spot_imgspot_img

Banner R2 “Tun Jang Miliak Jang,” SIDO Sebut, Pemikiran Picik & Langkah Mundur!!!

LEBONG, Beo.co.id – Narasi yang lekat dengan masalah suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) atau politik indentitas masih menguar di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020. Terkhusus wilayah Bumi Swarang Patang Stumang dalam beberapa waktu yang lalu, cukup menjadi perhatian publik.
Pasalnya, oknum elite melanggengkannya, dalam politik indentitas kesukuan yang membuat mengecewakan beberapa masyarakat Lebong yang notabene bersuku rejang mayoritas.
Tulisan yang terindikasi berbau kesukuan dengan bahasa daerah, “Tun Jang Miliak Jang” #JangKompak, #JangKuat, #JangMaju diartikan dalam bahasa indonesia, orang rejang memilih rejang, #Rejang Kompak, #Rejangkuat, #Rejang maju.
Hal itu ternyata getol suarakan isu kesukuan atau rasisme yang dimunculkan melalui banner R2 pasangan calon dengan bertulisan “tun jang miliak jang” yang diduga bentuk upaya politisasi SARA (isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) serta politik indentitas di Pilkada Serentak ini.
Dari peristiwa tersebut, bisa berdampak penyekatan, pemisahan antara suku-suku lain yang ada di Lebong. Demi kepentingan politik dalam perebutan kekuasaan menuju Bengkulu satu, dengan menghalalkan cara sampai banner R2 ditampilkan ditempat-tempat strategis, bahkan tertempel dirumah warga.
Ketua Dewan pembina Gerakan Pembumian Pancasila Propinsi Bengkulu, M. Sidonaris kembali angkat bicara terkait banner R2 bermanuver politik yang berbau kesukuan.
“Saya kira hal tersebut bertentangan dengan aturan yang kita sepakati bersama, bahwa tidak boleh ada SARA dalam hal apapun, kemudian itu merupakan pemikiran picik dan langkah mundur. Dan fakta sejarah, orang rejang pernah jadi Mentri, pernah jadi gubernur, pernah jadi pimpinan DPR RI, jadi artinya kita diakui dalam bingkai NKRI,” jelas Sido dalam tanggapanya, Minggu malam (8/11/2020).
Salah satu masyarakat desa Sungai Gerong, Kecamatan Amen, menanggapi terkait banner R2 yang berbau kesukuan dengan tulisan, “Tun Jang Miliak Jang” #JangKompak, #JangKuat, #JangMaju. Dulu obral, tiru gaya nasionalis paket uang rakyat dari APBD Lebong, sekarang terindikasi rasis memunculkan tulisan kesukuan yang sifat mengajak mencari dukungan R2.
“Kita sangat menyayangkan hal ini terjadi, cara pribadi kecewa dengan cara tidak mendidik yang dilakukan oleh oknum tertentu, itu nama mengarah ke SARA,” ungkap pria yang enggan namanya ditulis.
Apakah ini tidak ada komunikasi antara tim dengan ketua pemenangan, sebelum dilihatkan ke publik. Jika seperti ini hanya menonjolkan egoisme R2 kesannya, padahal tidak demikian.
“Ingin kita guna edukasi politik cerdas, kasihan masyarakat kita selalu menjadi target pembodohan para elit politik. Bahkan, politik identitas ini digunakan untuk kepentingan kelompok mayoritas,” terangnya.
Diakhir dia melanjutkan, ciptakanlah Pilkada Damai, Anti SARA di Bumi Swarang Patang Stumang, Kabupaten Lebong, berpikir objektif agar tidak memunculkan rasisme yang berkelanjutan, sebagai pembualan para perebutan kekuasaan.
“Saya tidak bisa membayangkan mau jadi gubernur seperti ini caranya,” tutupnya.
Ketua tim pemenangan R2 di Kabupaten Lebong belum memberikan keterangan, media ini masih menyediakan ruang secara terbuka dan seluas-luasnya.
Setelah dipublis oleh media 25 Oktober 2020 serta dirilis kembali hari ini, belum juga memberi keterangan atau pun menjelaskan hingga berita kedua kembali tayangkan dan kami menunggu hak jawab dari tim pemenangan R2.

Pewarta : Sbong Keme

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,943PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts