spot_imgspot_img

Dua Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Rejang Lebong, Nyatakan Anti Korupsi


Oleh: Gafar Uyub Depati Intan

Jika selama ini Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dikenal dengan alam dan buminya yang subur, hawanya yang sejuk dan sangat menjanjikan pengembangan perekonomian masyarakatnya dari sektor pertanian.

Tapi dibalik semua potensi itu, masih terdengar suara, Minornya Rejang Lebong yang memiliki potensi yang subur dan kaya ini, juga terkenal, “sebagai surga bagi koruptor” salah satu faktor penghambat jalannya kelancaran dan percepatan pembangunan daerah ini.

Maka visi dan misi para Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Rejang Lebong 2020, untuk masa bhakti mereka tahun 2021 – 2026 bila terpilih menjadi bupati/pemimpin didaerah ini sangat penting masuk dalam program unggulan para calon, “anti korupsi dengan tegas menegakan supremasi hukum” guna menghindari perbuatan, oknum pejabat “keji terhadap perampokan uang rakyat” baik bersumber dari dana alokasi umum (DAU) APBD Rejang Lebong, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN yang diberikan untuk daerah.

Sebagai bekas kabupaten induk, (Rejang Lebong, red), dengan dua kabupaten pemekarannya, Kabupaten Lebong dan Kepahiang sejak 7 Januari 2004 silam keduanya resmi jadi kabupaten (depinitip). Sebagai salah satu daerah/ kabupaten tertua diprovinsi Bengkulu, sejak reformasi 1998 silam (22 tahun silam) daerah ini dipimpin oleh sipil, hingga kini.

Pada pilkada serentak tahun 2020 ini, yang akan berlangsung, pencablosannya 9 Desember 2020, akhir tahun ini. Masyarakat Rejang Lebong, secara demokrasi tercatat beruntung ada empat pasangan calon Bupati/ kepala daerah dan Calon Wakil Bupati/ Kepala daerah, yakni; Dr. H. Muhammad Faisal, SE.MM. MCDO-Fatrolazi, SE (Faisal-Fatrol) No. 1.
Susilawati, SE – Ruswan YS, S.Sos (S-R) No.2, Drs. Syamsul Effendi, MM – Hendra Wahyudiansyah, (Sahe) No. 3 dan M. Fikri Thobari, SE – Tarsisius Samuji, S. Pd, ( Fikri –Samuji ) No. 4. Artinya bagi masyarakat pemilih dihadapkan banyak pilihan, bisa membandingkan satu dengan lainnya, mau pilih yang mana? Silakan.

Dari keempat pasangan calon tersebut, dalam visi dan misi mereka masingf-masing banyak hal yang menarik untuk disimak dan difahami, sebelum sampai pada hari “H”pencoblosannya nanti.

Melihat dan mempelajri latar belakang masing-masing pasangan calon, visi dan misi mereka sebagai referensi masyarakat (menentukan pilihannya)? Sebagaimana pernah dijelaskan DPD – KNPI (Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia, Kabupaten Rejang Lebong setahun lampau mereka akan membahas Visi dan Misi pasangan Bakal Calon (Balon) Bupati Rejang Lebong, (waktu itu) sebagai referensi bagi masyarakat daerah ini.

Menyimak misi pasangan Faisal-Fatrol, pada poin 6 dan 8, dijelaskan; poin 6 Penegakan sistem Hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. Dan pada poin 8, Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya.

Menyimak dengan cermat visi dan misi Faisal-Fatrol; Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya. Ini, setidaknya mengingatkan kita semua, jika pemerintahan yang bersih diterapkan akan mampu setidaknya mengurangi penyalahgunaan wewenang bagi pejabat, Negara/ daerah dan menggunakan anggaran sesuai peruntukkannya.

Apa lagi penerapan Penegakan sistem Hukum yang bebas korupsi, ini berarti penggunaan APBD, dan realisasinya untuk rakyat (Masyarakat) Rejang Lebong, bukan untuk kelompok tertentu, atau keluarga Bupati, dengan istilah AMPI (anak, menantu, ponakan dan istri) artinya bupati terpilih dalam melaksanakan tugasnya tidak untuk memperkaya kelompoknya dan AMPI.

Dimana pemberantasan korupsi, semata untuk kepentingan masyarakat yang mampu memberikan azasmanfaat bagi kemaslahatan orang banyak. Ini cukup jelas dan tergambar dalam misi Faisal-Fatrol pada poin 6 dan 8.

Visi dan misi yang hampir sama mnaksudnya, juga dipaparkan dalam program prioreitas M Fikri Thobari, SE-Tarsisius Samuji (Fikri-Samuji) menjelaskan dari poin 1 sd 4.
  1. Tidak akan Korupsi.
  2. Memastikan tidak akan ada jual beli jabatan.
  3. Memastikan tidak akan ada jual beli proyek
  4. Memastikan tidak akan ada campur tangan keluarga dalam urusan Pemerintahan.
Jadi dua pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Rejang Lebong ini, terang dan jelas dalam misinya “menyatakan anti korupsi” tinggal masyarakat menilainya.

Berdasarkan data dan keterangan yang dihimpun Tim Catatan Yang Terabaikan, selama dua dekade, dua puluh tahun di Kabupaten Rejang Lebong berbagai kasus diduga terjadi dan telah dilaporkan sejumlah aktivis LSM (Lembaga Swdaya Masyarakat) dan disiarkan Pers (ditulis) media cetak, Televisi, Siaran dan Online, “sangat minim yang terungkap kepermukaan” kendati sebagian sudah ada yang diperiksa penyidik penegakan Hukum? Disinilah masyarakat dituntut untuk cermat menyimak dan membaca visi dan misi para calon bupati dan calon wakil bupati Rejang Lebong, yang tinggal hitungan bulannya akan kita pilih, dalam pilkada serentak. Namun, kita harus optimis Rejang Lebong, akan bangkit jika masing-masing visi dan misi diterapkan secara konsisten, bila mereka terpilih nantinya.

Dan semua visi dan misi para calon, sangat menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat daerah ini, (Rejang Lebong-red) untuk lima tahun kedepan. (***)

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,998PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts