LEBONG, BEO.CO.ID – Akses jalan lintas perekonomian masyarakat Kabupaten Lebong perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Provinsi Bengkulu, pasalnya, akses jalan menuju Kecamatan Pinang Belapis kondisi kian hari semakin parah.
Terpantau dilokasi, kondisi akses jalan provinsi Bengkulu yang melintasi Desa Air Kopras kurang lebih sepanjang 2 Kilometer mengalami rusak berat hingga rusak ringan. Selanjutnya, akses jalan objek wisata Bio Putiak (Air Putih) menuju Desa Tambang Saweak (Tambang Sawah) diperkirakan 2 Kilometer kondisi sama cukup memprihatinkan.
Sama diketahui akses jalan tersebut merupakan salah satu akses pusat vital perekonomian masyarakat, guna membawa hasil bumi seperti kopi, karet, padi dan hasil pertanian lainnya.
Kondisi jalan yang cukup parah tersebut menjadi keluhan masyarakat saat menjelang hari raya Idul Fitri menjelang mudik dengan mobilitas kendaraan cukup tinggi.
Hal itu diungkapkan salah satu warga berasal dari Rejang Lebong, Musa (43) saat mengunjungi keluarga di Desa Bio Putiak mengatakan bahwa kondisi jalan yang dibangun itu provinsi Bengkulu, tanggung, masalahnya kondisi jalan menuju objek wisata Air Putih ke Desa Tambang Saweak masih rusak parah.
“Jalan yang bangun tanggung dek, setelah jembatan menuju objek wisata Air Putih masih rusak sampai ke jembatan Tambang Saweak, sebaliknya juga kondisi jalan Desa Air Kopras menuju Desa Air Putih cukup prihatinkan dengan lobang yang cukup besar dibadan jalan,” jelasnya berhasil berbincang kepada awak media saat menikmati Danau Tes, Kamis (3/4).
Melihat kondisi itu, dia harap kepada pemerintah atau pihak yang berwenang untuk segera membangunan akses jalan yang mana mengalami rusak berat beberapa titik di Kecamatan Pinang Belapis.
“Kita berharap akses jalan Air Kopras, jalan objek wisata Air Putih – Tambang Saweak dapat diperbaiki, biar ada kenyamanan pengguna jalan,” harapnya.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan beberapa waktu lalu telah mengunjungi Kabupaten Lebong, guna melakukan monitoring serta meninjau kondisi akses jalan rawan longsor Kecamatan Rimbo Pengadang, kini tengah proses mendapatkan kajian secara komprehensip, agar dapat perencanaan yang matang.
Bahkan dari hasil penghitungan kasar atau dapat diestimasikan sekitar 200 miliar anggaran yang dibutuhkan, bersumber dari pemerintah provinsi Bengkulu dan pemerintah pusat, dikutip disejumlah awak media yang publis pemberitaan tersebut.
Sebaliknya, akses jalan Kecamatan Pinang Belapis diharapkan tidak luput dari perhatian pemerintah Provinsi atau pemerintah pusat, semoga wilayah tersebut tidak di anak tirikan, semoga adanya peningkatan infrastruktur jalan dengan tujuan akhir dapat membangun ekonomi kerakyatan dalam memperlancar pertumbuhan ekonomi diwilayah tersebut. (*/SB)