Home » News » Tata Cara Sholat Taubat yang Benar Lengkap dengan Niat dan Doanya

Tata Cara Sholat Taubat yang Benar Lengkap dengan Niat dan Doanya

Beo – Setiap manusia tidak luput dari kekhilafan dan perbuatan dosa dalam menjalani kehidupan. Dalam ajaran Islam, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh ingin kembali ke jalan yang benar.

Salah satu bentuk penyesalan dan permohonan ampun yang paling utama adalah dengan melaksanakan sholat taubat atau sering disebut sebagai jalan menuju Taubatan Nasuha. Ibadah sunnah ini menjadi sarana spiritual yang sangat kuat untuk membersihkan diri dari tumpukan dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar.

Sekaligus sebagai bentuk janji untuk tidak mengulangi kesalahan di masa depan. Mengetahui tata cara sholat taubat secara rinci, mulai dari niat yang tulus hingga doa setelahnya, amatlah penting agar ibadah yang dijalankan sah, khusyuk, dan diterima di sisi Allah SWT.

Disclaimer: Informasi mengenai tata cara ibadah dalam tulisan berikut disusun berdasarkan pemahaman umum dari berbagai sumber literatur keislaman. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lebih lanjut atau berkonsultasi langsung dengan ustaz, ulama, maupun ahli agama terpercaya guna mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam dan sesuai dengan mahzab yang diyakini.”

Memahami Makna dan Hukum Sholat Taubat

Secara bahasa, taubat berarti kembali. Dalam konteks syariat, taubat bermakna kembali dari jalan yang dimurkai Allah menuju jalan yang diridhai-Nya. Hukum melaksanakan sholat taubat adalah sunnah mutlak.

Artinya, ibadah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan kapan saja ketika seseorang menyadari telah berbuat maksiat atau dosa, agar hati kembali bersih dan jauh dari kegelisahan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah At-Tahrim ayat 8 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bertaubat dengan taubat yang semurni-murninya (Taubatan Nasuha).

Pelaksanaan sholat sunnah ini merupakan wujud nyata dari perintah tersebut, sebuah manifestasi fisik dan batin bahwa seorang hamba menyadari kelemahannya dan memohon belas kasih Sang Pencipta.

Syarat Diterimanya Taubat (Taubatan Nasuha)

Melaksanakan gerakan sholat saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan kondisi batin yang selaras. Para ulama menetapkan beberapa syarat utama agar sebuah taubat dikategorikan sebagai Taubatan Nasuha dan diterima oleh Allah SWT:

1. Menyesali Perbuatan Dosa (Nadam)

Harus ada rasa penyesalan yang mendalam di dalam hati atas segala maksiat yang telah dilakukan. Rasa sesal ini menjadi fondasi utama yang mendorong seseorang untuk bersujud memohon ampunan.

2. Menghentikan Maksiat Seketika (Iqla’)

Seseorang harus segera melepaskan diri dari perbuatan dosa tersebut saat itu juga. Tidak dibenarkan lisan memohon ampun namun perbuatan maksiat tetap dilanjutkan.

3. Bertekad Kuat Tidak Mengulangi (Azm)

Diperlukan tekad dan kehendak yang bulat di dalam hati untuk tidak akan pernah kembali melakukan dosa yang sama di masa yang akan datang.

4. Menyelesaikan Urusan dengan Sesama Manusia (Haqqul Adami)

Jika dosa yang dilakukan berkaitan dengan hak orang lain (seperti mengambil harta secara zalim, memfitnah, atau menyakiti fisik), maka syarat tambahannya adalah harus meminta maaf secara langsung kepada orang yang bersangkutan atau mengembalikan hak yang telah diambil.

Waktu Terbaik Pelaksanaan Sholat Taubat

Pada dasarnya, ibadah sunnah ini dapat dikerjakan kapan saja, baik pada siang hari maupun malam hari, segera setelah seseorang menyadari kesalahan yang diperbuat. Tidak perlu menunda-nunda untuk memohon ampunan.

Meski demikian, terdapat anjuran untuk menghindarinya pada waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat, yaitu:

  • Tepat setelah sholat Subuh hingga matahari terbit.
  • Tepat saat matahari berada di puncak (tengah hari) hingga tergelincir.
  • Tepat setelah sholat Asar hingga matahari terbenam sempurna.

Adapun waktu yang paling diutamakan dan dianggap sebagai waktu paling mustajab untuk melaksanakan sholat taubat adalah pada sepertiga malam terakhir. Suasana yang hening dan tenang pada waktu tahajud sangat membantu untuk meraih kekhusyukan, merenungi dosa-dosa, dan meneteskan air mata penyesalan di hadapan Allah SWT.

Bacaan Niat Sholat Taubat

Sama halnya dengan ibadah lainnya, segala perbuatan bergantung pada niatnya. Niat cukup diyakini di dalam hati, namun melafalkannya secara lisan dapat membantu memantapkan konsentrasi sebelum bertakbir.

Berikut adalah pelafalan niat yang dapat dibaca:

Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Taubat secara Berurutan

Secara umum, gerakan sholat sunnah ini sama persis dengan sholat fardu atau sholat sunnah lainnya. Dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam. Berikut adalah rincian langkah-langkahnya:

1. Bersuci (Wudhu atau Mandi Wajib)

Sebelum memulai, diwajibkan untuk bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar. Sangat disunnahkan untuk menyempurnakan wudhu dengan sebaik-baiknya, karena air wudhu dipercaya mampu menggugurkan dosa-dosa kecil yang melekat pada anggota tubuh.

2. Takbiratul Ihram

Berdiri menghadap kiblat (bagi yang mampu), melafalkan niat, lalu mengangkat kedua tangan seraya mengucapkan Allahu Akbar.

3. Membaca Doa Iftitah dan Surah Al-Fatihah

Setelah takbir, disunnahkan membaca doa Iftitah. Kemudian diwajibkan membaca Surah Al-Fatihah secara tartil dan benar.

4. Membaca Surah Pilihan

Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surah dari Al-Qur’an. Sebagian ulama menganjurkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Namun, ini bukanlah aturan mutlak. Boleh membaca surah apa saja yang dihafal.

5. Ruku’, I’tidal, dan Sujud dengan Tuma’ninah

Lakukan gerakan ruku’, i’tidal, dan sujud dengan tenang (tuma’ninah). Saat bersujud, rasakan posisi diri yang paling rendah di hadapan kebesaran Allah. Sujud adalah momen kedekatan yang luar biasa, sehingga sangat baik memperbanyak doa ampunan di dalam hati saat posisi ini.

6. Rakaat Kedua dan Salam

Bangkit untuk rakaat kedua, ulangi urutan gerakan seperti rakaat pertama. Setelah sujud terakhir, duduk untuk membaca tasyahud akhir, lalu tutup dengan salam (menoleh ke kanan lalu ke kiri).

Doa Sholat Taubat dan Istighfar

Setelah mengucapkan salam, sangat tidak dianjurkan untuk langsung beranjak pergi. Duduklah sejenak dengan khusyuk untuk berzikir dan memanjatkan doa permohonan ampun. Rangkaian doa setelah sholat sangat krusial dalam menyempurnakan ibadah ini.

Memperbanyak Istighfar

Langkah pertama setelah sholat adalah melafalkan istighfar sebanyak-banyaknya, minimal 100 kali. Kalimat istighfar yang paling umum adalah:

Astaghfirullahal ‘azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Membaca Sayyidul Istighfar

Sangat dianjurkan pula untuk membaca Sayyidul Istighfar (penghulu segala istighfar), yang merupakan doa ampunan terbaik yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’uudzu bika min syarri maa shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku kepada-Mu. Maka ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

Setelah itu, berdoalah dengan bahasa yang paling dipahami, mencurahkan segala isi hati, mengakui semua kelemahan, dan memohon petunjuk agar senantiasa dijauhkan dari kemaksiatan di kemudian hari.

Keutamaan Melaksanakan Sholat Taubat

Mendisiplinkan diri untuk segera bertaubat setiap kali melakukan kesalahan membawa dampak positif yang sangat besar bagi kehidupan spiritual seorang muslim. Keutamaan yang bisa diraih antara lain:

  • Penghapusan Dosa: Membersihkan catatan amal dari keburukan, selayaknya kain putih yang dibersihkan dari noda kotoran.
  • Ketenangan Jiwa: Menghilangkan rasa cemas, gelisah, dan perasaan bersalah yang sering kali menyiksa batin akibat perbuatan maksiat.
  • Meningkatkan Derajat: Orang yang gemar bertaubat sangat dicintai oleh Allah SWT.
  • Memperlancar Rezeki: Sering kali, dosa menjadi penghalang turunnya rezeki dan rahmat. Dengan bertaubat, sekat penghalang tersebut akan terbuka.

FAQ tentang Tata Cara Sholat Taubat

Q: Berapa rakaat sholat taubat dikerjakan?

A: Ibadah ini umumnya dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam. Namun, ada pendapat ulama yang membolehkan pengerjaannya hingga empat atau enam rakaat, asalkan setiap dua rakaat ditutup dengan salam.

Q: Apakah boleh dilakukan pada siang hari?

A: Boleh, pelaksanaannya dapat dikerjakan kapan saja ketika teringat akan dosa, baik siang maupun malam. Hanya saja, perlu menghindari tiga waktu yang diharamkan untuk sholat (saat matahari terbit, saat matahari persis di tengah hari, dan saat matahari terbenam).

Q: Bolehkah membaca surah lain selain Al-Kafirun dan Al-Ikhlas?

A: Tentu saja boleh. Anjuran membaca Surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas hanyalah sunnah. Siapa pun bebas membaca surah apa saja dari Al-Qur’an setelah menyelesaikan bacaan wajib Al-Fatihah.

Q: Apakah dosa besar seperti zina atau syirik bisa diampuni melalui cara ini?

A: Rahmat Allah SWT jauh lebih besar dari murka-Nya. Semua dosa, sebesar apa pun itu, berpeluang mendapatkan ampunan jika pelakunya benar-benar melakukan Taubatan Nasuha, memenuhi semua syarat taubat, dan tidak kembali mengulangi kesalahannya hingga akhir hayat.

Q: Apakah harus menangis saat melaksanakannya?

A: Menangis bukanlah syarat sahnya sebuah ibadah sholat. Kendati demikian, air mata yang menetes karena rasa takut kepada Allah dan penyesalan mendalam merupakan indikator kelembutan hati dan tingginya kesungguhan dalam bertaubat.

Ringkasan

Melaksanakan ibadah pembersihan diri dari dosa merupakan sebuah kebutuhan spiritual mutlak bagi umat Islam. Memahami tata cara sholat taubat secara menyeluruh sangat membantu menyempurnakan bentuk penyesalan tulus di hadapan Sang Pencipta.

Mulai dari meluruskan niat dalam hati, mematuhi syarat-syarat Taubatan Nasuha yang ketat, melaksanakan rangkaian gerakan ruku’ dan sujud dengan penuh kekhusyukan, hingga memanjatkan doa serta istighfar dengan penuh kerendahan hati. Kesungguhan dalam memohon ampunan menjadi kunci utama kembalinya ketenangan jiwa.

Semoga setiap langkah niat baik untuk kembali ke jalan yang diridhai senantiasa dimudahkan, dan ampunan dari Yang Maha Kuasa senantiasa menaungi kehidupan di dunia hingga ke akhirat kelak.