spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bidang SDA PUPR Gelar Monitoring 8 Paket Proyek

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Arman Yulizal : 8 Proyek Fisik Lebihi Time Schedule

LEBONG, BEO.CO.ID – Bidang Sumber Daya Air (SDA) dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR- Hub) menggelar rapat monitoring 8 paket pekerjaan dengan total nilai mencapai Rp. 9 miliar, tujuan rapat monitoring tersebut dalam rangka mengetahui tingkat pencapaian dan kesesuaian antara rencana yang ditetapkan dan hasil capaian saat dilaksanakan.

“Rapat monitoring ini merupakan agenda rutin kami di bidang SDA dengan melibatkan PPTK kegiatan, konsultan pengawas, pengawas bidang SDA yang bertanggung jawab dilapangan,”ujar kepala dinas PUPR- Hub Joni Prawinata SE. MM melalui Kabid SDA Arman Yulizar, ST kepada bee.co. id, Senin (26/6).

Dikatakan Arman, untuk bidang SDA sudah ada 8 paket proyek yang berjalan dengan total nilai mencapai Rp. 9 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2023.

“Progres fisik rata – rata sudah diatas 5 % ini dan pencapaian ini sudah melebihi dari Time Schedule perencanaan yang ditetapkan”, kata Arman.

Dijelaskannya 8 paket proyek tersebut diantaranya proyek pembangunan irigasi di desa Tik Gemiling kecamatan Uram Jaya, Embong Tiga kecamatan Bingin Kuning, Air Buyuak Atas kecamatan Lebong Selatan, Air Peluwen bawah kecamatan Bingin Kuning. Sementara kegiatan lain berupa proyek pengendali banjir yaitu pembangunan bronjong sungai ketahun kecamatan Amen, sungai Uram Jaya, sungai Tunggang dan sungai Kampung Jawa dikecamatan Lebong Utara.

BACA JUGA :  "Reputasi Bupati Lebong di Pertaruhkan," 3 Desa Uram Jaya Langganan Banjir, Ini Kata BPBD

“Sejauh ini tidak ada kendala di pelaksanaan kegiatan, tapi untuk kegiatan pengendali banjir berupa pembangunan bronjong kami masih harus menunggu karena kawat bronjong yang digunakan adalah pabrikasi”, jelas Arman.

Masih kata Arman, dalam pelaksanaan kegiatan fisik bidang SDA ini pihaknya  akan terus melakukan pengawasan dengan turun langsung ke lokasi kegiatan guna memantau pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan rekanan.

“Monitoring ini secara berkala juga dilakukan untuk memantau progres kegiatan”, kata Arman.

Pengerjaan proyek fisik ini, lanjut Arman,  dilaksanakan selama 180 hari kalender. Diharapkan kepada rekanan proyek dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan waktu yang disepakati dalam kontrak serta mengedepankan mutu pekerjaan.

“Karena tujuan pembangunan jaringan irigasi ini untuk membantu para petani agar lebih mudah mendapatkan pasokan air dalam mengolah lahan sawah,  khusunya dalam pelaksanaan program MT II yang jadi prioritas bupati Lebong Kopli Ansori”, demikian Arman. ( Zee )

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org