spot_imgspot_img

Aku Bahagia, Luka Lama Telah Kureguk

Puisi: Kidung Perahu Tiris

Alhamdulillah, Usiaku kini kepala enam
Aku bahagia dalam luka yang lama kureguk
Sejak lima puluh tahun silam, aku dilatih oleh alam barkah
Alam nan fana ini, Nyanyian penderitaan panjang telah kurasakan
Ketika itu, banyak orang senyum padaku, tapi menyakitkan.
Dua nama besar desa saksi bisu, Tanjung Genting, Sungai Batu Gantih
Aku lahir dihilir sungai Tanjung Genting, Merayap diatas penderitaan Panjang , didua tanah negeri kebanggaanku. Aku memang pernah luka, tapi aku bahagia. Akhirnya Kutahu arti perjuangan, bahwa hidup ini kasih sayangnya yang maha segalanya.
Aku memang sakit, tapi aku merdeka berfikir (bebas) diatas karunianya
Aku akhirnya tahu “mana yang buruk dan baik” kerja keras, jujur memang tak mudah, karena syoitan-syoitan dimana-mana dan kapan saja menghadang dan menerjang. Aku jadikan senyum tawa orang yang menyakitkan bathinku (ketika itu) obat yang terampuh untuk bahagia.
Kubangkitkan semangat juangku hingga kini. Ada bukti nyata sebutan Hepeng ditanah batak, memuluskan jalan segalanya. Ternyata itu evoria terbatas, Ia akan ditelan waktu nan tajam. Tidak abadi,….tidak. Hanya bagian alat perjalanan evoria duniawi. Maka balada kehidupan, menyatukan kejahatan, kekuatan dan ilmu dalam kebaikkan.
Hanya orang yang berilmu, yang faham kejahatan tapi tidak menggunakannya untuk kejahatan. Ia mengawinkan dan bersihkan kejahatan menjadi kebaikkan. Jika saudaraku, sahabat dan handaitolan ada yang terluka dalam perjuangan, remas dan hancurkan untuk kebaikkan. Engkau akan bahagia….
Apa yang telah kita nikmati, tak lebih bagian dari evoria (kesenangan) sesaat. Ternyata kekayaan, bukanlah senjata yang paling ampuh. Hanya orang yang berilmu yang lebih bahagia, faham akan arti pemanfaatan kekayaan itu.
Manusia egois, kuat, gagah menguasai harta, Tanpa ilmu Ia membangun jembatan keruntuhan disuatu waktu. Hai saudaraku, sahabat dan handaitolan, mari kita menjadi orang yang pandai bersyukur. Raihlah harapan itu, tanpa melukai pihak manapun. Dan kita wajib bersujud pada yang maha segalanya.
Aku sadar, aku masih dipersimpangan jalan yang kotor. Terus ingatkan aku, karena aku masih kalah melawan syoitan jahanam itu. Aku hanya bisa berusaha membersihkan hati yang kotor, agar aku tahu mana yang hak dan bathil. Aku tak lebih hanya hamba allah yang lemah. Inilah aku (***)

                                                Kota Curup Senin, 14 Juni 2021 Salam Kidung Perahu Tiris, Terus belajar batas akhir hayatku, (Gafar Uyub Depati Intan).

 

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,874PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts