spot_imgspot_img

KEBAKARAN HEBAT HELER HASANUSIN, TANPA BANTUAN DAMKAR LEBONG

LEBONG, BEO.CO.ID – Kebakaran hebat pada Heler milik Hasanusin Desa Tik Koto, Air Dingin, Jalan Lintas Curup – Lebong Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Prov. Bengkulu, Senin, 6 September 2021 sekitar,  pukul 14: 30 WIB lalu hanya menyisakan debu dan arang , menelan kerugian puluhan juta rupiah, tanpa bantuan dari Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebong. Diduga sulitnya koordinasi, sedangkan jarak tempuh memakan waktu sekitar 1: 30; 15 jam (satu jam tiga menit lima belas detik).

Posisi Desa Tik Koto, Air Dingin yang masuk dalam Kecamatan Rimbo Pengadang itu, lebih dekat ke wilayah Rejang Lebong, mereka berada didaerah perbatasan Air Dingin.

Kebakaran itu diketahui Mawarni Wulandari. Mawarni, mengatakan “ Ia melihat asap mengepul dari Heler, belakang rumah Hasanusin. Yang pada saat itu Ia (Mawarni, red) tengah santai duduk diatas Loteng bagian belakang rumah, jelasnya.

Melihat adanya asap yang mengepul dari Heler, ia mengaku sempat panik melihat asap begitu besar. Lalu melaporkan dengan memberi tahu orang yang ada disekitar dan dirumah Hasanusin, urainya.

Masyarakat berusaha melakukan pertolongan memadamkan api, dengan cara seadanya. Sambil menunggu bantuan dari Mobil Pemadam Kebakaran dari Muara Aman, Lebong. Dan atau bantuan dari Rejang Lebong yang lebih dekat dengan waktu perjelanan 30 menit (setengah jam).

Rizki, anak dari Hasanusin, mengatakan yang didampingi warga dan kerabat, berharap Kru Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mengatasi kebakaran yang besar itu, namun tidak ada koordinasi ke Damkar Lebong.

Dan tidak ada koordinasi kedua dinas tersebut, (Damkar Lebong dan Rejang Lebong) dan warga tidak tahu nomor telephone keduanya yang bisa di hubungi.

Dari pukul 14 (jam 2) siang kebakaran sampai habis tidak mendapat pertolongan dari Dinas Pemadam Kebakaran baik dari Lebong maupun Rejang Lebong.

Sedangkan Mobil Dinas Damkar Lebong, setelah sampai kelokasi kebakaran semua sudah habis menjadi abu dan arang, dan poing-poing kehancuran. Dan tidak satupun harta yang dapat diselamatkan.

Rumah serta Heler Kopi dan Mesin pembuat Kaos kaki, rumah saat itu kosong ditinggal penghuni, pergi ke Kebun pulangnya sore. Total kerugian belum bisa diketahui berapa total nominalnya. Namun dalam perkiaraan lebih kurang Rp300 juta, uang kontan ada Rp50 juta (uang kayu, red).

Mesin Heler, 3 Unit kendaraan bermotor, Mesin pembuat Kaos Kaki dan rumah beserta isinya. Semuanya jadi abu, kata Rizki Bin Hasanusin kepada awak media ini.

Hasanusin ditemua, (8/9/2021 mengatakan “ lambannya Damkar datang kelokasi akhirnya habis semuanya. Seandai dalam waktu setengah jam saja sudah sampai kelokasi dan memberikan pertolongan rumah dan seisinya tidak akan habis, semuanya tandas nya.

Sedang Damkar yang ditunggu dari Lebong itu, berada di Taba Atas (Taba Daat), dan kedaraan menempuh waktu lebih kurang dua jam ujarnya.

Damkar, sampai di lokasi semuanya sudah habis, tak ada yang tersisa. Padahal ada mobil Damkar milik Pemda Rejang Lebong yang standbay di Kantor Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong yang dekat dengan lokasi kebakaran, namun tidak bisa beroperasi, itu hanya titipan.

Mobil Damkar Pemkab Rejang Lebong yang berada di Kantor Kecamatan tepatnya di Desa Kampung Melayu, memang sudah dihubungi keluarga korban (masyarakat), via telephone oleh Indra, masyarakat  Tik Koto, minta bantuan untuk disampaikan pada Dinas Damkar Bermani Ulu.

Namun dijawab belum ada perintah dari pejabat daerah, kata masyarakat Kampung Melayu yang menemui pihak Damkar Kampung Melayu. Dan dijelaskan pihak Kru Damkar tidak mengetahui adanya informasi telephone bahwa adanya kebakaran.

Camat Bermani Ulu di hubungi, (8/9/2021), Solahudin, mengatakan “ kami hanya menerima titipan mobil Damkar, untuk kru (Operator/ Driver) Damkar bukan wewenang kami, kecamatan hanya menerima titipan, ujarnya.

Dan untuk operasional mobil Damkar tidak ada dalam anggaran kecamatan, dan mobil Damkar hanya dititip saja untuk standbay ujarnya. Secara terpisah Hasanusin, mengatakan saya merasa pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lebong, tidak ada koordinasi dengan Rejang Lebong, ujarnya sehingga tidak bisa memberi pertolongan ungkapnya.

Dan Kades dan masyarakat tidak mempunyai nomor telephone Damkar Rejang Lebong yang bisa dihubungi.

Hasanusin, sangat sedih saat dihubungi keluarga dan kerabat dekatnya, kita berharap jangan terjadi lagi. Dan kedepannya harus ada koordinasi antara Damkar Lebong dan Rejang Lebong, karena masyarakat Air Dingin dan sekitarnya berada di perbatasan. Agak dekat ke Rejang Lebong, ketimbang ke Lebong.

Masyarakat yang berada di perbatasan ini, sangat berharap kedepannya ada koordinasi antara Dinas Damkar Lebong dan Rejang Lebong.

Masyarakat hanya dibantu pihak Kodim dan Polres Rejang Lebong bersama masyarakat membersihkan poing-poing kebakaran. Para pejabat Lebong, hanya bisa berkunjung kelokasi kebakaran antara lain Fahrulrozi, dan pihak BNPB, dan Lasmudin Camat Rimbo Pengadang bersama Kades Nasril Yani, hanya melihat-lihat abu dan arang serta sisa kebakaran lainnya.

Dari pengamatan Wartawan Beo>co.id, mengingat masyarakat Air Dingin dan sekitarnya jauh dari Lebong, perlu adanya koordinasi antar dinas terkait, mengingat Tik Koto dan sekitarnya jauh dari Lebong, dan memakan waktu bisa mencapai dua jam perjalanan.

Guna mengantisipasi keadaan kedepannya, koordinasi antara pimpinan kepala daerah/ Bupati Lebong dan Rejang Lebong, sangat penting dilakukan, mengingat masyarakat yang tinggal diperbatasan perlu diberi pelayanan yang sama dengan warga Lebong lainnya. Mengingat Air Dingin, Tik Koto, berada dalam wilayah Kabupaten Lebong.

Laporan              :   Wika Rifani

Editor/ Penulis   :   Gafar Uyub Depati Intan

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,995PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts