spot_imgspot_img

Herri Darsyah : Ciptakan Lapangan Kerja, Jangan Sampai Terciptanya Konflik Di Lebong

LEBONG, BIDIK07ELANGOPOSISISiapapun Pemimpin/ Bupati/ Kepala daerah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, “ciptakanlah lapangan kerja, jangan sampai terciptanya konflik” selama ini kondisi riil di Lebong, aman dan nyaman, kendati kesulitan ekonomi terjadi kata Herri Darsyah, SH salah satu tokoh masyarakat Lebong, kepada Wartawan Bidik07ElangOposisi, (Beo.co.id), Kamis malam Jum,at pkl 19:30.00 WIB, 15 Juli 2021. Dikediamannya, Muaro Ketayau dua.
Saya terkejut mendapat informasi dan membaca lewat media Online, adanya oknum tak dikenal mendatangi Sekda Lebong Mustarani, (14/7/2021) keruang kerjanya, “marah-marah dan menyerang kehormatan Mustarani sebagai pejabat daerah.”
Apapun masalah yang mau atau minta diselesaikan, pertama penuhilah prosedurnya, kedua berlaku sopan, jangan bertindak sendiri dan main Hakim sendiri.
Kita menghormati dan menghargai setiap warga masyarakat yang mengurus keperluan pribadi dan keluarganya  dipemerintahan daerah harus dilayani dengan baik. Oleh aparatur terkait.
Pemerintah daerah Kabupaten Lebong, adalah pelayan masyarakat, bekerja dan bertugas untuk menyelesaikan keperluan masyarakat.
Apa lagi mengurus kepentingan generasi muda kita kedepan, seperti untuk tenaga harian lepas terdaftar (THLT), merekakan generasi Lebong, juga calon pemimpin masa depan, tegas Herri Darsyah, populer dipanggil, “Iving” itu.
Namun, dalam kepengurusannya, tidak boleh dengan cara-cara kekerasan apa lagi menyerang asn/ pejabat dengan mengeluarkan kata-kata kotor, keras dan tidak beretika. Kabupaten Lebong adalah milik bersama, bukan milik kelompok, apa lagi individu dan tidak juga milik penguasa.
Kabupaten Lebong, adalah milik masyarakat Lebong, satu kesatuan dengan kabupaten lainnya dalam wilayah/ daerah Provinsi Bengkulu.
Demikian halnya seluruh aparatur pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan pada masyarakat harus disamakan, tidak boleh ada yang diistimewakan dan dikerdil atau diabaikan, semua harus diberlakukan sama, sesuai dengan hak dan kewajiban.
Dan oknum yang menyerang Sekda Lebong Mustarani, itu tidak boleh membawa-bawa nama Tim Sukses Bupati Lebong sekarang Kopli Ansori, dan presidium Lebong, tegas Iving.
Pilkada sudah selesai siapa yang dilantik itulah bupati kita, bukan bupati kelompok. Katakanlah misalnya, oknum yang meributi Sekda Mustarani itu, benar Tim Sukses Kopli, ketika pasca pilkada tempo hari, dan benar anggota Presedium proses pendirian Kabupaten Lebong, jika ada urusan ya mengadulah kepada Kopli. Secara internal, jangan membawa nama Tim Sukses apa lagi presedium, dalam berurusan di Pemda Kabupaten Lebong, ujarnya.
Saya ini, lanjut Iving resmi anggota Presedium, sialakan chek dokumen yang ada, sebagai Wakil Sekretaris. Namun, saya sadar diri, saya tidak membawa-bawa nama presidium Lebong, saat berurusan apa saja di Pemkab Lebong, papar Iving.
Kalau bicara soal tim sukses, itu urusan internal, kalau kekantor Pemkab Lebong dan jajarannya, harus sesuai prosedur yang berlaku, ujarnya. Dan tidak nyelonong saja, lalu marah-marah, apa lagi main hakim sendiri, tegas Iving.
Kalau menempuh prosedur yang berlaku tidak ada urusan yang tidak bisa diselesaikan. Semua masalah bisa diselesaikan, jika kita bawa secara tenang dan diurus secara benar, tanpa kekerasan kata Karatedo penyandang gelar dan dua ini.
Saya menghimbau mari bangun kebersamaan, secara damai. Dan kita harus damai dulu dengan diri sendiri, baru bisa damai dalam daerah sendiri atau dengan pihak manapun. Siapapun Bupati Lebong, membangun untuk masyarakat Lebong, bukan untuk siapa-siapa?
Saya menilai jelas Iving, penyerangan terhadap Sekda Mustarani kalau dibiarkan berlarut, “bisa saja terjadi esok atau lusa pada dinas lainnya.” Maka saya tetap menghimbau, mari kita selesaikan masalah secara benar dan professional, tidak sekali-kali dengan cara emosional.
Lebong ini kecil, tapi Suku Bangsa Rejang besar dan ada dimana-mana, kendati kita berjauhan tempat tapi kita bersaudara. Bahkan masih banyak yang hubungan keluarga dekat, jadi kita harus saling menjaga dan membangun kebersamaan satu sama lainnya, kata mantan pecinta Silat Rejang ini, pada Beo.co.id.
Saya ini terang Iving, pecinta seni bela diri Karatedo, Silat Djang, dan Merpati Putih, tapi tidak ada pihak yang saya sakiti. Terkecuali diserang, hanya untuk membela diri. Jika masih bisa mengalah, saya tetap memilih mengalah dan berdamai dalam menyelesaikan masalah, kata mantan anggota Presedium ini mengakhiri. (***)
Laporan             :  Tim Beo.co.id & Gegeronline Group
Editor/ Penulis  :  Gafar Uyub Depati Intan.

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,995PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts