Home » News » Tata Cara Sholat Jenazah yang Benar Lengkap dengan Niat dan Bacaan

Tata Cara Sholat Jenazah yang Benar Lengkap dengan Niat dan Bacaan

Beo – Pelaksanaan sholat jenazah merupakan bentuk penghormatan terakhir sesama Muslim kepada mereka yang telah meninggal dunia. Ibadah ini memiliki status hukum Fardhu Kifayah, artinya kewajiban tersebut gugur bagi seluruh penduduk setempat apabila sebagian kaum Muslimin telah melaksanakannya.

Namun, jika tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, maka seluruh penduduk menanggung dosa. Pemahaman mendalam mengenai rukun, syarat, dan bacaan doa menjadi krusial agar ibadah diterima dan memberikan syafaat bagi mendiang.

Berbeda dengan sholat fardhu atau sunnah lainnya, ibadah ini tidak melibatkan gerakan ruku maupun sujud, melainkan hanya berdiri dengan empat kali takbir.

Disclaimer: Informasi dalam tulisan ini disediakan untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran profesional. Pembaca disarankan melakukan verifikasi tambahan atau berkonsultasi dengan pihak terkait sebelum mengambil keputusan.”

Syarat Sah dan Rukun Sholat Jenazah

Sebelum memasuki tahapan pelaksanaan, pemenuhan syarat sah menjadi mutlak. Syarat-syarat tersebut memastikan validitas ibadah di mata syariat.

Syarat Sah:

  1. Suci dari Hadats dan Najis: Pelaksana (musholli) wajib memiliki wudhu, serta badan, pakaian, dan tempat sholat harus bersih dari najis.
  2. Menutup Aurat: Ketentuan menutup aurat sama seperti sholat lima waktu.
  3. Menghadap Kiblat: Posisi berdiri harus menghadap arah Ka’bah.
  4. Jenazah Sudah Dimandikan dan Dikafani: Sholat hanya boleh dilakukan setelah proses pemulasaraan jenazah selesai sepenuhnya.
  5. Letak Jenazah: Posisi mayit harus berada di depan orang yang menyolatkan (kecuali sholat ghaib).

Rukun Sholat Jenazah: Para ulama sepakat bahwa terdapat rukun yang tidak boleh ditinggalkan:

  1. Niat.
  2. Berdiri bagi yang mampu.
  3. Melakukan empat kali takbir.
  4. Membaca Surat Al-Fatihah setelah takbir pertama.
  5. Membaca Sholawat Nabi setelah takbir kedua.
  6. Membaca doa untuk jenazah setelah takbir ketiga.
  7. Salam setelah takbir keempat.

Posisi Imam dan Jenazah

Penempatan posisi berdiri imam sangat bergantung pada jenis kelamin jenazah. Detail ini sering terlupakan namun memiliki landasan sunnah kuat.

  • Jenazah Laki-laki: Imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah.
  • Jenazah Perempuan: Imam berdiri sejajar dengan perut atau pinggang jenazah.
  • Jumlah Shaf: Disunnahkan membuat shaf (barisan) dalam jumlah ganjil, minimal tiga shaf, meskipun jumlah jamaah sedikit.

Bacaan Niat Sholat Jenazah

Niat merupakan fondasi amal. Pengucapan niat dapat dilakukan dalam hati (wajib) dan dilafalkan lisan (sunnah) untuk memantapkan hati. Berikut perbedaannya berdasarkan kondisi jenazah:

1. Niat untuk Jenazah Laki-laki

Bagi imam atau makmum yang menyolatkan satu jenazah laki-laki:

Lafal: Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati (ma’muuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat sholat atas jenazah laki-laki ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai (makmum/imam) karena Allah Ta’ala.”

2. Niat untuk Jenazah Perempuan

Perbedaan terletak pada dhomir (kata ganti) “haadzihi”:

Lafal: Ushalli ‘alaa haadzihil mayyitati arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati (ma’muuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai (makmum/imam) karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Sholat Ghaib

Jika jenazah berada di tempat jauh dan tidak bisa dihadirkan:

Lafal: Ushalli ‘alaa mayyiti (sebut nama fulan) al-ghaaibi arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati (ma’muuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa.

Urutan Pelaksanaan dan Bacaan Doa (Takbir ke-1 s.d ke-4)

Prosesi inti dimulai dengan takbiratul ihram dan diikuti tiga takbir selanjutnya. Tangan diangkat sejajar telinga pada setiap takbir, kemudian disedekapkan di dada seperti sholat biasa.

Takbir Pertama: Membaca Al-Fatihah

Setelah mengangkat tangan dan mengucapkan “Allahu Akbar” (Takbir ke-1), jamaah membaca Surat Al-Fatihah secara sirr (suara pelan/tidak dikeraskan), baik oleh imam maupun makmum. Tidak ada doa iftitah dalam sholat ini agar prosesi berjalan ringkas.

Takbir Kedua: Membaca Sholawat Nabi

Setelah takbir kedua (“Allahu Akbar”), bacalah sholawat. Minimal bacaan sholawat adalah “Allahumma sholli ‘alaa Muhammad”. Namun, lebih utama membaca Sholawat Ibrahimiyah (seperti yang dibaca saat tahiyat akhir):

Bacaan: Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shollaita ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

Takbir Ketiga: Doa Khusus untuk Jenazah

Ini merupakan inti dari sholat jenazah, yaitu memohon ampunan bagi si mayit. Setelah takbir ketiga, bacalah doa berikut. Perhatikan penggunaan kata ganti (dhomir).

Untuk Jenazah Laki-laki: Allaahummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu. (Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia).

Untuk Jenazah Perempuan: Ganti akhiran “-hu” menjadi “-ha”: Allaahummaghfir laha warhamha wa’aafiha wa’fu ‘anha.

Bacaan Lebih Lengkap (Disarankan): Allaahummaghfir lahu (laha) warhamhu (ha) wa’aafihi (ha) wa’fu ‘anhu (ha), wa akrim nuzulahu (ha), wa wassi’ madkhalahu (ha), waghsilhu (ha) bilmaa’i wats tsalji wal barad, wa naqqihi (ha) minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danasi, wa abdilhu (ha) daaran khairan min daarihi (ha), wa ahlan khairan min ahlihi (ha), wa zaujan khairan min zaujihi (ha), wa adkhilhul (hal) jannata, wa a’idzhu (ha) min ‘adzaabil qabri wa ‘adzaabin naar.

Takbir Keempat: Doa Penutup

Setelah takbir keempat, jangan langsung salam. Disunnahkan membaca doa untuk kebaikan keluarga yang ditinggalkan dan jenazah itu sendiri.

Bacaan: Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu.

Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami setelahnya, dan ampunilah kami dan dia.”

Jika jenazah perempuan, ubah menjadi: Allahumma laa tahrimnaa ajraha wa laa taftinnaa ba’daha waghfir lanaa wa laha.

Salam

Selesai membaca doa takbir keempat, lakukan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri dalam posisi tetap berdiri.

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Memahami tata cara bukan hanya soal menghafal bacaan, tetapi juga menghindari kekeliruan praktik yang sering terjadi di masyarakat:

  1. Melakukan Ruku’ dan Sujud: Beberapa orang yang awam atau jarang mengikuti sholat jenazah terkadang refleks melakukan ruku’ setelah imam takbir. Penting diingat bahwa ibadah ini dilakukan sepenuhnya dengan berdiri.
  2. Membaca Al-Fatihah Terlalu Cepat: Meskipun dilakukan secara ringkas, bacaan Al-Fatihah harus tetap memenuhi tajwid dan makhraj yang benar sebagai rukun.
  3. Tidak Memperhatikan Posisi Shaf: Seringkali jamaah berdiri menyebar. Disunnahkan untuk merapatkan barisan dan membentuk tiga shaf ke belakang jika memungkinkan.

Keutamaan Menyolatkan Jenazah

Rasulullah SAW memberikan motivasi besar bagi umat Islam yang turut serta dalam pengurusan jenazah. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa siapa saja yang menyolatkan jenazah akan mendapatkan pahala sebesar satu Qirath.

Satu Qirath diumpamakan sebesar Gunung Uhud. Jika seseorang mengiringi jenazah hingga dikuburkan, maka ia mendapatkan dua Qirath. Keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya apresiasi Islam terhadap kepedulian sosial dan doa sesama Muslim.

FAQ tentang Tata Cara Sholat Jenazah

Q: Apakah wanita boleh ikut sholat jenazah?

A: Boleh. Wanita diperbolehkan mengikuti sholat jenazah, baik secara berjamaah di masjid/mushola maupun sendirian, selama menutup aurat dan suci dari hadats.

Q: Bagaimana jika terlambat datang (masbuq) saat sholat jenazah?

A: Makmum masbuq langsung bertakbir dan mengikuti posisi imam. Setelah imam salam, makmum menambah jumlah takbir yang tertinggal tanpa perlu mengulang bacaan doa yang panjang jika waktu tidak memungkinkan, cukup selesaikan sisa takbir lalu salam.

Q: Apakah sholat jenazah harus berjamaah?

A: Tidak harus, namun sangat dianjurkan (sunnah muakkad) dilakukan berjamaah. Sah hukumnya jika dilakukan sendirian (munfarid), karena tujuannya adalah mendoakan mayit.

Q: Bolehkah sholat jenazah dilakukan di area pemakaman?

A: Boleh. Jika seseorang tertinggal sholat jenazah di masjid atau rumah duka, ia diperbolehkan menyolatkan di atas kuburan jenazah tersebut (sebelum tanah kubur mengering/masih baru).

Q: Apa beda bacaan untuk jenazah anak-anak?

A: Untuk jenazah anak-anak yang belum baligh, doa setelah takbir ketiga diganti dengan permohonan agar anak tersebut menjadi simpanan pahala dan syafaat bagi kedua orang tuanya (Allahumaj’alhu lanaa farathan wa salafan wa ajran).

Kesimpulan

Sholat jenazah adalah kewajiban yang penuh hikmah, mengajarkan tentang kematian yang pasti datang dan pentingnya doa sesama Muslim. Penguasaan terhadap tata cara, niat, dan bacaan yang benar memastikan ibadah ini tertunaikan secara sempurna.

Semoga penjelasan di atas bermanfaat bagi umat Islam dalam menjalankan Fardhu Kifayah dengan khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.