spot_imgspot_img

Sejumlah Paket Kegiatan Fisik Kerinci 2021 Terancam Gagal, PUPR Harus Berani Perketat Pengawasan

KERINCI, BEO.CO.IDUntuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dibawah kepemimpinan DR. H Adirozal, MSi, “MEMBERIKAN AZASMANFAAT” sebagai tujuan akhie pembangunan, tahun anggaran 2021 baik bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Dana Alokasi Umum (DAU) Kerinci, apa lagi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN, diperbantukan ke-daerah yang ternacam “gagal” penyelesaian pekerjaan fisik, seharusnya diselesaikan tepat waktu berdasarkan kontrak kerja yang ditanda tangani kedua belah pihak dinas dan kontraktor (perusahaan).

Untuk pencairan dana 100 % pada serah terima pertama, pihak Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kerinci harus berani memperketat pengawasan tanpa tebang pilih, guna mewujudkan KERINCI LEBIH BAIK BERKEADILAN (KLB-BERKEADILAN). Artinya memberikan azasmanfaat, setelah pekerjaan dinyatakan diterima, tidak hanya batas dianggap selesai.

Contohnya kegiatan SPAM (Sumber Pengadaan Air Minum), sebanyak 10 paket antara lain di Desa Sanger Tengah, Kecamatan Kayu Aro, Desa Bun-Bun Duri Kecamatan Gunung Tujuh, Desa Sungai Betung Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci, Sanger Tengah Kecamatan Kayu Aro, kondisi lapangan airnya belum mengalir. Dugaan kerusakan Pipa tidak tertanam, dan disinyalir tidak sesuai petunjuk teknis.

Temuan lain dari tim Catatan yang terabaikan, di Bunbum Duri, Kecamatan Gunung Tujuh, diduga terjadi hal yang sama airnya tidak mengalir. Seharusnya airnya sudah ada dan bisa dialirkan secara normal.

Sedangkan di Desa Sungai Betung Mudik, juga airnya tidak mengalir sebagaimana di cek, 4 Nopember 2021. Jika sampai diserahterimakan dan uang dicairkan 100%  dalam kedaan mubazier atau tidak memberikan azasmanfaat, tidak akan mungkin mampu mensukseskan KLB Berkeadilan.

Contoh lainnya, pengerjaan Jalan Sungai Dedap – Danau Tinggi panjang lebih kurang 3, 5 km dengan nilai kontrak hampir mencai Rp 4 miliar. Diduga material yang digunakan sebagian besar dari lokasi setempat, tanpa dibeli dan tidak dibayar pajak/ retribusinya. Artinya Pemkab Kerinci dirugikan, karena tidak masuk kedalam PAD (Penghasilan Asli Daerah). Dan pekerjaan “aspal lapisan penetrasi) = Lapen.

 

Diduga lapisan pondasi bawah (LPB), tidak mencapai standar teknis, demikian LPA (Lapisan Pondasi Atas). Dan penutup kombinasi aspal dengan abu batu (pasir halus standar). Mininial setelah pemadatan bervolume/ ketebalan 35 cm.

Dan berikutnya link jalan Siulak Deras – Simpang Tutup lebih kurang 4 km ditemukan baru saja sudah dilakukan pengaspalan hotmixs rusak kembali, yang dikerjakan CV Pajar Baru, dengan nilai kontrak hampir Rp. 1 miliar, pekerjaan sepotong-sepotong (spot-spot). Ini harus diperbaiki kembali oleh perusahaan yang bersangkutan.

Jalan sepanjang lebih kurang 4 km itu, lebih kurang 26 titik diduga tidak dikerjakan, misalnya atas Bentangan Jembatan Tanrong, Lubuk Pandak, Lubuk Tiangpaku dalam keadaan jebol. Dan dekat lokasi Lubuk Getah, berlobang ternganga dan sebelum Dusun Baru Desa Sungai Batu Gantih, membentuk cekung dan cembung juga tidak dikerjakan serta sejumlah titik rawan lainnnya.

Bangunan lainnya, Pembangunan Kantor Dinas Perkebunan dan Perternakkan di Desa Koto Tengah Kecamatan Siulak. Dikerjakan CV. Grand Indo Mandiri dengan nilai Rp. 1. 234. 642, 759, 77, masalahnya pekerjaan lantai diduga tidak ada pemadatan standar.

Khusus 4 SPAM, Sungai Betung Mudik Rp 375 juta, Bunbum Duri Rp590 juta, Sanger Tengah Rp. 550 juta, Kota Baru Kecamatan Kayu Aro, pemasangan Pipa, tidak tertutup hanya terbuka, nilai Rp 430 juta, Jalan Sungai Dedap-Danau Tinggi Rp 4 miliar, Link Siulak Deras – Simpang Tutup, Rp1 miliar, dan Dinas Perkebunan dan Peternakkan +-Rp. 1,2 miliar.

Secara fisik sejumlah pasangan dan penggunaan satuan Campuran secara teknis Semen Pasir untuk gedung dan satuan pasangan untuk lapen dan ketebalannya harus di perbaiki guna meningkatkan kualitas bangunan, mewujudkan KLB Berkeadilan dan berkualitas dapat dicapai. Sehingga rencana umur bangunan dapat dipenuhi, dan memperkecil temuan dilapangan. Dengan total nilai +_ Rp. 7, 5 miliar.

Bayangkan, jumlah paket yang dikerjakan tahun anggaran 2021 = 582 paket se- Kabupaten Kerinci terdiri dari berbagai paket kegiatan dibawah OPD (Organisasi Perangkat Daerah), / dinas. Terdiri dari hasil lelang (tender), Pemilihan/ Penunjukkkan langsung (PL) dan Swakelola.

Khusus Swakelola, merencanakan sendiri, menghitung sendiri, mengawasi sendiri, menerima sendiri, menyatakan pekerjaan baik, juga dengan cara sendiri.

Dan sebagian besar dari kegiatan proyek fisik diatas, tidak satupun ditemukan papan Merk (papan nama kegiatan), apa yang dikerjakan, berapa nilai total, dan berapa volume yang harus dikerjakan, semua hampir tidak jelas?.  (***)

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,129PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts