spot_imgspot_img

“Lebong Kusut Masai,” Perubahan di Pundak Bupati Kopli Ansori

OPINI

LEBONG, BEO.CO.ID – Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Lebong periode 2021-2024 Kopli Ansori dan Fahrurrozi, Jum’at 26 Februari 2021 lalu resmi dilantik oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di Balai Raya Semarak.
Dari sejak dilantik sudah berjalan 90 hari (tiga bulan) sampai hari ini tepatnya 19 Mei 2021 menjalankan roda pemerintahan di bumi Swarang Patang Stumang yang memiliki kompleksitas masalah tidak dikelola secara benar, ‘bak kusut masai’ peninggalan pemerintah terdahulu harus dilakukan dengan ekstras keras untuk mendapatkan hasil optimal.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Lebong, Burhan Dahri disela-sela kesibukannya menghadir acara hajatan penikahan di Desa Pangkalan menyampaikan, pesan kepada Bupati Kopli Ansori dan Wakil Bupati Fahrurrozi untuk berani membenahi benang-benang kusut ada di birokrasi Pemkab Lebong sejak resmi dilantik menjadi orang nomor satu di bumi Swarang Patang Stumang.
“Bupati Kopli harus berani memperbaiki birokrasi benang-benang kusut hingga ke pelayanan publik yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya dan mampu memperlihatkan output 100 hari kerja yang hanya menghitung beberapa hari lagi,” harap Ketua APDESI Lebong saat memberi opini kepada Bidik’07 Elang Oposisi (BEO.CO.ID), Rabu (19/5/21).
Diterangkan lagi, tidak hanya pembenahan birokrasi dan pelayanan publik, pemerintahan yang masih seumur jagung juga harus memberi bentuk hasil yang prorakyat demi pentingan masyarakat Lebong, sesuai dengan Visi dan Misi waktu debat kandidat diselenggaran KPU. Serta berkomitmen menciptakan roda pemerintahan otonom yang bersih dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), jangan mencontoh pemerintahan sebelumnya.
“Seperti masalah kecil, gaji Tenaga Harian Lepas Terkontrak (THLT) ada yang belum dibayar, ini harus dituntaskan, selama 4 bulan. jangan hanya office boy (pesuruh kantor) dan cleaning service, (petugas kebersihan), Operator saja dan ini harus tuntaskan, agar tidak mengundang konflik dikemudian hari, berani menciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN),” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Komunikasi Lintas Pembangunan Lebong (FKLPL), Nedi Aryanto Jalal mengatakan, pemerintah sekarang harus mampu membangun sektor ekonomi masyarakat, ekonomi kreatif dan inovasi terutama daerah berpotensi wisata yang menghasilkan uang untuk masyarakat.
“Disektor Pertanian terkhusus sawah dan ladang serta penambang emas tradisional sebagai sumber ekonomi kerakyatan menjadi skala prioritas dan diutamakan berkaitan langsung dengan perut, mengingat waktu tidak mencapai 5 tahun menjabat,” ucap Aryanto Jalal yang hoby memposting akun media facebook pribadinya hewan harimau kumang dan harimau putih.
Ketua FKLPL mengingatkan, jangan mudah terhanyut dengan kemasan berbungkus euforia menjalani program tanpa tindaklanjuti, menang dengan kemasan masyarakat perlu bukti dan hasil yang rasional dihadapan masyarakat Lebong, mulai dari jajaran terbawah desa untuk bekerja keras dan saling memahun seperti motto” Swarang Patang Stumang.”
“Bupati Kopli harus berani memberi laporan kepada masyarakat Lebong, secara terbuka melalui jumpa Pers dengan rekanan awak media, hasil dari 100 hari kerja yang dicapai untuk mengwujudkan Lebong bahagia dan sejahtera, untuk memperbaiki kurang baik menjadi lebih baik, tujuan akhir pembangunan bukan lah meninggalkan aset terbengkalai tapi asaz manfat bagi masyarakatnya,” paparnya akhir.

Pewarta : Sbong Keme

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,998PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts