Home » News » Doa Menyambut Bulan Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa Menyambut Bulan Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Beo – Datangnya bulan suci Ramadhan selalu dinanti dengan penuh sukacita oleh umat Muslim di seluruh dunia. Momen pergantian bulan Sya’ban menuju Ramadhan bukan sekadar perubahan waktu, melainkan gerbang pembuka menuju ladang pahala yang berlipat ganda.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menyambut kehadiran bulan mulia ini dengan hati gembira dan memanjatkan doa khusus agar diberikan kesehatan, keselamatan, serta kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa sebulan penuh.

Membaca doa menyambut bulan Ramadhan merupakan bentuk tawakkal dan permohonan agar Allah SWT memberkahi waktu yang akan dilalui.

Persiapan menyambut Ramadhan tidak hanya bersifat fisik, seperti menyediakan perbekalan sahur dan berbuka, tetapi yang jauh lebih utama adalah persiapan ruhiyah. Salah satu cara terbaik mempersiapkan jiwa adalah dengan melafalkan doa-doa yang diajarkan oleh para Salafus Shalih dan merujuk pada hadis Nabi.

Melalui doa ini, seorang hamba mengakui kelemahannya dan memohon pertolongan agar mampu mengisi detik demi detik Ramadhan dengan ketaatan. Berikut adalah uraian lengkap mengenai lafaz doa, makna, serta keutamaannya bagi kaum Muslimin.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disediakan untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran profesional. Pembaca disarankan melakukan verifikasi tambahan atau berkonsultasi dengan pihak terkait sebelum mengambil keputusan.”

Pentingnya Doa Saat Melihat Hilal Ramadhan

Momen paling krusial dalam penetapan awal Ramadhan adalah saat rukyatul hilal atau pemantauan bulan sabit muda. Ketika hilal terlihat, itu menandakan masuknya bulan baru dalam kalender Hijriah. Rasulullah SAW.

Memiliki kebiasaan memanjatkan doa spesifik ketika melihat hilal. Doa ini bukan hanya sekadar ritual lisan, melainkan manifestasi dari rasa syukur karena masih diberi umur panjang untuk bertemu kembali dengan bulan pengampunan.

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW, apabila melihat hilal, beliau memohon agar bulan tersebut membawa keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman.

Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama dalam menyambut Ramadhan adalah stabilitas iman dan keamanan dalam beribadah. Tanpa adanya rasa aman dan iman yang kokoh, ibadah puasa akan terasa berat. Oleh karena itu, melafalkan doa ini saat pengumuman sidang isbat atau saat melihat bulan sabit sangat dianjurkan.

Bacaan Doa Menyambut Bulan Ramadhan Sesuai Sunnah

Terdapat beberapa riwayat yang menjelaskan doa-doa yang dibaca saat memasuki bulan Ramadhan. Umat Islam dapat mengamalkan salah satu atau semua doa yang bersumber dari hadis shahih maupun atsar sahabat berikut ini.

1. Doa Melihat Hilal (Riwayat At-Tirmidzi)

Doa ini adalah yang paling populer dan memiliki landasan hadis yang kuat. Doa ini dibaca ketika seseorang melihat bulan sabit (hilal) tanda masuknya bulan baru.

Arab:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Latin: Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni wal imani was salamati wal islami, Rabbi wa Rabbukallahu.

Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan tersebut kepada kami dengan rasa aman dan keimanan, keselamatan dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR. Tirmidzi no. 3451. At-Tirmidzi berkata bahwa hadis ini hasan gharib).

2. Doa Memohon Keselamatan di Bulan Ramadhan

Selain doa melihat hilal, terdapat riwayat lain dari ulama Tabi’in, Yahya bin Abi Katsir. Beliau menyebutkan bahwa para sahabat dan salaf terdahulu memiliki doa khusus yang dipanjatkan menjelang Ramadhan agar seluruh amal ibadahnya diterima.

Arab:

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

Latin: Allahumma sallimni li Ramadhana, wa sallim Ramadhana li, wa tasallamhu minni mutaqabbala.

Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Hilyatul Auliya, 1/420).

Lafaz ini mengandung makna penyerahan diri total. “Antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan” berarti memohon umur panjang dan kesehatan fisik. “Antarkanlah Ramadhan kepadaku” bermakna memohon agar tidak ada halangan yang merusak kesucian bulan tersebut.

Sedangkan “terimalah amal-amalku” adalah puncak harapan agar puasa, tarawih, dan tadarus tidak sia-sia.

Makna Mendalam di Balik Kata “Aman” dan “Iman”

Dalam doa riwayat Tirmidzi di atas, terdapat permohonan “bil amni wal iman” (dengan rasa aman dan keimanan). Mengapa dua kata ini disandingkan? Para ulama menjelaskan bahwa al-amn (rasa aman) berkaitan dengan kondisi lahiriah, sedangkan al-iman berkaitan dengan kondisi batiniah.

Seseorang membutuhkan rasa aman dari gangguan musuh, penyakit, dan bencana agar bisa fokus beribadah. Namun, keamanan fisik saja tidak cukup tanpa adanya fondasi iman.

Iman adalah motor penggerak yang membuat seseorang kuat menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu. Dengan menggabungkan permohonan keamanan dan keimanan, seorang Muslim meminta perlindungan menyeluruh—baik untuk jasmani maupun rohani—selama menjalani ibadah puasa.

Begitu pula dengan pasangan kata “as-salamah wal islam” (keselamatan dan keislaman). Keselamatan (as-salamah) merujuk pada terhindarnya diri dari dosa dan maksiat yang dapat membatalkan pahala puasa.

Sementara al-islam menegaskan ketundukan dan kepatuhan dalam menjalankan syariat. Doa ini mengajarkan bahwa target utama Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tetapi mencapai kualitas keselamatan jiwa dan kepatuhan syariat yang paripurna.

Adab dan Tata Cara Menyambut Bulan Suci

Mengetahui lafaz doa saja belum cukup; memahami adab dan tata cara penerapannya akan menyempurnakan ibadah. Berikut adalah adab yang perlu diperhatikan saat menyambut bulan suci:

1. Membaca Doa dengan Penuh Khusyuk

Saat pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal Ramadhan, atau saat melihat hilal secara langsung, bacalah doa tersebut dengan hati yang hadir. Resapi setiap makna permohonan yang diucapkan. Jangan terburu-buru, biarkan hati terhubung dengan Allah SWT, memohon kekuatan untuk satu bulan ke depan.

2. Bertaubat Sebelum Memasuki Ramadhan

Doa menyambut Ramadhan akan lebih mustajab jika diawali dengan taubat nasuha. Bersihkan hati dari dendam, iri, dan dengki. Sucikan diri dari dosa-dosa kecil maupun besar agar saat memasuki gerbang Ramadhan.

Kondisi hati sudah bersih dan siap menerima curahan rahmat. Imam Ibnu Rajab Al-Hambali sering mengingatkan bahwa bulan Sya’ban adalah waktu untuk menyiram tanaman amal agar bisa dipanen saat Ramadhan.

3. Meluruskan Niat

Pastikan doa yang dipanjatkan dibarengi dengan niat yang ikhlas (Nawaitu shauma ghadin). Niat bukan hanya di lisan, tetapi tekad kuat di dalam hati untuk berpuasa semata-mata karena Allah, bukan karena budaya atau sekadar ikut-ikutan. Doa menyambut Ramadhan berfungsi sebagai penguat niat tersebut.

4. Memperbanyak Syukur

Ucapkan hamdalah (Alhamdulillah) berkali-kali setelah membaca doa. Kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan adalah nikmat yang tidak diberikan kepada semua orang. Banyak saudara seiman yang telah wafat sebelum sempat mencicipi manisnya Ramadhan tahun ini. Rasa syukur akan menambah keberkahan waktu yang dimiliki.

Persiapan Fisik dan Materi Sebagai Bentuk Kesungguhan

Selain doa, bentuk nyata dari “menyambut” adalah persiapan teknis. Islam adalah agama yang realistis; doa harus dibarengi dengan ikhtiar. Mempersiapkan fisik dengan menjaga pola makan sebelum Ramadhan.

Melakukan pemeriksaan kesehatan bagi yang memiliki riwayat penyakit, serta mengatur keuangan untuk sedekah dan zakat, adalah implementasi dari doa “Allahumma sallimni li Ramadhana” (Ya Allah, selamatkanlah aku untuk Ramadhan).

Menyiapkan anggaran khusus untuk bersedekah di bulan Ramadhan juga termasuk dalam kategori menyambut bulan suci dengan gembira. Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau meningkat pesat saat Ramadhan tiba, ibarat angin yang berhembus kencang.

Meneladani beliau adalah cara terbaik mengisi bulan penuh berkah ini.

FAQ tentang Doa Menyambut Bulan Ramadhan

Q: Apakah doa menyambut Ramadhan harus dibaca dalam bahasa Arab?

A: Tidak harus. Membaca dalam bahasa Arab lebih utama karena mengikuti lafaz Nabi, namun berdoa dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah yang dipahami maknanya juga diperbolehkan, terutama jika belum fasih membaca Arab.

Q: Kapan waktu terbaik membaca doa menyambut Ramadhan?

A: Waktu yang paling tepat adalah saat melihat hilal (bulan sabit) di awal bulan atau ketika mendengar pengumuman resmi penetapan 1 Ramadhan dari pemerintah (Sidang Isbat).

Q: Apakah doa Allahumma sallimni li Ramadhana adalah hadis shahih?

A: Riwayat ini bersumber dari Yahya bin Abi Katsir (seorang Tabi’in) dan tercantum dalam kitab Hilyatul Auliya. Para ulama mengkategorikannya sebagai atsar (perkataan generasi salaf) yang baik untuk diamalkan, meski bukan hadis marfu’ langsung dari Nabi.

Q: Bolehkah membaca doa ini secara berjamaah?

A: Boleh saja dilakukan sebagai bentuk taklim atau pengajaran, namun tidak ada riwayat yang mewajibkan doa ini dibaca secara koor atau berjamaah khusus. Membacanya secara masing-masing dengan kekhusyukan lebih dianjurkan.

Q: Apa yang harus dilakukan jika lupa membaca doa saat awal Ramadhan?

A: Tidak perlu khawatir berlebihan karena hukum membaca doa ini adalah sunnah (dianjurkan), bukan wajib. Tetaplah berdoa memohon keberkahan dan kekuatan puasa kapan pun teringat, karena pintu doa selalu terbuka.

Kesimpulan

Menyambut Ramadhan dengan doa adalah langkah awal yang menentukan kualitas ibadah sebulan penuh. Dengan melafalkan doa menyambut bulan Ramadhan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW dan para sahabat, seorang Muslim menanamkan mindset positif dan kesiapan spiritual yang kokoh.

Ingatlah bahwa inti dari doa-doa tersebut adalah permohonan agar Allah memberikan keamanan, keselamatan, dan penerimaan amal. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik yang penuh dengan ampunan dan peningkatan derajat takwa. Mari persiapkan diri, luruskan niat, dan sambut bulan mulia dengan lisan yang basah oleh doa.