spot_imgspot_img

Info Untuk Bupati Kerinci: PAMSIMAS, Korbankan Masyarakat Sungai Batu Gantih Hilir

Catatan yang terabaikan : Gafar Uyub Depati Intan

GUDI. DOK Pribadi

PEMBANGUNAN SEHARUSNYA MEMBERIKAN AZASMANFAAT BAGI MASYARAKAT, BANGUNAN APA SAJA UNTUK MENINGKATKAN KE-SEJAHTERAAN, BANGUNAN YANG DIBUTUHKAN, DIMANA DAN KAPANPUN DIBANGUN SEPANJANG TIDAK MEMBERIKAN AZASMANFAAT ARTINYA GAGAL BANGUNAN, BAIK SEBAGIAN ATAU KESELURUHAN. UNTUK MEMASTIKAN ADA TIDAKNYA KERUGIAN KEUANGAN NEGARA, DAN KERUGIAN TERHADAP KEPENTINGAN MASYARAKAT.  PEMERINTAH HARUS MEMBENTUK TIM INDEPENDEN, UNTUK MEMASTIKAN, ADA TIDAKNYA KERUGIAN YANG TERJADI?

Hasil-hasil pembangunan, bermanfaat atau tidak Bupati/ Kepala Daerah Kabupaten Kerinci, DR. H. Adirozal, MSi, Wakil Bupati, DPRD-Komisi Bidang Pembangunan penting tahu secara pasti kegiatan fisik pembangunan dalam wilayah / daerah Kerinci telah memberikan manfaat atau belum?
Apa lagi Bupati Kerinci Adirozal bersama Wakil Bupati Ami Taher, telah mencanangkan pembangunan KLB Jilid II (dua) Berkeadilan, (Pembangunan Kerinci Lebih Baik) – Berkeadilan, seharusnya mampu memberikan azasmanfaat untuk kemakmuran masyarakat, bukan sebaliknya.
Apa lagi mengorban usaha masyarakat, akibat pembangunan Penyedian Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Desa Sungai Batu Gantih Hilir, Kecamatan Gunung Kerinci, Prov. Jambi tahun anggaran 2019 menghabiskan biaya sebesar Rp. 360 Juta itu. Dan hasilnya, belum setetes air bersih layak minum dan untuk mencuci yang bisa dimanfaatkan masyarakat, sampai hari ini, sejak pembangunan PAMSIMAS dinyatakan selesai dan diserahkan pada masyarakat setempat.
Dan telah diberitakan Beo.co.id dan Gegeronline.co.id, pada laporan dua media itu sebelumnya.  Apa lagi sumber dananya DAK (Dana Alokasi Khusus) APBN dari pemerintah pusat, dan didampingi dana dari Swadaya masyarakat (patungan). Karena tidak memberikan azasmanfaat, berarti Negara dirugikan bersama masyarakat.
TIM INDEPENDEN: Tim Independen itu, terdiri dari Pemerintah, jika di kabupaten dari Pemda setempat, dinas dan instansi teknis, konsultan (pendamping), aparat penegak hukum yang berwenang, DPRD dari Komisi Bidang Pembangunan, wakil dari masyarakat, tenaga ahli dan wakil dari masyarakat Jasa Konstruksi. Kinerja tim terbuka untuk umum, (boleh dilihat masyarakat), saat dilakukan pengecekkan kelapangan.
Uji Coba Membawa Petaka:  PAMSIMAS, yang dianggap sudah selesai itu dilakukan uji coba dengan memasukkan air, tujuannya agar bisa beroperasi secara normal dan member azasmafaat bagi warga Desa Sungai Batu antih Hilir, yang selama ini sekitar lebih kurang dua ribu jiwa, belum mendapatkan air bersih layak minum dan untuk mencuci.
Saat uji coba memasukkan air kebangunan PAMSIMAS, bak penampung tidak mampu menerima dengan normal, menurut masyarakat setempat dan para pemilik ladang (kebun) serta pemilik Sawah, terjadi luapan dari bak penampung, bak pembagi, menghajar dua bidang Ladang warga, mengakibatkan terjadi longsor dan menimbun sawah.
Yang terjadi bukannya masyarakat menikmati air bersih layak minum, malah menimbulkan kerugian bagi warga setempat yang ladangnya longsor dan sawahnya tertimbun, akhirnya gagal panen.
Berikut penjelasan korban: Cik Umping salah satu korban pembangunan Pamsimas, kepada Beo.co.id mengatakan saya adalah pihak yang sangat dirugikan Sawah saya tertimbun tanah akibat meluapnya air dari Bak Penambang yang menghantam dua kebun warga dan meluluh lantakkan sawah saya, sehingga gagal panen tahun ini, keluhnya.
Ketika saya tanyakan kepada salah satu pelaksana pekerjaan, malah saya dicaci maki dan dimarah-marahi. Petugas pelaksana itu memarahi saya, dengan mengatakan bapakkan orang Siulak Mukai Kecamatan Siulak, “jangan macam-macam di Sungai Batu Gantih.” Kata Cik Umping, menirukan kemarahan oknum pelaksana itu, dipaparkan/ jelas kepada Wartawan media ini, dikutip kembali.
Saya tetap meminta ganti rugi kepada pemerintah atau pelaksanaan fisik kegiatan yang membangun Pamsimas, karena saya dirugikan. Akibat gagal panen kemana saya harus mencari makan untuk menghidupi anak dan istri saya. Dan saya hidup dari bertani, keluh Cik Umping seraya memelas kasihan adanya ganti rugi, bagi kelanjutan usaha keluarganya.
Korban lainnya, Pak Hasan, 60 tahun memberikan keterangan yang juga korban dalam pembangunan Pamsimas, ladangnya longsor akibat diterjang air yang berlokasi diatas ladangnya, hingga merugi jutaan rupiah seharusnya pihak PUPR membangun Pamsimas tidak merugikan kami. Kulit Manis (Cassiavera) yang hanyut akibat terjangan air dari bangunan Pamsimas harus diganti, kamikan dirugikan ujarnya.
Korban lainnya juga menimpa laki Lina, (pak Riski), akibat longsor juga merugi jutaan rupiah.
Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat dikenakan, pembayaran uang, diduga Pungutan Liar (Pungli):  Ditengah berjalannya proses pembangunan Pamsimas di Desa Sungai Batu Gantih Hilir, diduga ada pungutan liar terhadap warga Desa Sungai Batu Gantih Hilir dipungut bayaran untuk mensukseskan pembangunan Pamsimas, dengan besar pungutan per-kk Rp 60.000, (enam puluh ribu rupiah), korbannya hampir 200 kk (kepala keluarga).
Hal yang menyakitkan masyarakat tak setetespun air mengalir untuk masyarakat minum, mencuci dan buang hajat besar. Dugaan praktik kotor dsiduga dilakukan PR, 26 tahun pantas diusut tuntas oleh aparat penegak Hukum. Bayangkan sudah tiga tahun berjalan, pembangunan Pamsimas dimasa Kepala Desa Sungai Batu Gantih Hilir dijabat oleh Kades Safrita, yang nota benenya adalah keluarga dekat Pander (Ketua) Pelaksana fisik dan teknis.
Dan kasus PAMSIMAS, yang diduga adanya penyimpangan dan penyalahgunaan dana oleh para oknum dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, (Dinas-PUPR) Kerinci, disinyalir berkelaborasi dengan oknum “Bobi Cs” dari jumlah uang Rp.360 juta itu, ratusan juta diantara dikelola Dinas PUPR Kerinci, untuk membeli material Pipa. Besi dan Semen, serta pembuatan RAB (Rencana Anggaran Biaya), tidak diberi tahu pada KKM (Kelompok Kerja Masyarakat), yang di ketua Pander.
Sebagaimana dijelaskan Pander, dalam laporan Wartawan Beo.Co.Id dan Geger, pada berita sebelumnya. Diktup kembali. Inilah agaknya Bupati Adirozal, perlu tahu kondisi riil fisik PAMSIMAS, yang tidak memberikan azasmanfaat, hingga saat ini. Pander, selaku Ketua Panitia Kelompok kerja telah berusaha mengerjakan PAMSIMAS dengan baik, namun keterbatasan dana yang tersisa dari Dinas PUPR Kerinci, membuat pekerjaan fisik apa adanya. Solusi (Jalan keluarnya), bagaimana usaha untuk memfungsikan PAMSIMAS itu, kedepannya mampu memberikan azasmanfaat bagi masyarakat Desa Sungai Batu Gantih Hilir. (***)

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,887PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts