27.4 C
Jakarta
Selasa, Juni 15, 2021
spot_img

Latest Posts

Musrenbang Nagori Buntu Turunan Simalungun, Pertanya CSR, Desak Realisasinya ?

  • Laporan : Susilo Atmaja PURBA

SIMALUNGUN, BEO.CO.ID -Sesuai dengan perundang undangan Negara Republik Indonesia tentang percepatan pembangunan setiap daerah dan pemerataan pembangunan setiap wilayah baik itu pengembangan SDM dan pembangunan Fisik, maka diwajibkan setiap daerah harus mengadakan Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan), dimana hal tersebut dilaksanakan dalam penghimpunan dan penyaluran aspirasi dari masyarakat yang ditampung dalam Musrembang diwilayah masing-masing.

Untuk Nagori (Desa) Buntu Turunan sendiri, Musrenbang Nagori Tahun 2021 diadakan langsung  di aula Buntur pada Kantor Pangulu Nagori  Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara yang tepatnya pada rabu 13/01/2021 mulai pukul 09:30 WIB hingga selesai.

Untuk peningkatan pembangunan Nagori, pemerintah Nagori Buntu Turunan juga mengikut sertakan perusahaan dan para pengusaha kecil yang ada diwilayahnya turut andil didalam mengebut pembangunan daerah tersebut.

Hal itu terlihat dari kehadiran beberapa pengusaha dan perwakilan perusahaan lainnya dalam musyawarah, karena jika hanya menggunakan Anggaran Dana Desa yang bersumber dari pemerintah Pusat dan kabupaten tentu pembangunan pastinya lamban, mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk yang banyak.

Memulai kegiatan, Melisa Sihombing S.Pd.i Bendahara Nagori Buntu Turunan dan selaku moderator, mengingatkan kepada seluruh undangan agar selalu mematuhi Prokes Covid 19 dengan 3 M selama kegiatan, dan harapkan nantinya setiap keputusan yang diàmbil semoga menjadi keputusan terbaik untuk masyarakat.

Selanjutnya dalam sambutan sekaligus juga pemaparan situasi Wilayahnya, Pangulu Nagori Buntu Turunan, Roberton Nainggolan SE, mengatakan dan menjabarkan, bahwa wilayah Nagorinya yang terdiri dari delapan dusun memiliki jalan Nagori kurang lebih 23 km, ditambah jalan kabupaten 6,7 km, sehingga pastinya sangat luas ditambah jumlah penduduk yang sangat banyak, dimana jika hanya dibangun dengan Anggaran Dana Desa  makà pembangunan akan sangat lamban.

“Jadi alternatif yang harus digunakan adalah merangkul seluruh pengusaha ataupun stakeholder yang ada di nagorinya,” jelasnya.

Sehingga dalam hal tersebut dengan sangat tegas Roberton Nainggolan meminta kepada seluruh Stakeholder yang ada, diharapkanya kerja sama  dan kontribusi yang baik didalam membangun masyarakat.

Lebih lanjut, Pangulu tersebut juga mempertanyakan bagaimana realisasi Dana Dana CSR dari perusahaan-perusaan yang ada disekitar Nagorinya, seperi PTP N4 Unit Tonduhan, PT. PLN Unpl Tanah Jawa, PT. KAS, PT BSE, PT Aren, PLTM Tonduhan dan CV Jaya Anugerah, terhadap PT. BSE yang bergerak dalam bidang kelistrikan.

Dia(pangulu) sedikit geram, karena selama tahun 2020 Perusahaan tersebut  tidak mengucurkan dana CSR nya sesuai dengan MOU yang telah disepakati, bukannya menghadirkan Manajer yang bisa menentukan keputusan malah perusahaan tersebut mengutus perwakilannya.

“Seharusnya yang dihadirkan disini pimpinan yang bisa membuat keputusan bukan perwakilan, maaf kepada para pengusaha jika saya agak tegas, saya berani karena sepeser pun uang dari perusahaan bapak tidak ada mengalir ke kantong pribadi saya, namun kita tegas demi kepentingan masyarakat,” ungkapnya dengan ekpresi geram belum realisasi CSR.

Menanggapi ungkapan Pangulu, Arif selaku koordinator PT. BSE mengatakan, bahwa penyebap tidak disalurkannya Dana CSR dari perusahaan tersebut, karena kurangnya penjualan arus, akibat masa Pandemi  Covid 19, dimana sebelumnya perusahaan mereka mampu menjual 9 Mega Volt arus, namun dimasa covid hanya 7,5 Mega Volt akibat adanya pembatasan dari pemerintah.

“Jika begitu setidaknya perusahaan tersebut membayar CSR setengah dari biasanya, seharusnya ditengah pandemi ini PT. BSE harus ada ditengah masyarakat, dimasa penjualan untung besarkan kita tidak pertanyakan,” sambut pangulu mensimpuli ungkapan Arif

Sementara itu mewakili CV. Jaya Anurah, Rudi menyampaikan, bahwa dari perusahaan mereka akan selalu siap berkoordinasi dengan Pemerintahan Nagori Buntu Turunan untuk kesejahteraan masyarakat dan beberapa perusahaan lainnya, berjanji akan menyampaikan pesan-pesan pangulu terkait Dana CSR perusahaan mereka.

Selanjutnya setiap Kadus (kepala Dusun) dipersilahkan  untuk menyampaikan aspirasi dari dusun dan warganya dan kepada setiap instansi yang hadir juga diberi kesempatan untuk menyampaikan usulan usulan.

Terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat, di penghujung rapat, pangulu meminta kepada seluruh  istansi dan Kadus yang hadir agar tidak bosan menyampaikan usulan-usulannya.

“Namun dimana yang terpenting dan prioritas tentu akan kira kerjakan terlebih dahulu,tetapi kami tegaskan untuk mengembangkan perekonokian rakyat maka jalan menuju Destinasi Wisata Buntu Turunan juga harus kita tentaskan,bahkan jalan menuju Destinasi Danau Toba nantinya,” pesannya mengakhiri Musrembang

Pantauan dilapangan, musrenbang tersebut dihadiri oleh Camat Hatonduhan Drs Zocshon Silalahi Mpd beserta beberapa jajarannya, Pangulu Nagori Buntu Turunan Roberton Nainggolan, SE beserta para perangkat Nagori, perwakilan perusahaan sekitar, Babinsa dan Bhabinkamtibnas Nagori Buntu Turunan, tokoh adat dan agama,kegiatan tersebut pun diawali dengan menyanyikan lagu indonesia Raya dan ditutup dengan doa. (***)

Suasana saat musrenbang dan mempertanyakan CRS kepada perusahaan diwilayah setempat. Dok SAP

Latest Posts

Don't Miss