spot_imgspot_img

UR Dari Pasang Dada Ditim Adirozal, Sampai Tahu Permainan Dari Tahun 2014

Catatan: Gafar Uyub Depati Intan

Urmadiawan, 52 tahun, adalah Tim Sukses Adirozal mulai periode pertama mencalonkan diri sebagai calon bupati Kerinci yang berpasangan dengan Zainal Abidin, (Azdan) 2014 silam. Urmadiawan, Suardesi, Ahmad Syukur Ridwan dan tujuh lainnya, jauh sebelum pencalonan tepatnya 2012, dua tahun sebelum pencalonan sudah membentuk tim yang diberi nama Tim 12 Sungai Batu Gantih. Tim ini, yang menggagas perjuangan dan waktu kondisi yang sangat pahit. Adirozal pun masih berada di Padang Panjang, sebagai Wakil Walikota Padang Panjang, Sumatera Barat.
Urmadiawan, akrab dipanggil, “Cik Ur atau UR” memang pasang dada untuk melahirkan Adirozal bersama Suardesi, Ridwan dengan Tim 12 nya. Ketika itu harus berhadapan dengan Tim Murasman, yang terkenal keras dan berani, namun tim 12 tak pernah Ciut apa lagi menjelang hari-hari “H”nya ditahun 2014 silam itu.
Tim 12 Sungai Batu Gantih (waktu itu), memang berangkat dari bawah dengan tingkat kesulitan yang tinggi, hanya bermodalkan semangat juang yang gigih sampai terpilihnya Adzan, dan dinyatakan menang dimahkamah konstitusi (MK). Tim 12 Sungai Batu Gantih, dari tahun 2012 sampai dilantiknya Adirozal-Zainal, memang berjuang luar biasa kerasnya.
Dalam masa-masa sulit 2012-2014, tim 12 bukan saja bekerja sebagai tim sukses, bahkan mereka turut menyumbangkan keperluan rumah tangga, seperti Kayu Bakar, Serbuk Daun Kopi, Daun Pisang, sayur mayor, karena kondisi riil keuangan Adirozal (saat itu), kalau tidak dibantu masyarakat tak akan mungkin mampu memenangkan pertarungan menghadapi Murasman (Incumbet) yang segala sisi “sangat kuat.”
Keberhasilan Adirozal, pada periode pertama sangat ditentukan dukungan keluarga, dari “tigo luhah tanah sikudung” Siulak dan partisipasi masyarakat Kerinci secara meluas dari Kerinci Hilir dan Tengah.
Dan Tim 12, bersama masyarakat Sungai Batu Gantih, Kecamatan Gunung Kerinci, bukan batas mayoritas memenangkan Adirozal di Kecamatan Gunung Kerinci. Masyarakat Sungai Batu Gantih, saling bahu membahu menyiapkan Nasi bungkus untuk Kampanye terakhir di M10 Kayu Aro, semuanya masih tercatat disalah satu dokumen yang tersimpan rapi sampai saat ini.
Ur, sangat tahu hal itu bersama Suardesi dan Ridwan. Karena mereka menginginkan perubahan, pembangunan dan pemimpin yang mengayomi. Ternyata banyak yang bertolak belakang dengan keadaan yang sebenarnya, seharusnya “Adirozal” memahami kondisi riil dilapangan.
Tim 12, berjumlah dua belas orang awalnya, dengan semangat juang yang kuat akhirnya besar dan menjadi kekuatan moral dan fisik (saat itu). Tapi, ironisnya di tim 12, ada yang sama sekali tidak diperhatikan oleh “Adirozal” sebagaimana layaknya. Ada yang sangat kesulitan menyekolahkan anak mereka, seharusnya Adirozal tahu dan mengerti keadaan itu.
Kendati secara mayoritas, asal muasal kakek-nenek warga Desa Sungai Batu Gantih berasal dari Siulak Panjang, Siulak Mukai, Siulak Gedang sebagian Ladeh, Koto Lanang dan Siulak, Semurup, Minang, (campuran) pada umumnya,  Mereka hidup damai berdampingan dan memiliki rasa persatuan dan kesatuan yang kukuh hingga kini.
Sianak Nakal :  Ur, memang tercatat sianak nakal buktinya pernah ditahan di LP Muaro Kota Padang, dan terlibat banyak kasus factor penyebab yang dominan masalah ekonomi serta minimnya pendidikan. Dan, Ur masih bisa dibina jika pertumbuhan (usaha)nya mendapat dukungan (pencerahan) dari pihak ketiga, seharusnya “Adirozal” faham dan merealisasi pembinaan yang baik.
Ur, bukan tidak pernah dibantu semasa dimulai dari periode pertama Adirozal, menjabat Bupati Kerinci 2014 sampai 2018 dan sekarang (periode kedua), namun pembinaan usaha secara benar dan mental terabaikan. Ur, faham/ tahu rasa hidup enak, dia mengerti betul kondisi riil Adirozal sebelum menjadi bupati Kerinci, dan kesulitan dalam memperjuangkan perubahan jika Adirozal terpilih. Aka nada harapan, termasuk anggota tim 12 Sungai Batu Gantih, yang terbaikan hingga kini.
Pertanyaan, jangan di abaikan kenapa Urmadiawan berani menceritakan secara lantang kepada masyarakat Pers dan LSM bahwa dalam pemerintahan Bupati Kerinci Adrozal, khususnya di Dinas PUPR masih adanya permainan “fee” (uang haram setor kepada oknum pejabat Negara), yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU), APBD Kabupaten Kerinci dan DAK (Dana Alokasi Khusus), sumber APBN Kementerian Keuangan RI (pusat). Bagaiamana cerita “uang fee” dimasa pemerintahan Adirozal? Benarkah “Adirozal” bersih dari uang Fee, atau fitnah belaka….> (Bersambung),

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,987PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts