spot_imgspot_img

Sengketa Pilkades Simpang Tutup Kerinci, Masyarakat Minta PSU

Laporan: Marhaen Liputan Bengkulu-Jambi

KERINCI, BEO.CO.ID – Pemilihan Kepala Desa Serentak di 153 Desa Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi yang berlangsung, 06 April 2021, 17 desa diantaranya bermasalah, hingga laporan ini diturunkan masih ditangani pihak Pemda Kerinci, melalui Panitia Kabupaten Kerinci dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMDes), setempat.

Para peserta rapat, penggugat saat berada di Kantor PMD Kerinci (dok)

Dan ini menjadi tantangan berat bagi Selhanudin Asisten 1 Bidang Pemerintahan, mewakili Bupati Kerinci DR. Bupati Adirozal MS,i. Sekedar diketahui “Selhanudin” putra terbaik Kerinci mudik saat ini, dan didesa kelahirannya pula Siulak Tenang, sengketa Pilkades menghebat dan Desa Simpang Tutup desa mertuanya serta Desa Ujung Ladang tetangga dekat Siulak Tenang, yang masih banyak hubungan keluarga.
Masyarakat yakin dan percaya, Selhanudin akan mampu menyelesaikan masalah ini, dengan tetap berpedoman pada UU, Peraturan berlaku baik UU Desa, Perda dan Perbup Kerinci.
‎Selhanudin, kepada Wartawan ini (9/6/21) mengatakan “panitia pilkades kabupaten yang menyidangkan sengketa pilkades bermacam-macam masalah, kami selalu berpedoman dengan uu dan aturan berlaku,” ujarnya. Dan keputusanpun akan tetap mengacu dari hasil rapat dan musyawarah dalam pemanggilan penggugat dan tergugat.
Dikatakan Selhanudin, kami mengambil keputusan tetap berjalan diatas uu dan aturan dan hendak nya pihak yang bersengketa bisa menerima secara lenggowo dan tidk ada yang di politisir untuk kepentingan kelompok kelompok.
Ditempat terpisah  (10/6/21) warga Simpang Tutup menjelaskan kepada wartawan ini hendaknya pemerintah desa (panitia pilkades kabupaten) betul-betul mengambil keputusan tidak merugikan pihak yang bersengketa, karena bila terjadi keberpihakan dan merugikan penggugat atau tergugat bisa menimbulkan masalah baru nantinya.
Ddilanjutkan Zulfikar (50th) hati-hati dalam mengambil keputusan karena bisa menimbulkan perpecahan ditingkat masyarakat apa lagi di Simpang Tutup, selisih angka no urut 01 180 suara, sedangkan no 04 183 suara ini merupakan polemik, ditambah dengan persoalan kecurangan dari pihk panitia adanya pemilih Ganda, Suara yang hilang, Surat suara kena Tinta dan rapat penetapan DPT (daftar pemilih tetap) beberapa kali tidak melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perubahan DPT yang terjadi tidak transparan kepada kandidat.
Dijelaskan ‎Zulfikarllbih rinci, jikaau keputusan sidang (mediasi) di tingkat kabupaten tidak mendapatkan keputusan dengan baik kami siap turun ke jalan (demo) menuntut keadilan untuk mencari kebenaran.
Sebelumnya Romi Ariyal, salah satu warga Simpang Tutup) yang ikut dalam kandidat pilkades (6/6/21) menjelaskan kepada wartawan media ini, hendaknya keputusn bisa di lahirkan dari melihat persoalan yang terjadi saat penyelenggaraan pilkades jangn smpai di tunggangi oleh kepentingan lain /pribadi karena yang rugi kita semua khususnya warga Simpang Tutup.
Ditambahkan Romi harapan kami siapapun yng menjabat sebagai kades di Simpng Tutup tidak masalah yang penting bisa mengayomi, memimpin masyarakat yang saat ini Desa Simpng Tutup butuh perubahn yang positip, mampu meningkatkan sektort pembangunan fisik dan ekonomi, aman dan nyaman.
Komentar lain muncul dari Si (40th),  9/6/21 mengatakan di Desa Simpang Tutup di lakukan PSU (Pemilihan Suara Ulang) secara jujur dan demokratis, oleh panitia pilkades agar tidak terjadi sengketa yang berkepanjangan yang dapat merugikan masyarakat.
Warga Simpang Tutup lainnya yang minta namanya dilindungi, sebut saja DE (35th) mengatakan hendaknya sengketa pilkades di Simpang Tutup segera di PSU kan karena ini kampung halaman pak asisten 1 Selhanudin dan persoalannya, saling gugat kades pemenang 1 dan 2 pun antara kakak dan adik kandung, jangan sampai meruncing dan mengakibatkan perpecahan di tengah-tengah keluarga.
Sementara itu Ketua panitia pilkades  Simpang Tutup Kamarun Zaman dihubungi baru-baru ini menjelaskan hendaknya keputusan panitia yang lahir nantinya yang melalui musyawarah dan mediasi panitia pilkades di tingkat kabupaten, semua pihak bisa menerima dengan lapang dada (legowo), ujarnya.
Dari pengamatan Jurnalist Beo.co.id, kondisi saat ini berjalan aman, dan dihimbau kepada masyarakat luas jangan sampai terprovokasi oleh oknum/ pihak yang tak bertanggungjawab. Dan masyarakat harus membangun kesadaran bersama mendukung penyelesaian kasus ini, secara damai dan professional. (***)

 

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,995PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts