30.9 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

Mustarani Abidin Plh Bupati Lebong Sampai Pelantikan Bupati & Wabup Terpilih

LEBONG, BEO.CO.ID - Belum lantiknya Bupati dan Wakil Bupati Kopli Ansori – Fahrurrozi, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu oleh Kementerian dalam negeri (Kemendagri) yang dijadwalkan...

Latest Posts

Drainase Rusak Parah, Perumahan Mukakuning Pratama (MKP) Terancam Banjir

BATAM KEPRI, BEO.CO.ID Ancaman banjir akan melanda, bila drainase depan Perumahan MKP tidak diperbaiki dan dengan kondisi yang sudah rusak parah, Minggu (07/02/2021), pukul 14:38 WIB belum lama ini.

Pasalnya, diduga tidak berjalannya dana opersional (OP) irigasi atau drainase sebagai dana rutin dari tanggap darurat.


Kondisi drainase depan perumahan MKP yang terlihat rusak parah.
Sedangkan pemerintah Kota Batam lagi memperbaiki gorong-gorong di batu aji. Sedabgkan Drainase yang berada di depan Perumahan Mukakuning Pratama (MKP), Sei Langkai, Kecamatan Sagulung, terlihat rusak parah dan perlu perbaikan total.


Pantauan oleh para media di lapangan, batu miring yang dulunya berdiri tegap sudah longsor dan hampir rata dengan dasarnya. Kerusakan drainase hanya terlihat di saat air laut tidak pasang dan tidak turun hujan.

Diketahui, drainase yang memiliki lebar sekitar 6 meter ini akan bermuara ke sungai Sangulung. Air di dalamnya bersumber dari beberapa perumahan di Batuaji dan Sagulung.


“Sudah lama seperti itu, hanya saja sangat jarang terlihat karena selama ini tertutup air,” ucap Boby warga sekitar, (7/2).


Menurut Boby, kondisi drainase sudah sangat memperihatinkan dan harus mendapatkan penanganan yang cepat. Jika masih dibiarkan, maka aliran air semakin lambat karena terhalang oleh batu miring yang sudah longsor tadi.


“Ini seharusnya cepat diperbaiki, sebab sangat berpontensi menyebabkan banjir,” ucapnya.


Senada disampaikan Wendy, warga sekitar dia mengatakan, disamping umurnya yang sudah tua, bangunan drainase tidak kuat dan akhirnya longsor.

“Bangunan drainase sudah memasuki badan dalam sungai, yang ada hanya menghambat aliran air saja, ini yang harus cepat ditangani,” ucapnya.


Akibatkan struktur fisik bangunan drainase yang turun kebawah sungai terjadinya akrasi sungai ketika intentitas hujan tinggi dan air mengalami peningkatan volume.

“Warga sekitar berharap supaya ada peremajaan drainase agar tidak ada ancaman banjir,” jelasnya.

(Dewi Sartika-Batam)

Latest Posts

Don't Miss