LEBONG, BEO.CO.ID – Masih minimnya pendistribusian air bersih diwilayah desa Ketenong I, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu menjadi skala prioritas pembangunan perpipaan, guna memenuhi kebutuhan masyarakat setempat yang saat ini belum memadai. Sekaligus acara titik nol pembangunan perpipaan dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap pertama dana desa (DD) tahun anggaran (TA) 2021 yang digelar dibalai desa, Selasa (6/7/21).
Demi terwujudnya pembangunan pemerintah desa meminta dukungan semua pihak elemen masyarakat untuk mendukung jalannya program yang telah direncanakan sebelumnya serta mampu menjaga dan merawat bangunan perpipaan tersebut.
Kepala Desa (Kades) Ketenong I menerangkan kepada awak media yang hadir mengatakan, acara titik nol pembangunan infrastruktur perpipaan dan penyaluran BLT sesuai dengan kriteria didalam peraturan dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).
“Untuk acara titik nol tadi itu pembangunan pemasangan perpipaan prasarana air bersih, dalam tiga hari ini pipanya sampai dengan nilai anggaran 200 juta lebih dengan volume 930 sekalian rehab,” jelas Saheri.
Lebih lanjut diri menjelaskan, kondisi perpipaan yang saat ini tidak lagi memadai perlu ada perbaikan pembangunan dengan mengingat belum maksimal pendistribusian air bersih didesa, untuk kepentingan masyarakat Ketenong I.
“Kondisi perpipaan disini hampir semua rusak, sejak kita ditugaskan disini bersama masyarakat sepakat menyediakan anggarannya pembangunan perpipaan, semoga terlaksana dan setiap saya kemasjid ternyata tidak ada air maka itu menjadi pilihan prioritas pembangunan didesa,” ucapnya.
Ia menambahkan, kondisi ril ditengah masyarakat sangat kesulitan mendapatkan air bersih tidak hanya kebutuhan rumah ibadah dan sebalik juga kebutuhan prasarana air bersih di masyarakat yang merupakan kebutuhan mendasar.
“Maka itu ini menjadi tungguan masyarakat dan menjadi pilihan pembangunan, ditarget pembangunan perpipan bisa mengisi kurang lebih 600 kk yang menjadi target 50 kk dulu. Untuk BLT tadi 33 untuk penerima satu bulan tahap pertama, jika selesai SPJ ini kami akan mengajukan lagi untuk tahap ke dua,” demikian keterangannya.