spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jumpa Pers Dewan Kerinci Yang Tertutup ?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KERINCI, BEO.CO.ID – Jumpa Pers biasanya terbuka bagi masyarakat dan masyarakat Pers serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diundang, untuk bertanya dan menyampaikan informasi yang berkembang ditengah masyarakat, tapi kali ini DPRD Kabupaten Kerinci mengadakan jumpa Pers dengan waktu singkat, tidak dibuka waktu untuk bertanya, tak heran dewan Kerinci terkesan jumpa Pers tertutup?.

Undangan yang ditayangkan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kerinci yang ditanda tangani PLt Sekwan Jondri Ali, 13 April 2023 Kamis untuk hadir dalam Jumpa Pers dengan DPRD Kerinci diruang Badan Anggaran (Banggar), 14 April 2023 Jum,at di RSU Desa Ujung Ladang Kecamatan Gunung Kerini, dihadiri Wartawan dan LSM dalam jumlah besar dari Kabupaten dan Kota Sungai Penuh, Jambi apa lagi menjelang Idul Fitri 1444 H tahun ini.

Jumpa Pers langsung disampaikan Wakil Ketua DPRD Kerinci Boy Edwar, SE, intinya meningkatkan silahturahmi dengan para awak media dan LSM jelas Boy. Dan berlangsung lebih kurang 10 menit. Dengan waktu singkat ini kesannya sengaja diatur agar para Wartawan dan LSM, tidak ada waktu untuk bertanya dan menyampaikan temuan pada Wakil Rakyat Kerinci?.

Jumpa Pers yang singkat itu, menurut Boy Edwan, karena akan ada rapat penting di DPRD Kerinci, Ia lalu bergegas meninggalkan Wartawan dan LSM.

Dari keterangan dihimpun BEO.co.id, pertemuan dalam jumpa Pers yang singkat itu, harap maklum DPRD Kerinci baru saja terlibat sebanyak 50 orang mengembalikan uang tunjangan rumah dinas ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh sebesar Rp5, 027. 802. 069,- lalu dititipkan di BRI Sungai Penuh, ‘’disebut uang korupsi’’ dan menjadi bb (barang bukti) melibatkan DPRD Kerinci dua periode (2014-2019 & 2019-2024), kurun waktu 2017-2021, baru tiga tersangkanya AD (Mantan Sekwan), BN (Mantan PPTK) dan Ll dari KJPP, sudah ditahan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jambi. Dan tidak tertutup akan ada yang menyusul?.

Dengan waktu terbatas itu, awak media dan LSM tidak diberi waktu untuk bertanya, termasuk masalah dugaan keterlibatan dewan Kerinci dalam dugaan korupsi berjamaah itu, selama lima tahun dengan kerugian Negara  Rp. 5 miliyar lebih.

Para awak media dan LSM, kendati merasa kecewa, juga sedikit diberi pulus hiburan menjelang idul fitri. Sejumlah rekan Wartawan menuturkan kepada BEO.co.id, sebagaimana dijelaskan, Aldi dari LSM Semut Merah, mengatakan sangat menyayangkan jumpa pers yang di selenggarakan DPRD Kerinci banyak pertanyaan yang belum bisa di sampaikan, kita menunggu acara seperti ini hanya di gelar satu tahun sekali malah ruang bertanya sangat terbatas.

Hal serupa juga sampaikan Ramli dari media Mata Elang Nusantara dengan tidak disiapkannya waktu bertanya yang panjang maka kita sebagai wartawan belum bisa menyampaikan secara lisan keluh dan kesah aspirasi masyarakat yang berkembang saat ini  ujarnya.

Kekesalan serupa juga disampaikan Jon Hendri, dari media BHAYANGKARA.COM, mudah mudahan dilain waktu dalam waktu dekat ini DPRD Kerinci bisa menggelar jumpa pers kembali.

Ditempat terpisah Sofyan dari LSM MAWAR sangat menyayangkan sekali ruang tanya jawab tidak dipersiapkan waktu nya agak panjang dengan alasan agenda rapat, bukan berarti kita tidak berterima kasih dengan jumpa pers hari ini, apa lagi untuk meningkatkan silahturahmi, kita sangat setuju tapi tolong waktu tanya jawabnya di beri ruang.

Ucapan senada juga disampaikan Jurnalis Sergap, kita tahu dan paham bahwa silahturahmi sangat lah perlu di jalin tapi Jedah bertanya perlu diperpanjang waktunya .

Dalam catatan awak media ini (MARHEN) dikutip dari keterangan BOY EDWARD yang intinya jumpa pers menjalin silaturahmi karna bertepatan bulan suci ramadhan dan menyongsong idul Fitri, alangkah baiknya antara kita bersilahturahmi dan bertegur sapa.akan semakin pengertian kita masing-masing dan kita tidak terjebak dengan isu yang mungkin selama ini, dalam menjalankan Tugas dan fungsi (tufugsi) kita masing-masing.

Dalam pengamatan awak media ini apa yang di sampaikan Boy, intinya menjalin silaturahmi itu hal yang sangat baik apa lagi pers LSM merupakan mitra kerja pemerintah sudah seharusnya media masa dijadikan corong informasi yang benar.

Dalam membangun pemerintahan itu ada 4 pilar kekuatan antara lain, Legislatif, Eksekutif, Yudikatif dan Pers mempunyai perannya masing-masing.namun pertanyaan yang di lontarkan oleh awak media ini kepada salah satu anggota anggota DPRD Kerinci, sejauh mana media masa dijadikan sumber informasi, hal tersebut tidak terjawab.

(BEO.co.id/ *** /yn/ mm)

Kisah Singkat Jurnalis Gudi Podcast Kemenag Rejang Lebong

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org