spot_imgspot_img

PT. TME Tidak Berdampak Positif, Ratusan Penambang Tradisional “Gempur” Pemkab Lebong

LEBONG, BEO.CO.ID – Ratusan Penambang tradisional Kabupaten Lebong yang tergabung dari berbagai desa menyambangi kantor bupati Lebong, aksi tersebut disambut langsung oleh Bupati Lebong Kopli Ansori diruang kerjanya, Selasa (7/9/2021).

Situasi saat para penambang tradisional mendatangi Pemkab Lebong. Dok, BEO.CO.ID

Dari pantauan lapangan, hanya empat orang untuk mewakili ratusan para penambang untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutan adapun empat orang sebagai perwakilan tersebut yang diperbolehkan masuk ke ruang kerja bupati adalah :

1. Devi Gunawan, Koordinator lapangan (Korlap)
2. Levi
3. Yon
4. Andi

Dalam kesempatan itu Korlap (Devi) bersama ratusan penambang tradisional menuntut kerjasama dengan pihak PT. Tansri Majid Energi (TME) yang beroperasi di desa Ladang Palembang dan Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, provinsi Bengkulu, meminta Bupati Kopli Ansori untuk menengahi atau memfasilitasi antara penambang tradisional dengan PT. Tansri Madjid Energi (TME).

Dikatakan Devi, keluhan kita masyarakat penambang tradisional kepada pihak perusahaan selama ini beroperasi lebih kurang 16 tahun di bumi Swarang Patang Stumang terkesan menutup.

“Bahkan tidak memberikan kontribusi dan dampak positif terhadap masyarakat khususnya penambang tradisional untuk mempertahankan warisan turun-temurun dan sebagai penggiat emas sekaligus sebagai mata pencarian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tangkap Devi saat menerangkan kepada awak media.

Sambut Devi menerangkan lagi, ironisnya lagi pihak perusahaan juga terkesan mengadu domba masyarakat terhadap pemerintah maupun aparat penegak hukum (APH).

“Untuk itu kita minta kepada pemerintah Kabupaten Lebong, dalam hal ini Bupati Kopli Ansori agar dapat menjadi penengah serta memfasilitasi masyarakat dengan PT. Tansri Madjid Energi (TME), untuk mengurai polemik yang berlarut-larut serta menghindari hal-hal yang tidak dinginkan. Sehingga bisa hidup berdampingan, bersinergi, menjalin kerjasama yang baik sesuai dengan regulasi sebagai mana baik dan mestinya,” sampainya.

Diakhir dia juga menyampaikan, selaku masyarakat Kabupaten Lebong sudah sepatutnya keluhan dan aspirasi kami ini, kami sampaikan kepada pemerintah, karena kami yakin kebijakan serta regulasi tersebut tentunya ada di pemerintah daerah.

“Harapan kami pemerintah mampu menengahi dan memfasilitasi polemik ini sehingga kita dapat menjalin kerjasama dengan pihak PT. TME dan hidup berdampingan, bersinergi serta saling menguntungkan,” tuturnya.

Iwansyah perwakilan dari PT. TME dalam keterangan menyampaikan, masih menunggu regulasi (aturan) dan saat ini belum bisa untuk kerjasama, soalnya manajemen di pusat atau di Jakarta melakukan perombakan karena pemilik tunggal perusahan ini adalah pak Kokos (Alm).

“Dalam waktu dekat kita tetap akan kordinasi ke pusat, apakah dengan regulasi yang ada dan isu yang beredar tengah masyarakat untuk penambang dapat bekerjasama kepada perusahaan atau tidak itu akan dibicarakan kedepannya,” ucapnya.

Dirinya menerangkan, apakah berbentuk badan, KUD atau Koperasi saat ini kita belum dapat informasi dari pusat dan regulasinya. Dan sesuai arahan dari pusat tidak ada toleransi untuk menjaga atau pun diambil membawah keluar dari penambang (material diwilayah PT.TME)

“Saya juga mendapatkan informasi yang akurat, seperti apa kerjasamanya atau dibawah tangan (Levi Cs) ormas tadi dengan pak Rangga, saya belum lihat konsep bagaimana,” terangnya saat menjawab pertanyaan wartawan adanya bentuk konsep kerjasama yang sudah bicara kepada pihak perusahan (Rangga-red).

Pewarta : ED

 

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,952PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts