spot_imgspot_img

Aksi Tutup Jalan di Batam, Ditolak Masyarakat

Laporan: Merry Blangka Jekolin, Jurnalist Beo.co.id (M) Liputan Batam

BATAM, BEO.CO.ID – Jalan bagi kepentingan umum yang sudah ada puluhan tahun silam satu-satuny akses masyarakat menuju Desa/ Kelurahan Sijantung Kampung Melur Galang, dan Pondok Pesantren, dalam wilayah  Kecamatan Galang yang ditempati oleh 240 kepala keluarga (kk) lebih dari 1000 orang jiwa, Kamis (12/8/2021) akan ditutup oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai pemilik lahan. Benarkah…?

Dari pemantuan Jurnalist BiDiK07 ELANGOPOSiSi, rencana penutupan itu sontak mengejutkan masyarakat Kelurahan Sijantung dan sekitarnya, direncanakan menggunakan alat berat itu, dihentikan oleh warga setempat.

Gara-gara hal ini, kedua belah pihak nyaris bentrok. Untungnya aparat Kepolisian dan TNI  AL, cepat mengamankan situasi dan disarankan untuk bicara baik-baik.

Ujang, Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur mengatakan jalan itu sudah ada sejak puluhan tahun yang silam. Ia meminta agar jalan tersebut tidak ditutup katanya, jalan tersebut satu-satunya akses menuju Pondok Pesantren Binaannya.

Pondok pesantren ini ada sejak 2005 lampau dan jalan sudah ada jauh sebelumnya. Sekarang kok malah mau ditutup. Kami jelas menolak karena ini satu-satunya akses jalan masuk ke pondok kami,” tegasnya.

Paulus, sesepuh warga Pantai Melur, juga menyatakan menolak penutupan akses jalan tersebut. Menurutnya, akses jalan ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, jalan ini pun menjadi akses satu satunya untuk warga.

Kalau merasa pemilik lahan yang sah, silahkan melakukan pembangunan, tapi tolong jalan yang sudah ada jangan ditutup. Itu saja permintaan kami,” kata Paulus singkat.

Terpisah, Barnas, Ketua RW 01, Kelurahan Sijantung, Kampung Melur, Galang, mengatakan ada 240 KK yang berdampak jika akses jalan tersebut ditutup. Jadi, jalan ini bukan untuk kepentingan satu orang saja, tapi kepentingan warga.

Apapun ceritanya tak boleh ditutup, ini jalan umum. Sebelum pihak pengembang ada disini, jalan sudah ada,” tuturnya.

Informasi yang dihimpun oleh media ini di kawasan Pantai Melur akan dibangun sebuah resort. Oleh karena itu, pengusaha yang mengaku sebagai pemilik lahan ingin menutup akses jalan.

Dari pengamatan Jurnalist Beo.co.id, dalam menghadapi masalah ini bagi masyarakat setempat, dan pihak yang mengaku pemilik lahan (tanah), harus berada dalam solusi (jalan keluar) nya, dan duduk satu meja mencari solusi terbaik.

Dan tidak sekali-kali terus berada dalam masalah dan tanggapan bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan, bila jalan tersebut ditutup. Karena dalam kehidupan ini, manusia dan kehidupannya ditengah masyarakat tetap akan ada masalah, kecil atau besar?.

Mulai dari masalah pribadi, keluarga, tetangga dan lingkungan apa lagi kita berada ditengah kelurahan/ desa, tetap akan ada masalah yang akan dihadapi. Kini masalah sudah diketahui, tanggapan sudah berjalan dari pihak-pihak terkait. Tapi, sayang kita belum berada dalam solusinya.

Jika masing-masing pihak bertahan dengan cara masing-masing, maka kita selalu berada dalam masalah dan tanggapan. Dan seharusnya berada pada poin ketiga solusi.  (***)

Laporan                    :   Jurnalist Beo.co.id, Batam Kepulauan Riau

Editor/Penulis        :   Gafar Uyub Depati Intan

 

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,952PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts