau nomor rangka bisa menyebabkan sistem menolak pengajuan secara otomatis.

Mengatasi Masalah Pendaftaran Ditolak

Seringkali pendaftar menerima notifikasi bahwa pengajuan ditolak. Jangan panik, karena penolakan selalu disertai alasan. Berikut beberapa solusi untuk masalah umum yang sering terjadi:

Kualitas Foto Buruk

Jika alasan penolakan adalah “Foto tidak jelas” atau “Plat nomor tidak terbaca”, ambil ulang foto di tempat dengan pencahayaan matahari yang cukup (outdoor).

Hindari penggunaan flash yang memantulkan cahaya pada plastik STNK atau plat nomor, karena pantulan cahaya (glare) membuat huruf tidak terbaca oleh sistem OCR (Optical Character Recognition).

Ketidaksesuaian Data

Jika data STNK tidak sesuai dengan input manual, lakukan pengecekan ulang. Pastikan pilihan “Warna Kendaraan” atau “Isi Silinder” di form website sama persis dengan yang tertulis di STNK.

Jika kendaraan telah dimodifikasi (misalnya ganti warna) namun STNK belum diubah, sistem akan menolak karena data fisik berbeda dengan data administrasi.

Indikasi Manipulasi Foto

Jangan sekali-kali mengedit foto kendaraan menggunakan aplikasi editor (seperti Photoshop) untuk menempelkan plat nomor palsu. Sistem verifikasi memiliki kemampuan mendeteksi metadata dan jejak penyuntingan digital. Gunakan foto asli langsung dari kamera.

Cara Cek Status dan Unduh QR Code

Setelah seluruh proses pendaftaran selesai, sistem memerlukan waktu untuk melakukan verifikasi data. Proses ini biasanya memakan waktu maksimal 7 atau 14 hari kerja, namun seringkali selesai dalam waktu 1-2 hari jika data sangat jelas.

Pengguna dapat mengecek status secara berkala melalui email yang terdaftar atau login kembali ke website Subsidi Tepat. Jika status berubah menjadi “Disetujui” atau “Terverifikasi”, tombol unduh QR Code akan muncul.

Simpan QR Code tersebut di galeri ponsel. Sangat disarankan untuk mencetak (print) QR Code tersebut dan melaminatingnya, lalu diletakkan di dashboard kendaraan.

Hal ini memudahkan proses pemindaian oleh operator SPBU tanpa perlu membuka ponsel, serta mengantisipasi jika ponsel kehabisan baterai atau tidak ada sinyal internet saat di SPBU.

Keuntungan Menggunakan Barcode Resmi

Mengikuti prosedur resmi bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi memberikan kepastian pasokan BBM. Dengan barcode terverifikasi, sistem pencatatan kuota harian (khusus Solar) menjadi transparan.

Pengguna kendaraan pribadi roda empat umumnya mendapatkan kuota Solar 60 liter per hari, sedangkan angkutan umum/barang mendapatkan kuota lebih besar sesuai aturan BPH Migas.

Tanpa barcode, operator SPBU berhak menolak pengisian BBM subsidi atau membatasi pembelian maksimal (biasanya hanya 20 liter per hari untuk Solar) sesuai kebijakan pembatasan bagi pengguna yang belum terdaftar. Oleh karena itu, mendaftar sejak dini sangat krusial untuk kelancaran mobilitas sehari-hari.

FAQ tentang Cara Daftar Barcode Pertamina

Q: Apakah daftar barcode Pertamina dipungut biaya?

A: Tidak. Seluruh proses pendaftaran di situs resmi Subsidi Tepat MyPertamina gratis dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Hati-hati terhadap calo yang menawarkan jasa berbayar.

Q: Berapa lama proses verifikasi barcode Pertamina?

A: Estimasi waktu verifikasi maksimal adalah 14 hari kerja. Namun, jika dokumen lengkap dan foto jelas, proses bisa selesai dalam waktu kurang dari 24 jam.

Q: Apakah satu akun bisa untuk mendaftarkan banyak kendaraan?

A: Ya. Satu akun pengguna (berbasis NIK) dapat digunakan untuk mendaftarkan beberapa kendaraan sekaligus dalam menu “Tambah Kendaraan”.

Q: Bagaimana jika mobil saya belum balik nama (STNK nama orang lain)?

A: Pendaftaran tetap bisa dilakukan. Data pemilik di akun (KTP pendaftar) tidak harus sama dengan nama di STNK, selama dokumen kendaraan yang diunggah valid dan sesuai fisik kendaraan.

Q: Apa yang harus dilakukan jika QR Code hilang atau rusak?

A: Pemilik kendaraan cukup login kembali ke website Subsidi Tepat menggunakan email dan password yang terdaftar, lalu unduh ulang QR Code dan cetak kembali.

Penutup

Penting bagi seluruh pemilik kendaraan untuk memahami bahwa kebijakan ini dibuat demi menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas secara teliti, proses mendapatkan akses BBM subsidi akan berjalan lancar tanpa hambatan berarti di SPBU.