spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Akses Jalan 11 Desa di Mudik Dikeluhkan Warga, PU Kerinci “Adem”

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KERINCI, BEO.CO.ID – Masih lemah perhatian pemerintah daerah setempat 2 Kilometer link akses jalan Siulak Deras menuju 11 desa di mudik atau pintu gerbang utama Desa Sungai Batu Gantih Hilir, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci kondisi akses jalannya cukup prihatinkan.

Pasalnya, sudah memasuki H min 2 menjelang Idul Fitri material longsor dan beberapa titik diruas jalan tidak terlihat aktivitas alat berat atau Excavator dan Bulldozer guna membersih material yang menumpuk dibadan jalan, bahkan dapat mengancam pengguna jalan.

Dari informasi diperoleh : sama diketahui akses jalan 11 desa mudik salah satu jalur ini vital untuk ekonomian masyarakat untuk mengeluarkan hasil bumi baik pertanian dan perkebunan setempat.

Pantauan Lapangan : Titik terawan didepan rumah pak Ul (Joni Efendi) sepanjang lebih kurang 100 meter material longsor menumpuk diatas badan jalan. Terlepas pasca banjir dan longsor adanya pembukaan jalan usaha tani titik nol, RT 15 menuju bukit Siulak Deras yang di laksanakan TA 2022 lalu terkesan dipaksakan tidak melalui survei yang matang.

Hal itu terbukti dari kemiringan tebing yang sangat terjal hingga mudah longsor dan berimbas tumpukan material tanah kuning diatas badan jalan kurang lebih 100 meter. H-2 Idul Fitri 1445 Hijriyah masyarakat kelurahan Siulak deras RT 15 gotong royong membersihkan tumpukan material tanah lumpur secara suka relawan agar lancarnya aktivitas lalu lintas.

Selain itu, titik ke 2 di tikungan rumah batu bata 100 meter dari titik pertama di depan Kebun Jeruk (red-Ladang) bang Junai salah satu anak sungai menerjang badan jalan dan persawahan masyarakat.

Titik ke 2 ini masih dalam wilayah Kelurahan Siulak Deras dan berlanjut titik ke 3 ambruknya jalan menuju Desa Sungai Batu Gantih sedalam lebih kurang 10 meter, berlokasinya biasa disebut oleh masyarakat Padang Liyan bersebelahan dengan desa Siulak Tenang.

Mirisnya lagi pada titik ke 4 yang biasa disebut masyarakat Lubuk Pandak, pada titik ini sepanjang 30 meter badan jalan di penuhi tumpukan material tanah kuning dengan kedalaman mencapai 30 cm, pada titik ini juga sudah berulang kali terjadinya kecelakaan karena tumpukan material tanah dari tebing jalan. Jika musim hujan merembes turun hingga menumpuk ke badan jalan, 4 titik terawan tersebut menjadi keluhan masyarakat 11 desa di mudik.

Sungai Batu Gantih Hilir, Sungai Batu Gantih, Simpang Tutup, Suko Pangkat, Sungai Betung Hilir, Air Betung, Sungai Betung Mudik, Desa Baru sungai Betung, Tanjung Genting, Tanjung Genting Mudik, dan Sungai Gelampeh.

Apalagi kondisi terkini aktivitas masyarakat padat dalam menggunakan lalu lintas pada link Siulak Deras Sungai Batu Gantih karena mempersiapkan kebutuhan menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 4445 Hijriah / 2024 Masehi hanya menghitung hari saja.

Menurut Ibu Dori (50) mengatakan sudah banyak anak sekolah, petani yang menjadi korban kecelakaan akibat tumpukan material, apalagi musim hujan maka jalan sangatlah licin.

“Sudah banyak korban berjatuhan itu, disebabkan material tanah lumpur tidak dibersihkan, ketika menjelang hujan turun jalan pasti licin banyak yang jatuh disana,” singkatnya.

LAPORAN : MARHEN/BAMBANG.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org