spot_imgspot_img

“Gagal” Bangun Kantor Megah, Pemkot Bangun TPU, Walikota Ngantor dialun-alun Masjid

BENGKULU, BEO.CO.ID – Diduga gagal membangun kantor megah Pemda Kota Bengkulu akhirnya bangun taman pemakaman umum (TPU) Merah Putih di Jalan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu, Walikota “berkantor” dialun-alun Masjid At- Tagwa yang beralamat Jalan Soekarno Hatta, Anggut Atas, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, kenapa ya ?
Kebijakan Walikota Bengkulu, Helmi Hasan menujukan sistem pembangunan yang disinyalir tidak mengikuti tata ruang yang sudah ada. Berdasarkan tata ruang sudah jelas bahwa pusat pemerintahan Kota Bengkulu dipindahkan dari Basuki Rahmat ke Kelurahan Bentiring. Bahkan hebatnya lagi pemerintah telah melakukan pembebasan diwilayah disana dengan fasilistas yang cukup baik. Celakanya walikota selaku kepala daerah malah berkantor di alun-alun Masjid At- Taqwa, aneh bukan.

Selain dari itu bertentangan dengan tata ruang, kebijakan walikota berjambang itu, juga terkesan semaunya, dikawatir akan membuat berlayanan publik tidak berlangsung prima.

Sementara Sutardi, SH ketika ditemui Bidik’07 Elang Oposisi (Beo.co.id) di ruangan komiai II. Dia mengakui lahan yang dibebaskan pemerintah adalah lahan perkantoran, namun entah kenapa dijadikan Taman Pemakaman Umum (TPU) kuburan merah putih.

“Yang jelas pembanguan lokasi pemakaman merah putih tidak termasuk dalam perda RT RW,” ujar Sutardi yang biasa dipanggil Abah itu.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Bapemperda DPRD Kota Bengkulu, Solihin Adnan, “Perda RT RW bukan pemindahan kantor sekarang, tetapi perda yang dilahirkan untuk pengembangan Kota Bengkulu kedepan,” jelasnya.

Lebih lanjut Solihin mengatakan, Perpres (PP) no 9 tahun 1987 mengatur tata cara penggunan lahan hijau ruangan terbuka hijau (RTH), pemda masih kekurangan lahan sekitar 10 persen. Namun pemakaman dapat masuk dalam RTH.

“Tapi harus mengikuti aturan sebagai mana yang di amanatkan Perpres. Pengugunaan lahan yang untuk makam, pemindahan lahan juga harus atas persetujuan ahli waris pemilik makam, artinya lahan pertanian yang subur harus dimanfaatkan untuk pertanian, ujar politikus partai Gerindra itu.

Menjawab pertanyaan Beo.co.id, tentang kebutuhan mendesak terhadap lahan pemakaman politikus partai berlambang burung garuda itu, mengatakan lahan pemakaman belum merupakan kebutuhan mendesak.
“Sebab di Kota Bengkulu, hampir setiap kelurahan masyarakat sudah punya lahan (TPU) sendiri yang cukub baik. Tapi yang jelas kami belum tahu apa tujuannya,” kata Solihin.

Tampaknya, Helmi Hasan memang suka membuat sensasi, bisa membuat lahir sorotan dari masyarakat bayangkan sejak Kota Bengkulu menjadi ibu kota. Baru Helmi Hasan, berkantor dialun-alun masjid, kantor walikota sudah tersedia ruangan kerja yang layak untuk ukuran daerah.
Padahal seyogyanya, sebagai kepala daerah Helmi Hasan, belajar dari pengalaman pahit akibat gagal membangunan kantor megah, di Bentiring Permai.

Pemindahan pemakaman menuai protes masyarakat non muslim, karena pemakam mereka ditutup dan akan dipindah ke lokasi taman pemakaman merah putih yang akan berada disatu lokasi dengan Muslim. Padahal selama ini non muslim sudah memiliki pemakaman sendiri di Pondok kelapa, kembang seri dan Air bakul.

(Amir Syarif)

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,983PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts