spot_imgspot_img

Alpes Bodyguard, Wartawan Bidik Tidak Boleh Masuk “Perintah Buk Maya”

Laporan : Tim GEGER & BEO.CO.ID 

KERINCI, BEO.CO.ID – Bodyguard (pengawal)/ penjagaan Dinas PUPR Kerinci, Alpes (47) Warga Desa Tanjung Genting, Kecamatan Gunung Kerinci, Jambi tidak membolehkan Wartawan BEO.co.id (Bidik) masuk kantor Dinas PUPR Kerinci, Senin, 3 Januari 2022 lalu, kata Alpes lebih dikenal “Cik Pes” yang disampaikan langsung kepada saya, (Nursal, S. Sos), dibeberkan langsung pada redaksi media ini, sepulangnya dari Bukit Tengah, Kerinci.

Alpes Comer bodyguard Kadis PUPR Kerinci. Dok

Berulangkali Cikpes, mengatakan dalam bahasa Kerinci, “kayo-kayo (untuk panggilan yang lebih tua atau dituakan) tidak boleh masuk keruangan termasuk Wartawan Bidik, “ini perintah buk Maya Kadis PU” tegas Apes, sambil memperlihatkan wajah seram dan sangarnya.

Apes, lalu mengatakan maka “Kayo-kayo dan wartawan Bidik, dilarang masuk, selain perintah Buk Maya, “kayo-kayo bersama Bidik, sudah memberitakan Dinas PUPR Kerinci, tidak saling menghargai, “kito-samo-samo uhang mudik” tidak segan dengan kanti. Artinya, kita sama-sama orang mudik (hulu) tidak segan dengan saya (aku), tegas Apes. Jangan coba-coba masuk berhadapan dengan saya, keamanan dan pengawal disini.

Akhirnya, guna menghindari bentrokkan maka saya mengalah kata Nursal alias Gusnur. Apes, berulangkali menegaskan LSM (Kayo-Nursal), dilarang bertemu Buk Maya, karena menyangkut berita PUPR. Kayo tidak sopan dan tidak segan kepada aku (Apes, red).

Kayo uhang mudik (orang hulu), orang sama-sama kita, (kayo pak Nursal). Bersama Marhaen Wartawan Bidik, buk Maya tidak suka Kayu (bapak). Dan kayo tidak dapat jatah amplop, ini perintah buk Maya. Dan Wartawan-wartawan lain dan media dan LSM dapat, sesudah tarmen proyek dan belanjo malam tahun baru, kata Apes. Yang dikutif dari laporan tertulis Nursan, kepada Pempred BEO.co.id.

Dalam pengamatan dan catatan Wartawan BEO.co.id, jika Alpes (apes) melarang LSM dan Wartawan Bidik, masuk untuk keperluan bertemu kadis PUPR Kerinci Maya Vefri Handayani, ST, jika benar dilarang oleh Buk Maya dan dipesankan pada Bodyguard (Pengawal) kantor dinas bisa saja dipercayai kebenarannya. Apes, hanya menjalankan perintah.

Dan yang dikhawatirkan sebaliknya, “Buk Maya” tidak berpesan seperti itu. Setahu kami (Beo.co.id, red), selama ini Maya, sangat ramah dengan pihak manapun sepanjang kepentingan dinas dan pribadi yang sifatnya untuk kebaikkan. Tidak merusak secara fisik, baik bagi kepentingan dinas dan pribadi, jelas Marhaen Wartawan senior BEO.co.id, Perwakilan Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Setahu saya, lanjut Marhaen selama ini komunikasi saya dengan Buk Maya selaku Kadis PUPR Kerinci, “baik-baik saja” dan tak ada masalah. Kalau soal berita, memang tugas kami berdasarkan UU No.40 tahun 1999 tentang Pers. Dan harus di konfirmasikan pada pihak-pihak terkait, sepanjang yang bersangkutan mau menggunakan hak-haknya, papar Marhaen yang tengah diserang Flu tinggi.

Menurut Marhaen, Ia pada hari yang sama juga ke Bukit Tengah, tapi tidak bertemu dengan Alpes (Apes), kedatangan kami ke PU rencana mau bertemu Buk Maya, dalam rangka melaksanakan perintah redaksi, untuk konfirmasi secara langsung tentang 10 Paket SPAM tahun anggaran 2021 dengan nilai dana miliran rupiah, tercatat sampai 15 Desember 2021 belum selesai ribuan meter pipa terpasang di 5 lokasi, dalam keadaan terbuka (tidak ditutup), ujarnya.

Maka perlu dikonfirmasikan pada Kadis PUPR Kerinci, sebagai pejabat tertinggi dan paling bertanggungjawab atas pengelolaan proyek dan keuangannya. Karena informasi diterima dari para rekanan, mereka tetap diloloskan pencairan 100 % walau pekerjaan belum selesai, dan tetap diselesaikan, atas pertimbangan dinas. Apa benar demikian maka perlu mendapatkan klarifikasi dengan Kadis PU, paparnya.

Nursal, sebagai Wartawan baru di Media Gegeronline.co.id, benar rencananya mau ketemu Maya, untuk mengkonfirmasikan sejumlah temuan dilapangan. Baik sebagai Wartawan maupun sebagai Staf Intelijen LSM BPPK-RI (Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Pencegahan Pemberantasan Korupsi-Republik Indonesia). Bukannya, mau meminta uang untuk tahun baru yang diberikan kepada sejumlah LSM dan Wartawan, kata Alpes dikutif kembali. Kami juga mendapat bantuan dari redaksi masing-masing, walaupun sedikit tapi cukup untuk tahun baru, tulis Nursal.

Menurut saya, (Nursal) kalau Alpes, melarang penjahat mau merusak kantor secara fisik, kita akan dukung, ujarnya. Dan kalau SLM dan Wartawan perlu konfirmasi/ wawancara dengan Kadis PUPR Kerinci, ya tak perlu diusir sepanjang untuk klarifikasi pelaksanaan fisik kegiatan dan penggunaan keuangan Negara, yang nilainya miliaran rupiah.

Itu kan sumber uang APBN (DAK) dan DAU APBD Kerinci, jelas bersumber dari uang rakyat, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), IMB (Izin Mendirikan Bangunan), retribusi (Galian C-Bebatuan), Pajak Industri, Pertambangan, rumah makan, Perkebunan dan lain sebagainya.

Saya menyayangkan tindakkan Alpes, dengan gaya premannya (bagak-bagak, an), berketantang-berkatenteng, dengan mata melalak, gaya sok jagoan. Tapi itu, sudah saya fahami batasan ilmu seorang Bodyguar (Pengawal), dinas bukan pengawal pribadi Buk Maya?. Dan saya sudah memaafkannya, tandas Gusnur.

Dari pengamatan redaksi BiDiK07 ELANGOPOSISI, selama satu bulan tujuh belas hari di Kerinci, puluhan kasus kegiatan pembangunan yang dikerjakan asal-asalan alias asal jadi, dengan menghabiskan uang anggaran miliaran rupiah, perlu dikoordinasi kan dengan dinas terkait, apanya yang salah?

Seperti kasus SPAM dana DAK-APBN, Swakelola jalan Sungai Kuning, Jalan Siulak Deras-Simpang Tutup, hancurnya sejumlah link jalan Kabupaten Kerinci yang belum bisa dibangun, Jalan Pesisir Bukit-Pauh Tinggi dan sejumlah Daerah Irigasi (D.I.), yang tidak dipelihara secara benar, sedangkan uang OP (Operasional dan Pemeliharaan) setiap tahunnya, diajukan ke DPRD Kerinci, walaupun masih dalam jumlah kecil, demikian pemeliharaan rutin jalan Kabupaten Kerinci dan gedung sekolah SD dan SMP serta WC nya banyak yang tidak berfungsi alias tanpa air?

Jadi keberadaan Alpes, sebagai pengawal (keamanan) di Dinas PUPR Kerinci, harus mampu membedakan mana yang bersifat ancaman fisik, mana kepentingan pembangunan daerah Kerinci, seperti konfirmasi/ klarifikasi dari Wartawan, LSM dan masyarakat, perlu diberikan ruang dan waktu, guna memajukan pembangunan Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB berkeadilan) yang dijanjikan Adirozal-Ami Taher.

Jika pengawal (bodyguard) Dinas PUPR Kerinci, arogan sangat dikhawatirkan informasi yang diperoleh sulit terkonfirmasi dengan baik. Padahal konfirmasi dan klarifiksi atas temuan Wartawan serta SLM dari lapangan, sangat penting terbaca oleh Kadis PUPR Kerinci dan Bupati, guna mengambil langkah perbaikannya kedepan, tidak kepentingan sesaat.

Jalan keluarnya, pakailah bodyguar (pengawal)/ keamanan, yang faham dengan tugasnya, dan tidak arogan. Jika terus berlanjut, “tindakkan yang dilakukan Apes, akan merusak komunikasi secara menyeluruh dilingkungan PUPR Kerinci, dengan masyarakat, masyarakat Pers, LSM dan dengan aktivis lainnya.

Dan Wartawan serta LSM, harus faham dan menyadari untuk apa ke Dinas PUPR berhari-hari, tanpa kejelasan yang berhubungan dengan tugas, dan Dinas PUPR Kerinci sudah terasa risih, hampir setiap hari kerja dinas, dipenuhi puluhan Wartawan dan LSM, kata sumber kompeten pada redaksi BEO.co.id. 28-12-2021 tahun lampau.

Mari saling menjaga dan merawat kepentingan, untuk memberikan masukan, saran dan pendapat bagi pembangunan Kerinci yang lebik baik. (***) –

Editor/ Penulis dan Penanggungjawab : Gafar Uyub Depati Intan.

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,129PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts