25.5 C
Jakarta
Rabu, April 14, 2021
spot_img

Latest Posts

Danau Tes Berubah Warna, Polres Lebong Jangan Tutup Mata

LEBONG, BEO.CO.ID – Perubahan warna air danau Tes yang merupakan cagar alam sekaligus destinasi wisata masyarakat Lebong, Provinsi Bengkulu cukup menggelitik Rozi Anton yang akrab disapa Toni Botol untuk mencari sebab dan akibat terjadi perubahan warna air danau.
Perbedaan itu cukup jauh dengan sebelumnya mengalami perubahan secara signifikan berwarna coklat melekat (coklat susu), 21 Maret 2021. Dari pantaun rabu siang kembali berubah tidak seperti sebelumnya sekarang lebih jernih dan indikasi dugaan menguat posisi galian C yang ada berada hulu sungai Ketahun artinya diposisi atas danau Tes.
  • Galian C Tetap Beroperasi
Dipantauan wilayah desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang secara jelas beberapa aktivitas galian C tetap berlangsung melakukan pengambilan material dari pinggir sungai Ketahun. Itu dibuktikan alat berat excavator sang pengusaha galian C tetap berjalan bersamaan dengan dam truk pengangkut material secara bergantian.
Dari hasil investigasi lapangan, rabu siang (31/3/21) terlihat danau Tes merupakan kebanggaan bumi Swarang Patang Stumang mengalami perubahan yang berbeda sebelumnya, tertanggal 21 Maret 2021 yang lalu dan telah dipublis oleh media ini dengan saat ini.
Tidak hanya aktivitas galian C yang beroperasi, lihat juga ada dua titik masyarakat mengambil pasir dari sungai Ketahun dengan alat mesin sedot yang lagi beroperasi untuk mengais rejeki.
Menurut Rozi Antoni mengatakan, bahwa diduga aktivitas galian C ini salah satu penyebabnya terjadi perubahan warna air danau Tes sebelumnya, karena aliran sungai Ketahun mengalir ke danau.
“Salah satunya galian C milik Hamdan yang beristri anggota dewan Lebong Komisi III yang diduga mengubah air danau Tes yang tidak lagi normal, begitu juga dengan aktivitas lainnya mengambil pasir dengan cara menggunakan alat penyedot (dopeng/doping), jika tetap berlanjut rasanya tidak mungkin akan normal warna air danau,” jelas Rozi kepada media ini, (31/3/21).
Rozi menambahkan, tidak hanya aktivitas galian C saja yang beraksi termasuk openg pengambilan pasir dengan disedot ini salah satu indikasi membuat perubahan air danau. Selain itu perambahan hutan pinggir sungai juga menjadi faktor dan parahnya, tidak ada perlakuan penanam pohon dari pihak terkait atau reboisasi sebagai filterlisasi air tanah yang mengakibatkan struktur tanah labil mudah tergerus ke sungai Ketahun.
“Dengan melihat posisi galian C milik Hamdan yang kita duga mengubah garis sungai Ketahun. Atas kejadian ini kita minta pihak Polres Lebong untuk tidak tutup mata, akibatnya mengancam ekosistem danau Tes dan sungai Ketahun yang merupakan cagar alam yang harus dijaga dan dilindungi UU, tertuang PP 38 tahun 2011 tentang Sungai, PP 37 tahun 2012 tentang  tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), Permen PUPR 28-2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai, dan Garis Sempadan Danau dan UU 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba,” paparnya secara tegas.

Pewarta : Sbong Keme

Latest Posts

Don't Miss