spot_imgspot_img

Jalan Hancur Setelah Digoreng Semumu-Bukit Arai

Catatan Komitmen, Zoni Irawan

Kata orang bijak dan jujur, “Banyak orang gagal Bukan karena tidak mampu, Melainkan tidak punya Komitmen” setidaknya hal ini terjadi disejumlah pembangunan fisik terutama dibidang Infrastruktur Jalan lingkungan, jalan kabupaten/ kota, jalan desa, jalan provinsi, bahkan jalan Nasional, demikian pembangunan di sektor SDA (Sumber Daya Air), Gedung dan Perkantoran, secara terknis dan mayoritas di Kelola Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman, (Dinas PUPR), Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, justru berumur pendek, jauh dari rencana umur bangunan.

Dugaan kegagalan pencapaian kualitas, disebabkan para aktor pelaku pembangunan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) atau PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), Pengawas lapangan, yang ditunjuk melaksanakan teknis kegiatan bukan tidak mengerti atau tidak tahu, tapi tidak punya komitmen (tanggungjawab) terhadap tugas pengawasan yang diberikan atas perintah tertulis kepala dinas atau bupati/ kepala daerah selaku penanggungjawab/ pengambil keputusan dalam pembangunan infrastruktur.

Tugas, fungsi dan peran pengawasan yang diberikan kepada PPTK/PPK dan Pengawas dengan surat keputusan (sk), sesuai jenjang dan tugas masing-masing. Dan mereka yang ditunjuk sebagai PPTK dan Pengawas, telah melalui pendidikan, setidaknya kursus/ penataran di bidangnya masing-masing, yang dibiayai oleh Negara, (uang rakyat). Dengan kata lain, mereka telah dibekali sebelum memangku jabatan tersebut.

Bahkan dua puluh tahun terakhir Pemerintah melalui dinas dan instansi terkait, telah memberikan kesempatan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), dulunya PNS sesuai bidangnya masing-masing diberi kesempatan (disekolahkan), untuk mendapatkan ilmu pengawasan dibidang masing-masing Jalan, Jembatan, Pengairan (SDA), Gedung dan perkantoran. Mereka yang ditugaskan secara ilmu sudah tak perlu lagi diragukan kemampuannya.

Namun sangat disayangkan, program pembangunan Infrastruktur yang dijadikan unggulan Bupati Kerinci, DR. Adirozal, MSi, pembangunan Kerinci Lebih Baik Berkeadilan sangat populer dengan sebutan KLB Berkeadilan, jarang yang berkualitas bahkan sejak periode pertama Adirozal menjabat Bupati Kerinci 2014-2019, kini 2019-2024 memasuki tahun ketiga pada periode keduanya, banyak pekerjaan fisik jalan “tak sampai seumur jagung” sudah rusak dan hancur.

Tim Catatan KOMITMEN GEGERONLINE.CO.ID, yang dikoordinir Zoni Irawan menemukan banyak kejanggalan, bahkan hancur dalam hitungan bulan. Contoh terkini Pengerjaan Jalan Aspal Goreng, Desa Semumu – Bukit Arai, Kecamatan Depati Tujuh, Kerinci, jalan ini hancur “setelah digoreng dengan aspal goreng”

Seharusnya, jalan yang diharapkan masyarakat Semumu dan sekitarnya ini menunjukkan kualitasnya, untuk memberikan azas manfaat sebagai tujuan akhir pembangunan, berkualitas dan bertahan lama setidaknya sesuai rencana umur bangunan.

Jalan Aspal Goreng, Semumu – Bukit Arai bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kerinci tahun 2021. Berbiaya sebesar Rp. 374. 205, 437, 48,- Kontraktor CV. PUNCAK ANDLAS, yang beralamat di Desa Pasar Senen, Kecamatan Siulak, Kerinci. Bayangkan berdasarkan fakta dari lapangan pada posisi September 2021 sudah membentuk cekung dan cembung bahkan ada yang hancur.

Wajar jika muncul pertanyaan dari masyarakat awam, apakah pengerjaan jalan ini sudah diawasi secara benar, hingga dapat berumur agak panjang, pertanyaan seperti ini dianggap lumrah dan diabaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kabupaten Kerinci CQ Bidang Cipta Karya.

Pengawas lemah: Dugaan adanya pencurian volume fisik, oleh pihak Kontraktor CV. PUNCAK ANDALAS itu, dalam penjelasan PL (Penunjukkan langsung/ pemelihan langsung), dijelaskan Peningkatan Jalan Desa Semumu-Bukit Arai dengan pekerjaan Konstruksi, namun tidak dijelaskan berapa meter panjang dan lebarnya?. Dan atau jumlah volume pekerjaan.

Dan hasil kinerja dilapangan, selain tidak merata pemadatannya, bukti petunjuk sudah banyak pada titik tertentu mengelupas dan hancur. Pertanggungjawabannya langsung pada Satuan Kerja Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Disini peran dan tanggungjawab Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya dipertaruhkan, tidak langsung kepala dinas.

Lemahnya pengawasan lapangan tidak saja “terjadi” di Jalan Desa Semumu-Bukit Arai, diduga juga terjadi di Link Jalan Siulak Kecil Hilir-Padang Jantung, Kecamatan Siulak yang dikelola Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kerinci, sebagaimana pernah ditulis Gegeronline.co.id, belum lagi pekerjaan di sejumlah lokasi lainnya, baik itu pekerjaan SDA (Pengairan), maupun Gedung dan Perkantoran dinas Pemkab Kerinci.

Solusinya untuk mendukung program Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Kerinci di Bidang Infrastruktur, termasuk dalam sepuluh ( 10 ) Program Unggulan Adirozal – Ami Taher, maka pengawasan dan komitmen PPTK/ PPK, harus ditingkatkan.

Karena Bupati/ Kepala Daerah bukan jabatan Teknis melainkan politis, maka harus ada konsekuensi pengambilan keputusan guna meningkatkan Pembangunan KERINCI LEBIH BAIK-BERKEADILAN (KLB-BERKEADILAN), sebagaimana dijanjikan “Adirozal-Ami Taher” pada masyarakat Kerinci.

Maka Bupati Kerinci, perlu melakukan stressing dan sidak (ispeksi mendadak), tanpa serenai kelapangan untuk sejumlah lokasi kegiatan pembangunan fisik guna meningkatkan infrastruktur yang di janjikan itu.   (rkhssp).

 

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,995PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts