25.3 C
Jakarta
Selasa, Maret 9, 2021

Dilarang Meliput, PWI Lebong Tembuskan Surat Kapolda Bengkulu

LEBONG, BEO.CO.ID – Terkait insiden pelarangan dan pengusiran wartawan dalam bertugas, oleh oknum perwira dan anggota Polres Lebong. saat sejumlah wartawan ingin meliput kegiatan rekontruksi...

Latest Posts

Perlu Tegas Terhadap Kadis Yang Absen Dimusrenbang Gunung Kerinci

  • Laporan: Marhaen & Juge Karang Sethio
  • Jurnalist BidikElangOposisi (Beo.co.id)
Dengan tidak hadirnya para Kepala Dinas (Kadis) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kerinci, dalam Musresbang Kecamatan Gunung Kerinci, guna mendukung Visi & Misi Bupati/ Wakil Bupati Kerinci untuk mensukseskan pembangunan Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB-BERKEADILAN), perlu adanya ketegasan Bupati Adirozal, terhadap bawahannya (para kadis), yang diduga “sengaja absen” (tidak hadir), patut diingatkan. Tapi tak perlu dimarahi, apa dicopot dari jabatannya.
Apa alasan para kepala dinas tidak hadir? Apakah mereka “banyak yang sakit” kini kita ketahui bersama saat yang buruk, kita semua tengah dilanda musibah pandemi Covid19, atau ada pekerjaan yang sama sekali tidak bisa ditinggalkan, atau memang boleh tidak dihadiri? Nah yang mana.
Dari keterangan diperoleh awak media ini, tidak hadirnya para kepala dinas se – Kabupaten Kerinci, mereka bukan tidak bertanggungjawab terhadap tugas sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara, mereka mengirimkan para bawahanya (kepala seksi), itu sudah cukup. Karena ini musrenbang kecamatan para kadis dianggap mampu dan sudah cukup.
Padahal KLB BERKEADILAN, adalah “jualan ADAM, adirozal-amitaher saat kampanye meyakinkan masyarakat tiga tahun lampau untuk memilih mereka menjadi Bupati/ Pemimpin Kerinci 2019-2024 lima tahun kedepan, kini tengah berjalan memasuki tahun ketiga, jejak KLB Berkeadilan, belum menorehkan prestasi gemilang untuk kesejahteraan rakyat (masyarakat) Kerinci?.
Sekedar mengingatkan kita semua, soal menuju pembangunan KLB (Kerinci Lebih Baik), sudah lama dijalankan Bupati Kerinci Adirozal. Pada periode pertama 2014-2019 saat berpasangan dengan Zainal Abidin, visi dan misi yang diusung hanya batas KLB (Kerinci Lebih Baik), belum berkeadilan. Untuk lebih meyakinkan ditambah dengan kalimat “Berkeadilan” wajar saja dipertanyakan masyarakat, sudah berjalan delapan tahun, mana Kerinci Lebih Baik berkeadilan itu???
Untuk mensukseskan KLB Berkeadilan, diperlukan musrenbang (musyawarah rencana pembangunan), yang matang dan kompak antar dinas, sebagai pembantu bupati Kerinci untuk mensukseskan pembangunan Kerinci Berkeadilan.
Setelah melakukan upacara bendera atau apel pagi kegiatan rutin dikantor Kecamatan Gunung Kerinci, senin (15/02/2021) seluruh asn (aparatur sipil Negara) dan 15 kepala desa 1 lurah diminta mempersiapkan pelaksanaan Musrenbang agar berjalan dengan baik dan sukses namun kenyataannya tak sesuai dengan rencana.
Jam 10:00 wib berakhir hingga jeda makan siang pukul 13:00 wib berlangsungnya acara Musrenbang, dalam pengamatan Jurnalist media ini tak satu pun kepala dinas yang hadir yang ada hanya mewakili setingkat kasi parahnya lagi sebagian dinas seperti PUPR Kerinci, Dinas Pendidikan, tidak mengirimkan utusan dan wakilnya dalam mendengarkan musyawarah rencana pembangunan Kerinci lebih baik.
Kondisi ini mendapat tanggapan dari Yuldi Herman, akrab disapa Ujang Hitam itu, asal Desa Tanjung Genting sebagai salah satu unsure pimpinan dewan Kerinci, menduduki Wakil Ketua 1, ditengah jadwal tugasnya yang padat hadir menyiapkan waktunya untuk menampung aspirasi masyrakat yang diwakili kepala desa masing-masing tanpa filter.
Ujang Hitam, mengatakan jikalau Musrebang hanya dihadiri sekelas kepala seksi (kasi), saya sebagai unsur pimpinan DPRD Kerinci merasa kecawa dengan tidak adanya kehadiran beberapa kepala dinas, apa yang bisa kita bahas dengan cara terbuka dan transparan dalam menjalankan roda pemerintahan dengan menggunakan uang rakyat sementara beberapa dinas hanya mengirimkan utusan sekelas kasi, tegasnya dengan nada tinggi.
Mana KLB (Kerinci Lebih Baik dan Berkeadilan) karena hari ini masih ada pelaksanaan pembangunan yang belum tepat sasaran maka pada hari ini Muserenbang membahas rencana pembangunan Kerinci untuk 2022 yang bisa kita pertanggung jawabkan dan musrenbang merupakan jembatan emas dalam rencana pembangunan yang adil dan merata.
Ujang Hitam, menegaskan kepada Camat Gunung Kerinci acara seperti ini haruslah memenuhi unsur kehadiran seluruh dinas yang ada, jikalau tidak tutup saja (tunda acara musrenbang) karena pejabat dan asn dibiayai oleh negara dan berkerja untuk rakyat.
Lanjut Ujang, saya berharap kelangkaan Pupuk, rendahnya nilai Pendidikan Kerinci, ditambah dengan keluhan Kesehatan masyarakat ditengah wabah pandemi covid -19 sudah saatnya hari ini musrenbang dinas terkait hadir dalam acara penting ini.
Lebih jauh ditekankan Ujang Hitam, kita tidak mau mendengar banyaknya keluh – kesah masyrakat disektor Pertanian seperti adanya Sawah yang Kekeringan (berdampak gagal panen) karena lebih 200 UP yang ada di Kabupaten Kerinci dari sektor pertanian, ternyata belum optimal hendaknya semua Dinas di Pemda Kerinci, membuka diri dalam menggunakan anggaran pembangunan yang ada.
Dari data dan keterangan diperoleh Redaksi Beo.Co.Id, Pemda Kabupaten Kerinci, sudah enam kali mendapat nilai baik dalam penggunaan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jambi, dengan sebutan Wajar Tanpa Pengacualian (WTP).
Berarti Pemda Kerinci, dinilai baik dalam menggunakan anggaran, namun ironisnya “tak sesuai kondisi riil dari hasil fisik pembangunan yang dicapai KLB Berkeadilan, dilapangan. Disana-sini ditemukan jalan hancur total, daerah irigasi (D.I.) yang tidak terawat, (Sawah Kekeringan), Tambang liar lama meraja lela, baru belakangan ini terkendali dan sejumlah bangunan fisik (infrastruktur) belum tercapai.
Namun, dimasa Adirozal menjabat bupati dua periode, sampai tahun ketiga dalam periode kedua ini, ia mencatatkan dirinya sebagai Bupati/ kepala daerah yang berhasil mendapat nilai WTP dalam pembelanjaan APBD sebanyak enam kali. Berarti Bupati Kerinci Adirozal dinilai berhasil menggunakan anggaran. Kendati “belum mensejahterakan masyarakat Kerinci”  (***)

Editor         :   Gafar Uyub Depati Intan

Latest Posts

Don't Miss