spot_imgspot_img

Masyarakat Desa Pasar Baru, Pesisir Bukit, Pauh Tinggi & Sungai Jernih Kecewa Dua Periode Bupati Adirozal

Laporan: Muhammad Marhaen & Mariono

KERINCI, BEO.CO.ID – Pemdakab Kerinci, Provinsi Jambi, dengan Bupatinya DR.H. Adirozal, MSi, melalui Dinas PUPR Kerinci, menyatakan “pembangunan berhasil, melalui visi dan misi Adirozal-Ami Taher Kerinci Lebih Baik Berkeadilan, kenyataannya tidak bagi masyarakat Desa Pasar Baru, Pesisir Bukit, Pauh Tinggi dan Sungai Jernih Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci sejak tahun 2014 s/d 2019 dan 2019-2024, kini posisi TA 2022, jalan ekonomi sepanjang 3 (tiga) kilo meter belum tersentuh pembangunan, berupa rehab, untuk pelebaran dan menutup kehancuran lobang disepanjang 3 km itu. Hal ini diungkapkan Hendra, 40 tahun warga Pesisir Bukit, kepada Jurnalist BEO.co.id belum lama ini.

Kehancuran Jalan dari Pasar Baru – Pauh Tinggi, dibiarkan Bupati Adirozal. Padahal sejak kampanye dari periode pertama 2014 silam, dan periode kedua 2018 sampai dilantik di 2019, hingga kini sudah berjalan tahun ketiga periode kedua, sama sekali tak tersentuh perbaikan.

Tak heran masyarakat tidak percaya dengan janji-janji politik Adirozal-Ami Taher, yang akan membangun Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB BERKEADILAN). Mana lebih baiknya dan mana yang digembar gemborkan Berkeadilan, kata Hendra.

Adirozal, tak lebih hanya menjual janji politik belaka. Terbukti sampai tahun anggaran 2021, jalan tersebut vital merupakan jalan ekonomi bagi masyarakat setempat untuk mengangkut hasil bumi seperti Cassiavera (Kayu Manis) = Kulit Manis dalam bahasa Kerinci, Kopi, Kentang, Cabai dan Gabah (Produksi Padi), sangat terganggu. Karena 3 km jalan tersebut hancur, membentuk lobang dan dialiri air kebadan jalan, kian memperburuk keadaan secara fisik, keluh warga pada Jurnalist Beo.co.id. –

Desak Bupati : Masyarakat empat desa menyurati Bupati Kerinci Adirozal Desember 2021, yang ditanda tangani Kades Pasar Baru, Rustam. Kades Pesisir Bukit, Supratman, Kades Pauh Tinggi Endri Azaz & Kades Sungai Jernih, Usansudin. SE dan Camat Gunung Tujuh, Fahrizal, SE, inti/ isi surat tersebut meminta jalan tersebut dibangun, sama dengan daerah lainnya, dan jangan dianak tirikan lagi.

Soalnya, jalan yang dilewati masyarakat keempat desa tersebut sudah lk 8 tahun tidak dibangun Pemdakab Kerinci, masyarakat disini juga membayar kewajiban terhadap Negara/ daerah seperti pajak, pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), perizinan dan lainnya.

sampai berita ini diturunkan. Jadi KLB Berkeadilan, mana yang sebenarnya?. Selama ini, tak lebih dari janji politik, realisasinya belum ada?. (***)

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,129PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts