25.3 C
Jakarta
Selasa, Maret 9, 2021

Dilarang Meliput, PWI Lebong Tembuskan Surat Kapolda Bengkulu

LEBONG, BEO.CO.ID – Terkait insiden pelarangan dan pengusiran wartawan dalam bertugas, oleh oknum perwira dan anggota Polres Lebong. saat sejumlah wartawan ingin meliput kegiatan rekontruksi...

Latest Posts

Oknum Masyarakat Muak Kerinci, Kembali Babat Kopi Warga Semerap Nyaris Pertumpahan Darah

Kerinci, Beo.co.id –  Meningkatnya Amarahnya masyarakat Desa Semerap, Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Prov. Jambi, 27 Oktober lalu akan mengadakan serangan ke Desa Muak, perlu diketahui kronologisnya secara benar kata Miftah Isa, 59 tahun kepada Pempered media ini, via sambungan telephone jarak jauh.
Menurut Miftah Isa, masyarakat Desa Semerap yang berkebun (berladang) dikawasan Muak Kerinci, sudah berulangkali menjadi korban pembakaran Pondok, Kopi dan tanaman lainnya diladang, oleh sekelompok masyarakat Muak. Dan ini sudah berlangsung cukup lama dan berulang-ulangkali, ujarnya.
Belakangan ini sudah berlangsung dua tahun dan buktinya sudah sangat banyak, dan telah dilaporkan resmi ke Polres Kerinci awal tahun 2020 ini, namun penyelesaian akhir (dituntaskan) seperti apa tak kunjung selesai?.
Warga Semerap, yakin dan percaya serta telah menyerahkan kepada aparat penegak hukum ini bisa dituntaskan, namun masih berlarut hingga kini paparnya. Ditengah proses hukum berjalan terulang lagi pengrusakkan Kopi masyarakat dan tanaman lainnya dengan cara ditebangi (dibabat), tanpa mengenal ibu inikan penindasan terhadap usaha Ladang Kopi masyarakat untuk menghidupi anak dan istri/ kelaurga, ujarnya.
Sedih dan sakit lanjutnya. Berdasarkan penjelasan tertulis disampaikannya, [17:14, 10/27/2020] Miftah Isa : Menjelaskan kejadian kemaren kalau terdengar suara telpon deng wabup itu suara orang Semerap waka Polres dulu sanusi di Polda Jambi, ujarnya dikutif kembali.
Miftah, menerangkan Nampak dalam video pihak dari orang yang berlari bawa parang. Kemarahan warga Semerap, bangkit karena sudah sangat tertekan selama ini, bayangkan Kopi yang tengah berbuah Agung (Lebat), dibabat, Pondok di Bakar, tanaman lainnya dirusak. Entah sudah berapa ratusan, mungkin miliaran rupiah terjadi kerugian bagi warga Semerap, sungguh menyedihkan, ungkapnya.
Kejadian terkini, 25 Oktober 2020, dilakukan lagi ini ladang yang baru di tebangi Kopi oleh sekelompok oknum rakyat Muak, diduga atas nama “ Dayah.” Waktu para kelompok oknum menebang dan merusak Kopi diladang itu, dia berada dilokasi.
Dan masyarakat Semerap, sudah sangat lama menahan diri, dan mengerti kita ini masih bersaudara, sebenarnya untuk apa kita rebut, tapi kalau diancam dan ditekan terus kan sakit, jelasnya.
Kami berterima kasih atas kunjungan resmi Wakil Bupati Kerinci Ami Taher, pak Dandim, pak Kapolres, sekda Kerinci dan seluruh aparat pemerintah daerah Kerinci, bertekad untuk menyelesaikan masalah ini dalam waktu dekat.
Dan terima kasih kepada selurh pengamanan yang telah bersusah payah, menjaga dan mengamankan daerah ini, dari satuan Brimob dari Jambi dan Polsek, Polres dan Koramil setempat Kodim 0417 Kerinci, warga siap berdamai dan jangan lagi dirugikan dan dirusak, usaha-usaha gantungan dari kebun Kopi dan tanaman lainnya.
Makanya, masyarakat Semerap dengan niat baik semua pihak mencari solusi (jalan kelauarnya yang terbaik), kami serahkan kepada aparat penegak Hukum dalam hal ini Polres Kerinci, paparnya.
Bayangkan korban yang terjadi pada masyarakat Semerap, selain harta benda (Kebun Kopi, Pondok dan tanaman lainnya dihancurkan, dan mengancam ekonomi atau kelangsungan hidup hari ini dan esok, warga Semerap juga ditembaki dengan Senjata Angin dan duga ada “kecepek” sampai menjadi korban, dari lima korban satu diantaranya meninggal dunia, apa ini tidak kejam, ujarnya perihatin.
Dan masyarakat Semerap, berkebun (berladang) dikawasan Muak bukan baru baru ini Ladang yang turun temurun dari nenek moyang kita dulu, mungkin sudah ada 60-an tahun, masuk secara adat, baik-baik dan membayar uang adat. Dan menjaga hubungan baik, sesame warga selama ini.
Dan tanahnya dibeli resmi oleh para pendahulu, kewajiban-kewajiban dibayar baik secara adat maupun pajak bumi dan bangunan (PBB), tidak diserobot saja. Saya, pribadi bersama warga peladang lainnya menduga ada “provokator” Nya.
Aman sebentar ngulangi lago para oknum warga Muak melakukan pengrusakan Pondok dan Ladang Kopi yang tengah berbuah, jadi warga kami menderita kerugian materiil dan moril, dihajar terus katanya.
Kebun Kopi dan Pondok dari puluhan yang sudah dibakar, termasuk Pondok dan kebun cucu saya korbannya. Dan kasus serta keterangan sudah disampaikan ke Polres Kerinci, ya kita berharap ini semua diselesaikan secara Hukum yang berkaitan tindak kekerasan pengrusakkan usaha masyarakat.
Dan sangat berharap jangan terulang kembali, cukup ini yang terakhir dan mari saling menjaga, kedamaian, dan menciptakan rasa aman serta nyaman antara warga Desa Muak dengan Semerap, harap Mantan pensiuna PNS, pada media Bidik07elangOposisi dan Gegeronline Group.
Dan sejauh ini belum terkonfirmasikan dengan Kepala Desa Muak dan para tokoh masyarakat setempat. Untuk Pers sebagai mitra kerja masyarakat, pemerintah kami tetap menyediakan ruang dan waktu untuk penjelasannya. Dengan harapan tercipta perdamaian antar kedua warga desa, (Muak-Semerap, Red). (***)

Latest Posts

Don't Miss