spot_imgspot_img

Catatan Pena Jurnalist Marhen, Ekonomi Kaki Gunung Kerinci

Dari catatan perjalanan jurnalistik Beo.co.id, ditiga Kecamatan Kayo Aro Barat, Kayo Aro dan Gunung Tujuh, masih banyak ditemukan jalan Kabupaten yang membentuk danau-danau dan sangat menganggu kegiatan percepatan transportasi bagi peningkatan ekonomi masyarakat (Foto/ Marhen)

KERINCI, BEO.CO.ID – Gunung Kerinci, yang berada di Kecamatan Kayu Aro Barat, Prov. Jambi, salah satu gunung tertinggi di Sumatera dengan ketinggian 3. 808 meter dari permukaan laut. Hawanya yang sejuk, tanahnya nan subur, merupakan rachmat dari tuhan yang maha kuasa, menjadikan daerah ini sektor penghasil ekonomi masyarakatnya yang hidup disekitar kaki Gunung Kerinci, masyarakat Kecamatan Kayu Aro, Kayu Aro Barat dan Gunung Tujuh, serta Solok Selatan wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Dalam perjalanan Jurnalistik Bidik07ElangOposisi, kekaki Gunung Kerinci, 23 Agustus 2021 lalu didampingi seorang Advokat/ Pengacara dan Penasehat Hukum Hasan Basri, SH.MH dan Nursal, S.Sos dari LSM BPPK-RI. Banyak catatan yang tercecer selama ini, belum tersentuh, awak media ini.

Terutama bidang Ekonomi, yang menjadi dasar kekuatan masyarakat, dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Dapat dibayangkan kehidupan tanpa ekonomi yang baik, akan terjadi kelumpuhan gerak kehidupan disegala bidang. Masyarakat tidak akan bisa hidup tanpa ekonomi, makan dan minum yang dihasilkan sector ekonomi harus dinomor satukan.

Dari perjalanan Jurnalistik Bidik07ElangOposisi, didampingi Hasan Basri, Advokat dan Penehat Hukum itu yang dikenal peduli nasib masyarakat, apa lagi yang buta hukum. Sebagai fakar Hukum, Hasan Basri, yang juga putra asli daerah Kerinci, mengatakan “kita perlu dan penting melihat jauh kebelakang, apa lagi saudara-saudara kita yang tinggal dipedesaan, perlu dilihat jauh kedepan.

Mulai dari kehidupan mereka di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, Hukum, politik, dan keamanan serta kebebasan menge-eksperisikan, mengembangkan kebebasan berbudaya yang sehat dan relevan, jelas Hasan.

Menurut Hasan Basri, kunjungan kerja seperti ini sangat penting, selain untuk membangun silaturrohmi antar umat, sahabat dan handaitolan, guna memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara kata mantan TNI-AD ini, kepada Bidik07ElangOposisi dalamperjalanannya kekaki Gunung Kerinci.

Yang terkenal dengan hamparan pertanian yang luas, bak sesayup mata memandang, yang berisi dengan usaha pertanian masyarakat secara tradisional, kita bisa melihat langsung dengan kasat mata perkembangan pertanian tentang Tanaman Kentang, (Kubik) dalam bahasa Kerinci. Yang menghasilkan Kentang ratusan Ton Perhari di tiga kecamatan tersebut.

Dan sejumlah tanaman lainnya seperti Kulit Manis (Cassiavera) atau Kayu Manis. Sayur mayur, Kubis (Coll), Kopi, Terung Virus (bumbu asam untuk gulai). Dan secara mayoritas dikaki Gunung Kerinci, sudah menjadi Kebun Teh yang terkenal ditanah air kita (Teh terbaik), ini peninggalan Pemerintah Hindia Belanda (Penjajah). Hingga kini penghasil Teh terbaik untuk dunia.

Dan masih terawat dengan baik oleh PTP VII Nusantara, Jelas Hasan. Jadi perjalanan Jurnalist berdampingan dengan para Penegak Hukum dan Monitoring LSM sangat baik dilakukan. Kita bisa melihat secara nyata dan jelas, mundur majunya sektor perekonomian masyarakat dari sektor Pertanian, apa adanya jelas Hasan.

Bertemu Tokoh Enom Kerinci: Perjalanan Jurnalistik Bidik07ElangOposisi, bersama tokoh muda Kerinci Hasan Basri dan Nursal S,Sos LSM BPPK-RI, kekaki Gunung Kerinci itu, selain menyaksikan langsung kemajuan sector Pertanian, Hasan Basri bertemu sahabat lamanya H. Mardin, 65 tahu eksekutor ekonomi mobilitas Kentang Kerinci. H. Mardin, selain juragan Kentang, Ia juga penanam Kentang dan membina dan kerjasama dengan masyarakat tani lainnya mengembangkan Kentang unggulan dikaki Gunung Kerinci itu, meliputi Sungai Lintang. Dan sekitarnya.

H Mardin, sosok tokoh masyarakat yang membina sektor Pertanian Kentang, sifatnya yang bersahaja, jujur, konsentari dan tekun. Pantas menjadi panutan masyarakat tani didaerah itu. Ternyata sahabat lama dari Hasan Basri.

Menurut H Mardin, sektor ekonomi harus nomor satu diutamakan, ini salah satu cacatan kunci yang harus digenggam dan terus diperjuangkan. Karena masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh, sekitar 80% menggantungkan hidup mereka dari usaha Pertanian, berladang (berkebun).

Selain tanaman Keras Kopi, Kayu Manis (Cassiavera), tanaman polowija lainnya seperti Coll (Kubis), Kentang, (Kubik), Bawang, dan sayuran lainnya. Tak heran jika Kabupaten Kerinci, masih menjadi pemasok Kentang ke Kota Jambi, Padang (Sumatera Barat), Riau bahkan sampai ke Bengkulu, Sumatera Selatan dan Jakarta.

Menurut H. Mardin, sector pertanian harus terus menerus ditingkatkan, karena Kerinci didukung oleh topoggrafi daerahnya yang strategis, berbukit, berlembah dan memilki dataran yang baik, subur dan menjanjikan.

Seharusnya ini menjadi program prioritas Pemda Kabupaten Kerinci kedepan. Karena kita memiliki potensi yang handal, sehingga para petani harus didukung oleh peralatan teknologi tepat guna, untuk meningkatkan hasil pertanian yang sudah ada.

Karena selama ini, hanya usaha secara tradisional oleh masyarakat itu sendiri, dan bukan berarti tidak ada bantuan pemerintah. Hanya saja belum maksimal, ujarnya.

Ekonomi yang baik dan kuat cacatan Kunci yang harus digenggam erat dan tak boleh tercecer atau di abaikan apa lagi di tengah himpitan ekonomi dampak dari wabah Virus Corona Pandemi Covid19, yang tak menentu kapan akan berlalu, ujarnya.

H Mardin, sosok petani Kentang, pengelola dan Pembina bersama masyarakat yang cukup dikenal. Karena Ia selalu menanamkan rasa kebersamaan dengan masyarakat dalam mengelola sector Pertanian di Kayu Aro Kerinci dan sekitarnya.

Diusianya yang berkepala enam ini, Ia terus berjuang bersama masyarakat meningkatkan usaha disektor Pertanian. Dengan semangatnya yang kuat, optimis jika sektor ekonomi terus ditingkatkan, kita akan bisa hidup layak, ujarnya.

Selain membangun sektor ekonomi dari Pertanian, Ia juga turun kepanggung politik, pada tahun 2014 silam mencalon sebagai calon WAKIL Bupati Kerinci, namun belum berhasil. Dan banyak pihak (masyarakat) khususnya Kerinci Hulu (Mudik), berharap Ia tampil mencalon di tahun 2024 mendatang, karena seKtor pertanian yang dikelolanya bermasama masyarakat berjalan dengan baik.

Dalam keterangannya panjang lebar dihadapan Jurnalist Bidik07ElangOposisi, Advokat Hasan Basri dan Nursal LSM BPPK-RI, kerja keras, bersabar, dan jujur harus dinomor satukan kalau kita menginginkan ekonomi bangkit, khususnya sector pertanian di Kerinci tandasnya.

Ditegaskannya tanpa ekonomi yang membaik, sulitnya menerapkan kebijakkan pembangunan yang baik. Maka harus kita perbaiki dulu sektor ekonomi masyarakat paparnya.

Wawancara dan diskusi yang berlangsung, penuh canda kepada sahabat lamanya Hasan Basri. Dengan keterbukaan apa adanya, Ini lah yang tak pernah hilang dari sosok figur yang satu ini.

Pesannya “hendaknya kita semua bersabar karena himpitan persoalan ekonomi” maka relasi ekonomi harus DIbuka dan DIjaga, ujarnya.

Mengingat pekerjaan berat masih menunggu di depan kita yaitu persoalan ekonomi, yang harus diperjuangkan dan diselamatkan dari ancamannya. Solusinya, karena Kerinci yang potensi alamnya yang subur dan menjanjikan, siapapun pemnimpin Kerinci kedepan, utamakanlah pertanian, dan bukan berarti meniadakan yang lain.

Laporan : Jurnalist Beo.co.id

Editor/Penulis : Gafar Uyub Depati Intan

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,952PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts