spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perang Gaza Resmi Melebar, Milisi Houthi Menggila Bom Israel

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Internasional

News – sef, CNBC Indonesia 02 November 2023 05:07

Militan Houthi mencoba memblokir warga memasuki jalan dimana wilayah kepresidenan dihantam serangan udara di Sanaa, Yaman, Senin (7/5/2018). ANTARA FOTO/REUTERS/Khaled Abdullah

Milisi Houthi yang berada di Yaman menembakkan sejumlah besar drone ke Israel, Rabu (1/11/2023). Ini menyusul pengumuman kelompok tersebut bahwa mereka berada di balik tiga serangan terpisah sejak awal konflik Israel-Hamas, Selasa. Tulis CNBN Indonesia, di kutif BEO.co.id.

Peryataan Houthi secara resmi mendeklarasikan bahwa mereka akan terlibat di konflik. Sebelumnya banyak negara Arab mengkhawatirkan perang yang melebar dan menganggu stabilitas kawasan.

“Drone mencapai target,” tegas juru bicara Houthi dikutip dalam update Al-Jazeera, Kamis.

“Kami akan terus melakukan operasi militer untuk mendukung rakyat Palestina sampai agresi Israel di Gaza berhenti,” tambahnya.

Houthi diyakini bertanggung jawab pada serangan drone 28 Oktober. Kelompok pemberontak Yaman itu juga diyakini adalah pihak yang melakukan penyerangan di tanggal yang sama ke Israel, meski berhasil dicegat angkatan Laut Amerika Serikat (AS).

Kelompok Houthi adalah bagian penting dari “Poros Perlawanan”, yang menentang Israel dan AS.

Houthi telah menunjukkan kemampuan rudal dan drone mereka selama perang Yaman dalam serangan terhadap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Sebelumnya, ancaman poros baru perang sudah disampaikan Iran, Selasa. Negara itu mengatakan bahwa proksi tidak akan “tinggal diam” terhadap perang Israel-Hamas.

Diplomat top Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan wajar jika sejumlah kelompok menyerang Israel sehubungan dengan perang terhadap Hamas.

Negeri itu bahkan menyebut akan ada dampak yang lebih luas jika gencatan senjata tidak tercapai.

Seorang anak Yaman membawa senjatanya saat pertemuan milisi baru Houthi di Sanaa. (AFP / Dokumentasi)

“Wajar jika kelompok dan gerakan perlawanan tidak tinggal diam terhadap semua kejahatan yang dilakukan oleh Israel,” kata Amir-Abdollahian dalam sambutan yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran kala bertemu Menlu Qatar Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, dikutip AFP.

“Mereka tidak akan menunggu saran siapa pun, oleh karena itu kita perlu menggunakan peluang politik terakhir untuk menghentikan perang,” tambahnya seraya menyebut situasi bisa “tidak terkendali”.

Sementara itu, Israel menggempur kamp pengungsi terbesar di Gaza bagian Utara, Jabalia. RS Indonesia yang melakukan evakuasi mengatakan sekitar 400 orang tewas dan hilang, di mana angka akan terus bertambah.

Israel sendiri mengklaim petinggi Hamas tewas dalam serangan itu. Namun bombardir Israel ke wilayah padat dengan anak-anak dan perempuan itu telah membuat sejumlah negara mengecam keras Tel Aviv, termasuk pemerintah Raja Salman bin Abdulaziz di Arab Saudi.

Amerika Tambah 300 Pasukan. Di sisi lain, AS mengirim 300 tentara tambahan ke Timur Tengah.

AS beralasan untuk “memberikan dukungan di bidang-bidang seperti pembuangan persenjataan bahan peledak dan komunikasi”.

Juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder mengatakan pasukan tersebut akan berangkat dari AS namun ditegaskan tidak akan berada di Israel.

Sebelumnya AS mengirim sejumlah pasukannya di Timteng merapat ke Israel termasuk kapal induk, kapal perang dan jet tempur.

“Mereka dimaksudkan untuk mendukung upaya pencegahan regional dan lebih lanjut meningkatkan kemampuan perlindungan pasukan kita,” kata Ryder dikutip Reuters. Dikutif kembali BEO.co.id.

Pemimpin Houthi, Yusuf al-Madani (R)

Pasukan pejuang Hamas, Palestina, bersama Hizbullah dan Houthi kompak serang Israel, karena Israel tidak menghentikan serangan ke Jalur Gaza, Tepi Barat dan Palestina secara menyeluruh, perang semakin meluas. Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman.

Kendati Hizbullah dan Houthi bertubi-tubi menyerang Israel dan kota-kota penting di Tel-Aviv, namun Israel tidak mengumumkan kehancuran kota dan daerah di Israel. Sedangkan rocket yang dilepaskan pasukan Houthi, tergolong canggeh dan memiliki daya jangkau tinggi dan jauh lebih dari 1000 km.

Namun Israel, tidak melaporkan ada tidaknya korban jiwa, bisa jadi Israel panic menghadapai perlawanan hebat dari Hamas dan koalisi pendukungnya. (***)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org