spot_imgspot_img

Material Longsor Masih Menghiasi Rimbo Pengadang, Wagub Diminta Turun Cek Lokasi ?

LEBONG, BEO.CO.ID – Miris ruas jalan provinsi Bengkulu yang mengubungi Kabupaten Rejang Lebong (Curup) menuju Kabupaten Lebong lebih tempatnya di Kecamatan Rimbo Pengadang masih hiasi tumpukan material bekas longsor di beberapa titik ruas jalan. Kendati salah satu akses perekonomian masyarakat antara dua Kabupaten tersebut.

Foto material longsor di daerah Talang Kodok diambil (4/11/21) belum juga dibersihkan tanpa rambu-rambu pemberitahuan. Dok BEO.CO.ID

Faktanya hampir satu bulan pasca kejadian longsor di beberapa titik di ruas jalan provinsi tersebut dan belum dibersihkan material bekas longsor menjadi sorotan masyarakat Rimbo Pengadang dan pengguna jalan ketika melintas jalan tersebut. Kondisi ini di parah tidak adanya tindak dan aksi gerak cepat dari OPD teknis baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu.

Bahkan kondisi ini belum dilirik Wakil Gubernur Dr. H. Rosjonsyah, S.I.P., M.Si yang belum terlihat batang hidungnya atau pun untuk turun dan mengecek ke lokasi titik longsor yang ada di Kecamatan Rimbo Pengadang saat ini, hal ini menjadi sorotan masyarakat setempat dan mempertanyakan dimana pengawasan Wakil Gubernur Bengkulu.

“Selaku tokoh masyarakat saya dengan BPBD Provinsi Bengkulu dan PUPR Provinsi Bengkulu sangat kecewa, mengapa ini tidak diselesaikan, jalan ini bisa menundang kecelakaan,” ucap Abdul Kadir saat dijumpai dikediamannya, (4/11/21).

Abdul Kadir meminta kepada BPBD dan PUPR Provinsi Bengkulu dan Wakil Gubernur Bengkulu yang berasal dari Lebong dan melakukan tugas pengawasan untuk diminta turun ke lokasi. Sebelumnya Wakil Gubernur pernah menyatakan ini tanggungjawab Provinsi Bengkulu sewaktu memimpin Bupati Lebong.

“Kita minta BPBD dan PU provinsi Bengkulu secara keseluruhan, apalagi Wakil Gubenur adalah orang Lebong tugasnya pengawasan mengapa tidak turun kelapangan cek lokasi. Dulu dia menyatakan ini tanggungjawab provinsi sekarang dia sudah duduk di provinsi jadi Wakil Gubernur turun lah lihat kondisi kita, beliau harus turun jangan hanya bisa duduk dikursi empuk saja lihat kondisi Lebong seperti apa,” sampainya.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa Kabupaten Lebong rawan bencana dan Wakil Gubernur cukup tahu pemeliharaan kondisi jalan dilapangan, alasan terakhir tidak ada minyak waktu di Rimbo Pengadang kemarin, kondisi jalan ini sempit terjadi kecelakaan.

“Saya minta tidak ada alasan mereka mengatakan tidak punya uang, seandainya hujan, apa lagi kita menghadap cuaca hujan Desember hujan kita sangat parah sampai ke Januari. Jika ini tertutup ada orang punya musibah mau dibawah ke rumah sakit ini nyawa orang pak kalau tidak serius menangani masalah ini. Kita minta dibersihkan, apakah saya minta masyarakat untuk bergotong royong ujung-ujungnya nanti,” tegasnya.

Ketika ditanya adakah indikasi akan dilakukannya blokade jalan di Kecamatan Rimbo Pengadang, jika material longsor tidak dibersikan. Ia menjawab, “bisa saja saya lakukan bila ini tidak dilaksanakan dalam waktu dekat, dimana tanah longsor tidak diberikan rambu-rambu seharus diberikan tanda rambu-rambu, tanda baca longsor hati-hati disini ada longsor masa untuk itu juga tidak ada uang,” tuturnya nada tinggi mengakhiri ketika media ini minta tanggapan.

Pewarta : Sbong Keme

 

Get in Touch

  1. Assalamualaikum warahmatullahi
    Kepada WAGUB tolong turun
    lihat keadaan jalan kabupaten Lebong ,bapak selaku putra Lebong ,apa tidak malu dengan keadaan jalan lintas Lebong, dengan banyak nya lonsor disepanjang jalan ,saya dari masyarakat Rimbo pengadang sangat kecewa dengan jalan lintas Lebong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts