Home » News » Tata Cara Sholat Tarawih dan Witir Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Niat dan Doa

Tata Cara Sholat Tarawih dan Witir Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Niat dan Doa

Beo – Bulan suci Ramadhan selalu membawa keberkahan dan kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, salah satunya melalui qiyamul lail atau sholat malam.

Mengetahui tata cara sholat Tarawih dan Witir secara tepat menjadi kunci meraih kesempurnaan ibadah di bulan penuh maghfirah. Ibadah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) tersebut tidak hanya menghidupkan malam-malam Ramadhan.

Tetapi juga menjanjikan pengampunan dosa yang telah lalu bagi siapa saja yang mendirikannya dengan penuh keimanan dan harapan. Memahami niat yang lurus, penentuan jumlah rakaat, urutan gerakan yang thuma’ninah.

Hingga melafalkan doa penutup akan memberikan ketenangan batin dan kekhusyukan tersendiri saat menghadap Sang Pencipta.

Disclaimer: Informasi yang disajikan ditujukan untuk tujuan informasi umum mengenai ibadah umat Islam. Terdapat berbagai perbedaan pendapat ulama (ikhtilaf) terkait jumlah rakaat dan teknis pelaksanaan sholat malam. Sangat disarankan untuk melakukan verifikasi tambahan atau berkonsultasi dengan ustadz, kiai, maupun ulama tepercaya setempat untuk pemahaman ilmu fiqih yang lebih mendalam.”

Keutamaan Menghidupkan Malam Ramadhan

Melaksanakan sholat malam di bulan puasa memiliki kedudukan yang sangat mulia. Terdapat hadits shahih yang menegaskan bahwa barangsiapa yang berdiri (menunaikan sholat) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Ibadah ini menjadi momen refleksi, memperbanyak taubat, serta mendekatkan diri secara spiritual. Rangkaian sholat malam ini umumnya dikerjakan secara berjamaah di masjid, meski pelaksanaannya secara munfarid (sendiri) di rumah juga tetap sah dan bernilai pahala.

Tata Cara Sholat Tarawih Sesuai Sunnah

Pelaksanaan ibadah ini dimulai setelah selesainya sholat Isya dan batas waktunya memanjang hingga terbit fajar (waktu Subuh). Berikut adalah uraian rincian pelaksanaannya dari niat hingga salam.

Pilihan Jumlah Rakaat

Umat Islam sering kali menemui dua kebiasaan umum terkait jumlah rakaat, yaitu 11 rakaat (8 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir) dan 23 rakaat (20 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir). Kedua pendapat tersebut memiliki landasan dalil dan praktik dari para sahabat Nabi.

Formasi yang paling umum diterapkan adalah mengerjakan sholat setiap 2 rakaat diakhiri dengan 1 salam. Artinya, bagi yang mengerjakan 8 rakaat, akan terdapat 4 kali salam. Sedangkan bagi yang menunaikan 20 rakaat, akan terdapat 10 kali salam.

Lafadz Niat Sholat Tarawih

Niat diucapkan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram, namun melafalkannya (secara lisan) sebelum takbir disunnahkan oleh mayoritas ulama mazhab Syafi’i untuk membantu kekhusyukan hati.

1. Niat untuk Sholat Sendiri (Munfarid) Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Sebagai Makmum Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Sebagai Imam Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Langkah-langkah Pelaksanaan

  1. Mengucapkan Takbiratul Ihram (“Allahu Akbar”) yang dibarengi dengan niat di dalam hati.
  2. Membaca doa Iftitah (sunnah).
  3. Membaca surat Al-Fatihah (wajib).
  4. Membaca salah satu surat atau ayat Al-Qur’an. Sangat dianjurkan membaca surat-surat dari Juz Amma (Juz 30) agar durasi sholat proporsional dan tidak memberatkan jamaah.
  5. Melakukan Ruku’ dengan thuma’ninah.
  6. Bangkit untuk I’tidal.
  7. Sujud pertama.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Sujud kedua.
  10. Bangkit berdiri untuk mengulang urutan di atas pada rakaat kedua.
  11. Duduk Tasyahud Akhir setelah sujud kedua di rakaat kedua.
  12. Menutup sholat dengan Salam (menoleh ke kanan lalu ke kiri).
  13. Ulangi proses di atas hingga mencapai jumlah rakaat yang dituju (8 atau 20 rakaat).

Tata Cara Sholat Witir sebagai Penutup

Witir bermakna ganjil, dan ibadah ini berfungsi sebagai penutup seluruh rangkaian sholat malam. Di bulan Ramadhan, ibadah ini langsung dikerjakan setelah Tarawih selesai. Formasi yang lazim diamalkan di Indonesia adalah 3 rakaat, yang dipisah menjadi dua sesi: 2 rakaat pertama diakhiri salam, kemudian ditambah 1 rakaat tersendiri diakhiri salam.

Lafadz Niat Sholat Witir

Niat 2 Rakaat Witir (sebagai Makmum) Ushalli sunnatam minal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat sholat sunnah dari bagian Witir dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat 1 Rakaat Witir (sebagai Makmum) Ushalli sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.” (Ganti kata “makmuman” menjadi “imaman” jika bertindak sebagai imam, atau hilangkan jika sholat sendiri).

Bacaan Surat yang Dianjurkan

Terdapat kesunnahan khusus mengenai surat yang dibaca setelah Al-Fatihah pada sholat penutup malam ini:

  • Rakaat Pertama: Membaca surat Al-A’la (Sabbihisma rabbikal a’la).
  • Rakaat Kedua: Membaca surat Al-Kafirun.
  • Rakaat Ketiga (yang 1 rakaat): Membaca gabungan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas secara berurutan.

Rangkaian Doa Mustajab Setelah Sholat

Setelah seluruh rakaat diselesaikan, umat Islam dianjurkan untuk tidak langsung beranjak, melainkan melantunkan dzikir dan doa.

Doa Kamilin (Setelah Tarawih)

Doa Kamilin memuat permohonan agar dikaruniai iman yang sempurna, rezeki yang halal, serta keselamatan di dunia dan akhirat. Allahummaj’alna bil imani kaamiliin. Walil faraaidhi muaddiin. Walish-sholati haafidhiin. Waliz-zakaati faa’iliin. Walima ‘indaka thaalibiin…

(Artinya: Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya. Yang menunaikan segala kewajiban. Yang memelihara sholat. Yang menunaikan zakat. Yang mencari kebaikan di sisi-Mu…) Doa ini dipanjatkan dengan khusyuk sebagai bentuk manifestasi kepasrahan diri di malam yang diberkahi.

Dzikir dan Doa Setelah Witir

Setelah salam pada rakaat terakhir, dianjurkan membaca dzikir: Subhaanal malikil qudduus (Maha Suci Allah, Raja Yang Maha Suci) – Dibaca 3 kali dengan suara yang dikeraskan dan dipanjangkan pada bacaan ketiga.

Kemudian dilanjutkan dengan doa: Allahumma inni a’udzu bi ridhaaka min sakhatika, wa bi mu’aafatika min ‘uqubatik. (Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan keselamatan dari-Mu dari siksaan-Mu.)

FAQ tentang Tata Cara Sholat Tarawih dan Witir

Q: Apakah sah melaksanakan sholat Tarawih di rumah secara sendiri?

A: Sangat sah. Hukum asal ibadah ini adalah sunnah muakkad. Mengerjakannya di rumah tetap bernilai pahala yang besar, baik dilakukan berjamaah bersama anggota keluarga maupun secara munfarid.

Q: Bagaimana jika seseorang tertidur dan berniat tahajud, kapan Witir dikerjakan?

A: Jika yakin bisa bangun di sepertiga malam untuk tahajud, pelaksanaan Witir boleh diakhirkan sebagai penutup tahajud. Namun, jika khawatir tidak terbangun, disunnahkan untuk langsung mengerjakan Witir setelah Tarawih selesai.

Q: Bolehkah menunaikan ibadah Tarawih dengan format 4 rakaat 1 salam?

A: Mayoritas ulama mazhab Syafi’i memprioritaskan pelaksanaan 2 rakaat 1 salam. Kendati demikian, sebagian ulama membolehkan pelaksanaan 4 rakaat 1 salam berdasarkan penafsiran dari beberapa riwayat hadits shahih.

Q: Apakah seorang imam harus menghafal surat-surat panjang di dalam Al-Qur’an?

A: Tidak diwajibkan. Membaca surat-surat pendek dari Juz 30 (Juz Amma) setelah membaca surat Al-Fatihah sudah sangat mencukupi syarat dan rukun sahnya sholat.

Q: Apakah diperbolehkan membaca Al-Qur’an dari mushaf atau gawai saat menunaikan sholat malam?

A: Diperbolehkan, terutama bagi umat Islam yang mengerjakan sholat sendiri dan memiliki target mengkhatamkan Al-Qur’an. Syarat utamanya adalah gerakan memegang, membaca, atau membalik halaman tidak dilakukan secara berlebihan hingga merusak rukun sholat.

Penutup

Menjalankan sholat malam di bulan suci merupakan salah satu jalan utama merengkuh rahmat dan ampunan Ilahi. Rangkaian tata cara sholat Tarawih dan Witir yang dikerjakan dengan penuh keikhlasan, dimulai dari kebenaran niat, ketepatan gerakan.

Hingga lantunan doa yang khusyuk, akan bermuara pada peningkatan kualitas ketakwaan. Konsistensi dalam menjaga amalan sunnah ini sepanjang bulan puasa diharapkan.

Mampu membentuk pribadi Muslim yang lebih sabar, bersyukur, dan senantiasa terhubung dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terapkan rincian pelaksanaan tersebut dengan hati yang lapang untuk menyambut setiap kemuliaan Ramadhan.