28.2 C
Jakarta
Selasa, Mei 18, 2021
spot_img

Latest Posts

“Membangun Lebong Dalam Bayang-Bayang Korupsi”

LEBONG, Beo.co.idMiris mentalitas para oknum pejabat kita yang diduga berjiwa korup, “bak membangun Lebong dalam bayang-bayang korupsi,” seperti halnya, dugaan tindak pidana korupsi (TPK) anggaran Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2019 yang lalu masih bergulir.
Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan (Lid) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu yang harus diusut tuntas.
Ketua Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) – Lembaga Aliansi Indonesia Perwakilan Kabupaten Lebong, Yudi Hariansyah kepada media ini dikutip kembali dan sudah dipublis oleh media ini.
“Kita minta Kajati Bengkulu ungkap actor intelekual dugaan tindak pidana korupsi Sekretariat Daerah di Bumi Swarang Patang Stumang,” tegas Yudi Hariansyah disalah satu tempat di Muara Aman, sore Jumat, (30/10/2020).

Kasus-kasus yang belum tuntas

Banyak dugaan tindak pidana korupsi yang lain belum diungkap, seperti kasus dugaan kasus korupsi proyek irigasi Air Cendam Bawah, Kecamatan Lebong Sakti, Kabupaten Lebong dengan senilai Rp 2,9 Milyar yang dikerjakan oleh PT. Vanie Citra Mandiri (VCM) tahun anggaran 2018, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Sebaliknya juga kasus dugaan suap 15 PJS kades yang mana telah dilaporakan oleh masyarakat.
Dan indikasi perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan dana PKK Kabupaten Lebong dari tahun 2016-2019. Serta indikasi kerugian Negara dalam paket proyek Pembangunan Jembatan Ketahun IV di Desa Muning Agung Kabupaten Lebong sebagaimana tertera dalam LHP BPK T.A 2017.
Serta atas dugaan korupsi pembangunan 21 DAM dan 4 embung yang dikerjakan oleh pihak Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong dalam program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) pada tahun 2018.
Ia menambahkan, sangat mendukung dan mengapresiasi kinerja aparat penengak hukum (APH) untuk mengusut tuntas beberapa kasus yang sedang ditangani Kajati Bengkulu. Ini merupakan gerbang masuknya pemberantasan korupsi yang ada Kabupaten Lebong, termasuk kasus – kasus yang belum ditetapkan sebagai tersangka.
“Kita sangat mendukung proses penyelidikan yang dilakukan Kajati Bengkulu, tapi kasus yang lama sudah berstatus (dik) harus lanjutkan dan diungkap dipermukaan secara terbuka, siapa tersangkanya ? agar Lebong bersih dari KKN,” tanya Yudi diakhir tanggapannya.
Data terhimpun, penyidik telah meminta keterangan sejumlah orang dalam penyelidikan dugaan TPK di lingkungan Setda Lebong. Masing-masing, Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) Setda berinisial A,  Bendahara berinisial T, dan sejumlah PPTK berinisial DD dan IY.
Saat dikonfirmasi salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Lebong, total PPTK di lingkungan Setda Lebong mencapai 31 hingga 37 PPTK pada tahun anggaran (TA) 2019 lalu, seperti lansir oleh media Rmolbengkulu.com beberapa waktu lalu.
Pihaknya tidak akan akan main-main dengan kasus dugaan korupsi yang sedang diselidikannya.

“Diminta kerjasama dengan teman-teman media untuk bersabar biarkan teman-teman penyelidik bekerja dulu nanti saya kabari kembali,” katanya kepada RMOLBengkulu, belum lama ini, Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Marthin Luther.
Bahkan, ia meminta seluruh pihak memberikan kesempatan penyidik Kejati melakukan pendalaman terkait dugaan korupsi di Bumi Swarang Patang Stumang tersebut.

“Maaf karena perkaranya masih tahap penyelidikan belum bisa dipublikasikan,” tutupnya. Dikutip dari RmolBengkulu.com
Dari data yang diperoleh media ini, permasalahan kasus dugaan tindak pidana korupsi (TPK) anggaran Sekretariat Daerah (Setda) Lebong yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2019 yang nilainya cukup fantasis.
Sedikit menggelitik para petinggi dan bawahan, OPD Pemkab Lebong yang telah dishare beritanya oleh Rmolbengkulu. com dan dipublis SENIN, 30 NOVEMBER 2020, 02:34:00 WIB, disalah satu group media sosial forkopimda.
Dalam pengamatan media ini cukup mengundang emosial bagi OPD dan petinggi hingga bergulat lidah. Media ini belum berhasil konfirmasi OPD dan petinggi daerah yang mengundang essential cukup memanas dalam komunikasi media elektronik tersebut, sampai berita ini diturunkan.

Pewarta : Sbong Keme

Latest Posts

Don't Miss