Beo – Menjalankan ibadah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri, salah satunya melalui pelaksanaan sholat Tarawih. Ibadah sunnah muakkad ini menjadi momen yang sangat dinantikan umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT setelah seharian berpuasa.
Memahami niat dan tata cara sholat Tarawih yang benar menjadi fondasi utama agar ibadah diterima dan dijalankan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Pelaksanaan ibadah ini melibatkan rangkaian gerakan dan bacaan yang spesifik, baik dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
“Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disediakan untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran profesional. Pembaca disarankan melakukan verifikasi tambahan atau berkonsultasi dengan pihak terkait sebelum mengambil keputusan.”
Keutamaan Mengerjakan Sholat Tarawih
Sebelum masuk ke teknis pelaksanaan, penting untuk memahami mengapa ibadah ini sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang mendirikan sholat pada malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Ibadah ini bukan sekadar rutinitas malam hari, melainkan sarana pembersihan jiwa dan peningkatan takwa. Melaksanakannya dengan khusyuk akan memberikan ketenangan batin serta melipatgandakan pahala di bulan suci.
Bacaan Niat Sholat Tarawih Lengkap
Niat merupakan rukun pertama dalam setiap ibadah. Tanpa niat yang lurus dan tepat, sah atau tidaknya suatu ibadah dapat dipertanyakan. Lafal niat sholat Tarawih dibedakan berdasarkan posisi seseorang, apakah bertindak sebagai imam, makmum, atau melaksanakannya sendirian (munfarid). Berikut rincian lafalnya:
1. Niat Sholat Tarawih Sebagai Makmum
Bagi yang mengikuti imam di masjid atau mushola, lafal niat yang dibaca adalah:
Arab: اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Sholat Tarawih Sebagai Imam
Bagi yang memimpin jalannya sholat berjamaah, niatnya adalah:
Arab: اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Sholat Tarawih Sendiri (Munfarid)
Terkadang kondisi tertentu mengharuskan pelaksanaan sholat di rumah. Niat untuk sholat sendirian adalah:
Arab: اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih
Pelaksanaan sholat Tarawih pada dasarnya mirip dengan sholat sunnah lainnya, namun memiliki ritme dan jumlah rakaat yang lebih banyak. Ibadah ini dilakukan setelah sholat Isya hingga menjelang waktu Subuh (sebelum witir). Berikut adalah urutan tata caranya secara runtut:
1. Takbiratul Ihram
Sholat dimulai dengan mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar”. Bersamaan dengan gerakan ini, hati menghadirkan niat untuk melaksanakan sholat Tarawih sesuai posisi (imam/makmum/sendiri).
2. Membaca Doa Iftitah dan Al-Fatihah
Setelah takbir, disunnahkan membaca doa iftitah. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah yang merupakan rukun wajib. Bacaan Al-Fatihah harus fasih dan tartil.
3. Membaca Surat Pendek Al-Qur’an
Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat-surat pendek atau ayat Al-Qur’an lainnya. Biasanya, imam akan membaca surat-surat dari Juz 30 (Juz Amma) secara berurutan mulai dari At-Takatsur hingga seterusnya untuk memudahkan makmum mengikuti ritme sholat yang cukup panjang.
4. Ruku’ dan I’tidal
Melakukan gerakan ruku’ dengan tuma’ninah (tenang sejenak) sambil membaca tasbih ruku’. Kemudian bangkit untuk i’tidal.
5. Sujud dan Duduk Diantara Dua Sujud
Melakukan sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua dengan tuma’ninah. Pastikan tujuh anggota sujud menyentuh lantai dengan sempurna.
6. Rakaat Kedua dan Salam
Bangkit dari sujud kedua untuk mengerjakan rakaat kedua. Urutan gerakan sama dengan rakaat pertama. Setelah sujud terakhir di rakaat kedua, duduk tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam (menoleh ke kanan dan ke kiri). Sholat Tarawih dilakukan dengan sistem dua rakaat salam (2 rakaat x jumlah set).
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah total rakaat sholat Tarawih, namun kedua pendapat utama ini memiliki landasan dalil yang kuat dan sama-sama sah diamalkan.
- 11 Rakaat (8 Tarawih + 3 Witir): Mengacu pada riwayat Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malam melebihi 11 rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun bulan lainnya. Pelaksanaannya biasanya dengan formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2 kemudian witir 3.
- 23 Rakaat (20 Tarawih + 3 Witir): Ini adalah jumlah yang umum diamalkan pada masa Sahabat Umar bin Khattab dan mayoritas ulama Mazhab Syafi’i. Pelaksanaannya dilakukan dengan 10 kali salam (tiap 2 rakaat salam) kemudian ditutup dengan 3 rakaat witir.
Pemilihan jumlah rakaat sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan fisik dan kebiasaan di lingkungan masjid setempat. Kualitas bacaan dan kekhusyukan (tuma’ninah) jauh lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah bilangan rakaat.
Doa Kamilin dan Dzikir Setelah Tarawih
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian rakaat Tarawih, terdapat tradisi membaca Doa Kamilin sebelum melanjutkan ke sholat Witir. Doa ini berisi permohonan agar iman disempurnakan dan ibadah diterima.
Cuplikan Doa Kamilin: “Allâhummaij’alna bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-sholâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ’ilîn…”
Artinya memohon agar dijadikan golongan orang yang sempurna imannya, yang menunaikan kewajiban, memelihara sholat, dan menunaikan zakat. Membaca doa ini dilakukan secara bersama-sama dipimpin oleh imam atau bilal.
Tips Menjaga Kekhusyukan Saat Tarawih
Mengingat durasi sholat yang cukup panjang, menjaga fokus seringkali menjadi tantangan tersendiri. Beberapa hal yang dapat membantu menjaga kekhusyukan antara lain:
- Makan Secukupnya saat Berbuka: Perut yang terlalu kenyang akan membuat tubuh terasa berat dan mudah mengantuk.
- Memahami Bacaan: Mengetahui arti ayat yang dibaca imam dapat membantu pikiran tetap fokus pada makna sholat.
- Berwudhu dengan Sempurna: Kesegaran air wudhu membantu menjaga kondisi fisik tetap prima.
- Memilih Masjid yang Kondusif: Suasana masjid yang nyaman dan imam dengan bacaan yang baik sangat berpengaruh pada kekhusyukan.
Sholat Tarawih merupakan kesempatan emas setahun sekali. Rugi rasanya jika malam-malam Ramadhan berlalu tanpa diisi dengan qiyamul lail ini.
FAQ tentang Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih
Q: Apakah sholat Tarawih wajib dilaksanakan?
A: Hukum sholat Tarawih adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Meninggalkannya tidak berdosa, namun mengerjakannya mendatangkan pahala yang sangat besar.
Q: Bolehkah sholat Tarawih dikerjakan sendiri di rumah?
A: Boleh. Sholat Tarawih sah dilakukan secara munfarid (sendiri) di rumah, terutama bagi wanita atau mereka yang memiliki halangan ke masjid, meskipun berjamaah lebih utama bagi laki-laki.
Q: Kapan waktu pelaksanaan sholat Tarawih habis?
A: Waktu pelaksanaannya terbentang mulai setelah sholat Isya hingga terbit fajar (waktu Subuh).
Q: Apakah harus tidur dulu sebelum sholat Tarawih?
A: Tidak perlu. Berbeda dengan sholat Tahajud yang disyaratkan tidur terlebih dahulu, Tarawih bisa langsung dikerjakan setelah Isya tanpa harus tidur.
Q: Bagaimana jika tertinggal rakaat Tarawih berjamaah?
A: Makmum masbuk bisa langsung mengikuti imam pada posisi imam berada. Setelah imam salam, makmum menambah kekurangan rakaatnya sendiri hingga jumlahnya genap (dua rakaat salam).
Penutup
Pelaksanaan sholat Tarawih dengan niat yang benar dan tata cara yang sesuai sunnah akan menyempurnakan ibadah di bulan suci Ramadhan. Mulai dari persiapan niat, gerakan sholat yang tuma’ninah, hingga jumlah rakaat yang dipilih, semuanya bermuara pada satu tujuan: mengharap ridho Allah SWT.
Pastikan untuk selalu meluruskan niat semata-mata karena Allah, bukan karena malu pada tetangga atau sekadar ikut-ikutan. Semoga Ramadhan kali ini menjadi momentum perbaikan diri yang membawa keberkahan.