28.8 C
Jakarta
Senin, April 12, 2021
spot_img

Latest Posts

Ini Alasan Pedagang Daging, Wabup RL Sidak Temukan Ada Item Harus di Benahi

CURUP, BEO.CO.ID-Pasar daging pasar rakyat berlokasi di Pasar Atas Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu yang dibangun dengan uang negara miliar rupiah ditolak oleh para pegadang. Kendati demikian telah dilakukannya sidak lapangan oleh Wakil Bupati Rejang Lebong beserta Kadis PUPR dan Kabid Perdagangan sebagaimana menjadi tujuan awal dalam manfaat bangunan pasar daging yang baru, (25/3/21).

Indikasi yang menguat penolakan oleh pedagang daging daerah tersebut, lokasi yang tidak strategis dengan alasan jauh dari pembeli. Parahnya lagi yang menjadi dugaan kuat tempat penjualan yang kecil membuat pedagang sangat keberatan, terutama saluran pembuangan limbah (drainase) dan jalan kondisi masih becek untuk dilalui ke gedung baru.
Saat diwawancarai di lokasi pasar tersebut Wakil Bupati Hendra Wahyudiansyah mengatakan, memang ada beberapa Item yang harus dibenah dan dalam Sepekan pasar Rakyat ini akan segera berjalan.
“Masalah saluran drainase sendiri akan kita usulkan untuk melakukan pembenaran, yang jelas secara keseluruhan dalam waktu sepekan akan segera bisa dimanfaatkan,” jelasnya dikutip dari RadiusRafflesia.com. Diungkap oleh Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendra Wahyudiansyah yang mengakui bahwa ada beberapa item yang harus dibenahi kedepan walau pun tetap akan dilanjutkan.
Masih Hendra menambahkan membantah tidak ada kendala, bahkan mereka (pegadang daging) minta ingin segera dipindahkan ke tempat tersebut.

“Kalo pedagang tidak ada permasalahan bahkan mereka minta untuk segera dipindahkan karena tempatnya sangat strategis,” tegasnya.
Sementara itu Kabid Perdagangan, Sukrial menjelaskan, dalam sepekan akan kita upayakan agar langsung bisa digunakan karena pedagang lama yang mempunyai hak atas tempat tersebut ingin segera dipindahkan
“Kita sudah panggil pedagang yang memang berhak atas tempat tersebut, mereka ingin segera di pindahkan karena memang tempat nya bersih dan fresh,” ujarnya.

Pedagang Daging Keberatan Pindah Baru “tempat terlalu kecil”

Hal ini terbalik ketika awak media ini menyambangi para pedagang, 26 Maret 2021 meminta keterangan akan pindah ke pasar yang baru.
“Tidak mau pindah ke dalam gedung pasar rakyat pasar daging sebagai raso kami yang memiliki ditempat kami, maso sepi di belakang ko apo lagi didalam, pedagang bumbu, kelapa, disekitar Pasar Rakyat,” tegas Dedi pedagang daging ayam potong menolak pindah, (26/3/21) pukul 10:30 WIB belum lama ini.
Begitu juga pedagang daging yang lainnya mengatakan, “sepi gedung belum bisa dimanfaatkan pembeli engan ke belakang untuk berbelanja, lanjut belanja dari pinggir badan jalan bukan ke dalam gedung, jalan masih becek di dalam gedung juga kecil dak bisa untuk frezer dan cincang daging “ujar suryadi dan tambahkan, Mar yang juga pedagang daging ayam potong yang engan untuk pindah ke gedung pasar rakyat pasar daging.

Hal senada juga disampaikan Eko mengatakan, kami tidak galak pindah ke dalam gedung sempit idak bisa cincang daging jalan juga masih becek dan kemana ndak buang limbah nyo jelas, ada limbah tu dari lokasi luar.
disampaikan oleh pegadang ayam potong kepada awak media ini mengatakan, “tempat kami tidur be itu mano, bisa jualan disitu sepi,” ujar pedagang daging ayam potong Titi.

Pewarta : Wika Rifani

Latest Posts

Don't Miss