LEBONG, BEO.CO.ID – Badan anggaran (banggar) DPRD mempertanyakan anggaran “buka tutup“ khusus untuk bupati dan wakil bupati Lebong. Pasalnya, anggaran dengan total nilai mencapai miliaran rupiah tersebut justru “dititipkan” hampir diseluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“APBD tahun 2022 ini sedang kami bahas. Tapi saat kami teliti, kami menemukan ada anggaran buka tutup kegiatan khusus untuk bupati dan wakil bupati,” ungkap ketua komisi II sekaligus anggota banggar DPRD Ahmad Lutfi diruang kerjanya, Rabu (17/11).
Dikatakan politisi dari partai Golkar ini, tapi anehnya, anggaran kegiatan buka tutup yang dikhususkan untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut justru terdapat dalam usulan setiap OPD dengan nilai yang bervariatif antara 40 – 50 juta rupiah.
“Kami cek di Rencana Kerja dan Anggaran (RKA – red) mereka (OPD – red), disitu ada anggaran buka tutup dengan nilai yang bervariasi, kalau ditotalkan saya kira nilainya bisa sampai Rp. 1 miliar atau bahkan lebih,” kata Lutfi.
Tidak ingin kecolongan, menurut Lutfi, banggar DPRD telah meminta penjelasan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait dasar penganggaran serta urgensi dana khusus yang disiapkan untuk kepala daerah dan wakilnya ini.
“Kalau versi mereka (TAPD – red) dana buka tutup itu kabarnya untuk honor bupati dan wakil bupati, jadi nanti kalau ada agenda yang dihadiri oleh bupati atau wabub maka mereka bisa dapat honor yang sumbernya dari dana buka tutup tersebut,” beber Lutfi.
Ditengah kondisi keuangan daerah yang tidak stabil seperti saat ini, menurut Lutfi, idealnya pihak eksekutif bisa memilah mana saja kegiatan yang sifatnya prioritas dan mana yang belum prioritas.
“Sebenarnya kami sangat menyayangkan, tapi masalah ini masih dibahas di tingkat banggar. Masalah anggaran ini disahkan atau tidaknya nanti saya belum bisa komentar, mungkin sebaiknya bisa langsung ditanyakan ke pimpinan”, demikian Lutfi. ( Zee )