spot_imgspot_img

Pasca Pengracunan Ikan, Lubuk Larangan Tinggal Sebuah Nama ?

 

KERINCI, BEO.CO.ID – Pasca Pengracunan Ikan dari Jembatan Sungai Nyuhuh ujung Desa Tanjung Genting, Kecamatan Gunung Kerinci, Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi 10 Juni 2021 oleh orang tak dikenal (OTK), diduga menggunakan Bahan Berbahaya & Beracun (B3) bisa menggunakan Vutasium (Vutas) dan secara alami Tubo Akar, atau jenis rerumputan beracun. Namun, sejumlah sumber dari masyarakat setempat dan masyarakat yang memiliki Ikon Ikan peliharaan di Lubuk Larangan, Tanjung Genting, Simpang Tutup. Sungai Batu Gantih, sampai ke Sulak Tenang yang bertetangga langsung dengan Kelurahan Siulak Deras, ada yang menduga B3 yang digunakan jenis Vutasium bahan B3 yang mematikan itu.
Buktinya disepanjang Sungai Batang Meraoo lebih kurang 9 km, yang melewati Desa Tanjung Genting Mudik, tempat kejadian peristiwa (TKP), disekitar Jembatan Sungai Nyuhuk diduga tempat Vutasium dimainkan para pelaku, tangan-tangan jahil itu, tanpa prikemanusiaan, semata ingin merusak ikon-ikon Ikan peliharaan di Lubuk Larangan, dan sepanjang 9 km di Sungai Batang Meraoo itu, kata warga kepada Jurnalist Beo.co.id, (11 & 12/6/ 2021).
Kini Lubuk Larangan tempat bersemayamnya Ikan-ikan putih dan Semah yang menjadi ikon masyarakat setempat dan masyarakat 11 Desa Dimudik itu, sekitar dari pkl 10.00 WIB sampai pkl 16 WIB, (10/ 6/ 2021) puluhan ribu mengapung hanyut dari Desa Tanjung Genting Mudik, melewati Simpang Tutup, Sungai Batu Gantih, Sungai Batu Gantih Hilir, Siulak Tenang, Kelurahan Siulak Deras di sepanjng lk 9 km, masyarakat turun ke Sungai mengambil ikan-ikan yang sudah mati dan sebagian kecil masih ada yang hidup, untuk dikonsumsi.
Masyarakat setempat sangat mengutuk perbuatan para pelaku, pengracunan Ikan itu.
Lubuk Larangan yang merupakan ikon (aset daerah) dan desa yang bernilai ekonomis itu, akhirnya hanya tinggal nama, apa lah arti sebuah nama, “Lubuk Larangan” Ikon yang menjadi kebanggaan masyarakat disetiap desa itu, kosong dari ikannya.
Peristiwa yang menghebohkan Kerinci Mudik (Hulu) itu, khusus 11 Desa Dimudik Kecamatan Gunung Kerinci, diduga dilakukan oknum tak bertanggungjawab memupuskan harapan masyarakat dilima desa.
Diperkirakan Ikan-ikan itu akan dipanen tak lama lagi, atau sekita menjelang Hari Raya Idhul Adha 1442 H, kini kandas sudah. Yang terpatri diotak dan hati warga setiap rasa “kesal, kecewa dan marah” mereka berharap kasus ini dapat diungkapkan Polisi, siapa pelakunya.
Kendati belum terungkap masyarakat tidak patah arang 6 kepala desa dalam investigasi Bidik07ElangOposisi, hari ini (12/6/21) masyarakat akan tetap menaburkan kembali benih Ikan semah untuk menjadi ikon primadona 11 desa dimudik kembali.
Tomi Jepisa Pjs Kades Sungai Gelampeh (12/6/21) kepada wartawan media ini mengatakan” saya kata tomi meskipun jabatan Pjs ini menunggu hari dan peristiwa tragis ini terjadi memang Desa Sungai Gelampeh tidak terkena musibah ini namun kita menanamkan rasa senasib dan sepenanggungan dengan kepala desa Tanjung Genting, Simpang Tutup, Sungai Batu Gantih untuk tidak patah arang tetap semangat menyelamatkan ekosistem di sungai dan lubuk larangan.
‎Dilanjutkan Tomi kami di desa Sungai Gelampeh punya ubuk larangan yang namanya Lubuk Batuah Taman Depati Mangkubumi, dari Lubuk Aur, Lubuk Bentung sampai ke Lubuk Temun Desa Sungai Gelampeh sepanjang 1 km itulah kawasan lubuk larangan.
Saya meminta dan menghimbau lanjut Tomi, mari sama-sama kita menjaganya. Dan bergandeng tangan menyelamatkan ekosistem yang ada di kawasan ini, ujarnya.
Ditempat terpisah Delton Kades Tanjung Genting Mudik dalam keterangannya (12/6/21) jam 13.00 mengakui adanya pemutasan yang ditaburkan oleh oknum tak bertanggung jawab di jembatan sungai nyuhuk di ujung  Desa Tanjung Genting Mudik.
‎Delton, dalam memberikan keterangan tampak lesu dan kesal atas peristiwa yang terjadi dan tetap akan menaburkan benih Ikan Semah di sepanjang 1 km kawasan lubuk larangan di Tanjung Genting meskipun selama ini sudah kita masukkan puluhan ribu bibit ikan semah  hilang hanya sekejap kata Delton.
Delton, berharap hendaknya pemerintah daerah bisa membantu bibit Ikan Semah untuk ditaburkan (dilepaskan) kembali sebagai pengganti, kita kata Delton akan terus menaburkan kebaikan sebagai seorang pemimpin untuk mengangkat ikon kebanggaan ikan semah Kerinci.
Ditambahkan Delton selama ini perdes (peraturan desa) telah kami pasang berbentuk papan merk ditempat tempat strategis isinya yang menjelaskan bahwa ini kawasan lubuk larangan namun tidak diindahkan oleh masyarakat yang hanya berfikir sesaat hendaknya edaran yang menyangkut dengan keselamatan ekosistem (lubuk larangan) ada edaran dari Bupati Kerinci Adirozal, karena tidak cukup dengan perdes.
Dijelaskan Delton peristiwa ini sedih sekali ikan mengapung diatas permukaan air (mabuk) setelah di racun bak sampah hanyut mulai yang ukuran besar sampai ukuran terkecil habis, hanyut dan terapung mati sebagian dijarah (diambil) oleh masyarakat.
Sementara itu Priantoni sekdes Desa Simpang Tutup mengutuk keras perbuatan terkeji ini karena di Lubuk Larangan Simpang Tutup 20ribu ekor bibit semah yang dimasukan setahun yang lalu punah kami masyarakat Simpang Tutup tetap akan berusahan untuk mendapatkan bibit benih ikan Semah untuk ditaburkan kembali ke Lubuk Larangan
Kita lanjut Priantoni tidak terhenti hanya disini saja akan tetap melestarikan lubuk larangan dan siap untuk mengisi bibit baru, ujarnya.
Dikatakan Priantoni bibit ikan semah di Simpang Tutup sudah 2kali diberikan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kerinci tahap pertama 12 ribu ekor dan tahap ke 28 ribu ekor namun kini hanya tinggal cerita.

Kades Sungai Batu Gantih Suardesi (11/6/21)

Tidak lah etis kita sebagai warga Sungai Batu Gantih tersenyum diatas kezoliman yang terjadi di Lubuk batuwah/ Lubuk Telausebag sebagai Ikon Lubuk larangan yang merupakan warisan leluhur.
Mari kita semua menghargai yang telah di torehkan dalam tembo adat alam kerinci di tigo luhah tanah sekudung ajun arah nenek demang sakti berbaju besi ngan batuah dari tembo adat kerinci tertores dari Sikut Gunung berapi bedegung ke gunung bungkuk tasiring benso derajo hinggo tanggo benjuntai mudik lubuk batuah itulah salah satu kutipan dari kades sungai batu gantih Suardesi menjelaskan kepada Marhen wartawan Beo.co.id, (11/6/21) agar masyarakat ikut menjaga, mengamankan dan melestarikan ikon lubuk larangan ini adalah kebanggaan kita semua khusus warga sungai batu gantih.
Kades Suardesi dalam keterangannya. Sempat tertawa hiba mengingat nasib lubuk larangan yang telah di racuni oleh oknum tak bertanggung jawab, semua kita berharap kedepan akan terbangun kesadaran bersama untuk yang terbaik, ekonomi, lingkungan dan lainnya.
Dari pengamatan sementara Jurnalist Bidik07ElangOposisi, dampak secara ekonomis menimbulkan kerugian bisa mencapai ratusan juta rupiah, mulai proses pembibitan, pemeliharaan, dan pengamanan nya, hingga berjalan tahunan.
Dari keterangan dihimpun Beo.co.id, karena kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Kerinci, dihimbau pada masyarakat jangan sampai terprovokasi oleh oknum-oknum yang bertanggungjawab, semuanya tenang namun terus melakukan penyisiran informasi untuk dikembangkan. Guna membantu pihak Kepolisian mengungkapkan kasus ini. (***)

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,874PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts