spot_imgspot_img

Dewan, Tokoh Masyarakat, Pengusaha Galian C Belum Tentukan Sikap ?

  • LAPORAN : MARHEN

KERINCI, Beo.co.id – Miris memiliki tiga wakil rakyat yang ada diparlemen daerah, khusus wilayah Desa Siulak Deras dan Kelurahan Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi yang merupakan salah satu tokoh pemangkuh kebijakan masyarakat setempat, belum juga mengambil langkat kongrit untuk penyelesaian masalah irigasi persawahan masyarakat.

Sungai Meraoo berwarna dua diduga dampak galian C yang beroperasi. Beo.co.id

Sesuai pantauan dilapangan posisi irigasi diatas galian C Doni, terlihat permukaan aliran Sungai Tuak lebih rendah dari posisi irigasi yang sudah ada, dengan kondisi sudah rusak dan memperihatinkan.

Ironisnya, hal tersebut dijelaskan oleh masyarakat melalui sambungan telepon genggam kepada media ini mengatakan, Doni itu berbohong dia itu tidak menyuruh aliran air sawah mengalir melewati galian C atau pun tanahnya.

“Doni itu memberikan keterangan bohong kepada kamu (Beo.co.id), sebenarnya tidak menyuruh aliran persawahan itu lewat galian C nya,” ucap masyarakat untuk tidak ditulis namanya dimedia ini, (10/1/21). Berbeda jawab Doni saat dihubungi ini yang telah dipublis sebelumnya. Dari keterangan pak Oon cukup berbeda, “Setelah kita telusuri dan kasih penjelasan sama Doni, alhamdulilah masalah pembebasan tanah beliau tidak keberatan,” tulisnya melalui via WhatsApp (8/1/21).

Katakan lagi oleh masyarakat, kami sudah membantu memilih mereka untuk duduk menjadi DPRD, tapi masih belum bergerak. Harapan kami kedepan bisa menyelesai masalah irigasi saluran air persawahan yang sampai hari ini tak teraliri.

“Jika menunggu anggaran itu, cukup lama ditahun 2022. Harapan kami mampu diselesaikan secara kita didusun melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh dewan dan pemilik galian C baik diwilayah Siulak Deras Mudik maupun Siulak Deras untuk segera mencari jalan keluar, sampai hari ini belum juga jalan,” pintanya.

Berbeda dengan keterangan yang telah himpun oleh media ini beberapa waktu, ketika meminta tanggapan dan pandangan kepada Kades Siulak Deras Mudik, Sore Jumat (8/1/21).

“Ketika menjelang hari baik untuk setahu saya para tokoh adat dan masyarakat tidak pernah mendapatkan bantuan, apa lagi diperhatikan,” ucap Saharman saat jumpai Beo.co.id.

Harapan kita, selepas ada atau tidak izin galian C itu, untuk tidak mengabaikan kepentingan masyarakat. Supaya masyarakat kita bisa hidup. Dan perlu diketahui aliran galain C untuk bangunan induk irigasi masuk dalam wilayah administrasi Desa Siulak Deras Mudik.

“Perlu ingat juga selama ini tidak ada bentuk perhatian pengusaha galian C kepada orang-orang adat,” tutupnya.

Media berusahan mengkonfirmasikan ke Komisi II yang membidang ESM bagian pertambangan galian C, yang ketua Mukhsin Zakaria untuk mendengar hasil bentuk pengawasan dan Sidak dewan. Tapi juga berhasil ditemui, sama hal lingkung hidup (LH) Kabupaten Kerinci, Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Dinas Perikanan sampai berita ini diturunkan.

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,996PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts