spot_imgspot_img

GEMAPSI : Hasil Kajian Banjir di Simalungun, Tim Ahli USU Dipertanyakan ?

SIMALUNGUN, BEO.CO.ID – Menindak lanjuti Rapat dengar Pendapat Antara Komisi D Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pihak PTPN IV dan GEMAPSI pada tanggal, (2/11/2021) lalu di gedung DPRD Sumut, hari ini GEMAPSI kembali melakukan rapat dengar pendapat di kebun unit Marjandi, Kamis (18/11/2011) yang lalu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D, Delpin Barus.

Dalam rapat tersebut tim ahli dari Universitas Sumatera Utara (USU) memaparkan hasil analisisnya dihadapan Anggota DPRD, masyarakat Simalungun dan GEMAPSI, menurut tim ahli banjir disebabkan Sumber air dari pemukiman masyarakat dan persawahan sehingga air mengalir ke jalan.

Sehingga disarankan upaya yang dilakukan adalah melakukan pengalihan aliran air ke arah sungai atau lembah bukit sehingga dampak aliran banjir tidak mengenai jalan pemukiman dan persawahan penduduk. Selain itu tim ahli juga menyarankan supaya segera melakukan perawatan parit yang ada didalam kebun.

Menanggapi hasil temuan dari tenaga ahli USU itu, Delpin Barus melempar ke peserta rapat supaya memberikan saran dan pendapatnya masing-masing.

Saut Bangkit Purba anggota DPRD Provinsi Sumut komisi D mengatakan bahwa pendapat dari tim ahli itu tidak maksimal dan menurutnya belum bisa mengatasi banjir kalau hanya seperti itu yang akan dikerjakan.

“Dulu sewaktu masih kebun teh di sini, Panei Tongah ini tidak pernah banjir, kampung saya disini, saya tahu persis terkait hal ini, jadi aku pikir kalau hanya itu solusinya tidak bisa itu untuk mengatasi banjir ” tegas Saut.

Hal senada juga ditambahkan Ketua GEMAPSI, Anthony Damanik bahwa hasil kajian USU tadi yang menyarankan untuk membuat paret dan mengalihkan aliran sungai, menurutnya itu sudah dilakukan oleh pihak PTPN IV.

“Namun hasilnya juga tidak maksimal dan biasa-biasa saja, jika demikian patut kita pertanyakan kajian dari ahli itu,” kata Thony.

Lanjut Thony menuturkan, jika hanya disarankan untuk buat paret tidak buang sampah sembarangan, “itu sudah pasti tidak bisa mengatasi banjir yang kami harapkan tadi kesimpulan dari tenaga ahli dari USU itu mengkonversi sawit menjadi kebun teh atau tanaman lain yang sesuai dengan kelestarian lingkungan,” urainya.

Tidak ketinggalan, Jahenson Saragih Sekretaris GEMAPSI juga mengatakan bahwa banjir yang diakibatkan dari kebun marjandi sudah memakan korban, salah satu contohnya sudah banyak sawah masyarakat Marjandi yang sudah rusak, masyarakat Sipoldas.

“Tapi sampai saat ini apa yang telah dilakukan oleh pihak PTPN IV kepada masyarakat korban banjir itu ?,” tanya Henson.

Ia juga menyesalkan tidak adanya langkah kongkrit dari Pihak PTPN IV dalam penanganan banjir di Simalungun ini.

Direktur keuangan PTPN IV Budi mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan apa yang telah dipaparkan tim ahli dari USU akan tetapi pada tahun depan di bulan Februari.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir, Mangapul purba, Rony Reynaldo, Iskandar Sinaga dan beberapa anggota DPRD Komisi D, pihak dari PTPN IV turut hadir juga Direktur keuangan, manager kebun unit Marjandi, manager kebun Marihat, HIMAPSI dan masyarakat sekitar.

Dalam pertemuan, disepakati bahwa pihak PTPN IV akan melakukan apa yang disarankan tim ahli dari USU dan akan dikerjakan pada bulan Februari 2022 mendatang.

Setelah dibuat kesepakatan bersama, Anggota DPRD bersama GEMAPSI, pihak PTPN IV dan masyarakat melakukan kunjungan langsung ke lapangan melihat awal titik banjir dan lokasi longsor di Sipoldas Kecamatan Panei dan Simpang Raya Dasma Kecamatan Panombeian Panei akibat dari paret-paret yang dibuat pihak PTPN IV.

Tambah diakhir, Delpin Barus, meminta kepada pihak PTPN IV dan pihak PU Sumut supaya segera kordinasi, baik guna mengatasi kerusakan jalan rusak di Simalungun ini.

(S. Hadi Purba)

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts