spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Kerinci Adirozal, Didemo Kembali Soal Fee Proyek?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Laporan: Yelli Naiti Jurnalis Beo,co.id

KERINCI, BEO.CO.ID-  Untuk sekian kalinya Bupati Kerinci, Dr. H. Adirozal, MSi, di Bukit Tengah, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi, kali ini didemo para LSM dan Masyarakat, demontrasi terdiri dari LSM Semut Merah (20/9/2023) pukul 9 : 30 WIB Sampai Selesai. Demo soal dugaan pungutan uang haram “ fee proyek, 1, 5% ?”

Demi berlangsung dari sekitar pukul/ Jam. 9 : 30 WIB para pendemo dari LSM Semut Merah sudah mengerumuni Kantor Bupati Kerinci di Bukit Tengah, Kerinci, untuk menyampaikan aspirasi rakyat Kerinci yang diduga dizolimi, “Bupati Kerinci” akibat fee pembangunan, dan pekerjaan banyak yang macet/ mangkrak.

Dalam demontrasi LSM Semut Merah yang di ketuai oleh Aldi Nopiandi sebagai Ketua Umum LSM dan Indra Irawan Sebagai Korlap dan di ikuti oleh beberapa LSM dan Media  dalam orasinya LSM Semut Merah menyampaikan tuntutan mereka sebagai berikut.

1. Dugaan penerimaan uang FEE  Senilai 1,5% oleh “Almi Yandri” selaku Kepala UKPBJ melalui panitia lelang (tender) pada setiap paket dan secara leluasa mengatur pemenang tender meskipun over kapasitas pada perusahaan.

2. Dugaan pemaksaan terhadap sebuah perusahaan yang harusnya kalah dalam lelang (prosestender) namun di menangkan walaupun cacat hukum.

3. Dugaan keras Almi Yandri mengelola proses tender tidak professional yang terindikasi KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) yang luar biasa.

Dalam orasi para pendemo meminta agar Bupati Kerinci atau Wakil Bupati Kerinci agar turun menghadapi mereka supaya menjelaskan atas dugaan pungutan FEE senilai 1,5% namun tidak ada satupun yang turun.

Dan para pendemo diminta untuk masuk keruangan aula Bupati Kerinci  dan bertemu dengan Asisten satu (1) Ibuk  Linda, Khalidi Kaban Politik dan Pembangun, Redi kaban Kesbanpol, dan didanpingi oleh Empat (4) orang anggota Polres Kerinci, Empat (4) orang Anggota Satpol PP  Kabupaten Kerinci.

Di hadapan Asisten Satu (1), Kaban Politik dan Pembangunan, para pendemo menyampaikan tuntun mereka, dan minta supaya Almi Yandri dihadirkan, Jawaban dari Asisten Satu (1),Kaban politik dan pembangunan

Mengatakan tidak bisa menghadirkan Almi, karena tidak tahu keberadaannya.

Aldi Nòpiandi, menyampaikan hari ini tiada tanggapan dan penyelesaian  kami akan lanjutkan lagi demo pada Hari Senin, mendatang ungkapnya.

Dari data dan keterangan dihimpun Tim BEO, sejak tahun 2021 sampai sekarang September 2023, demo terhadap Bupati Kerinci, Dr H Adirozal, MSi, sudah puluhan terjadi semuanya dampak dari kebijakan yang diduga dilakukan Bupati merugikan masyarakat Kerinci diberbagai bidang pembangunan, praktik KKN dan fee proyek.

Dan selama tiga tahun Bupati Adirozal, nyaris tidak sekalipun berani menemui pendemo, dan yang dijadikan tameng keselamatan hanya para bawahannya, Asiste 1, Kevangpol, Sekda Kerinci, Inspektur Inspektorat, dan para Asistennya atau yang sanggup pasang dada?.

Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, (Adirozal-Ami Taher) menyembunyikan diri, sampai demo yang terkini, soal fee proyek.

Dan untuk apa lagi, fee dipungut dari berbagai kegiatan pembangunan, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Bupati Kerinci, Dr. H Adirozal, MSi, terkaya ketiga di Propinsi Jambi, dengan Rp. 8,7 Miliyar, sebagaimana ditulis sejumlah media masa Cetak, Online, Televisi dan Radio.

Dan kemarahan masyarakat Kerinci, 10 program unggulannya gagal dituntaskan, dengan sisa masa jabatannya, sampai Maret 2023 sekitar enam bulan lagi.

Dari 10 program unggulannya, yang dituangkan dalam visi dan misinya membangun Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB Berkeadilan), yang sangat crusial, janji membangun Jalan ke Ladang se Kabupaten Kerinci gagal.

Membangun dua RSU dan berobat geratis Gagal, orang Kerinci tiap minggu berobat ke Kota Padang, dan Bukit Tinggi Sumatera Barat,  menyiapkan 10.000,- peluang kerja bagi tenaga kerja gagal, 1000 beasiswa Cerdas tak jelas. Pemekaran Kerinci Hilir gagal total.

Pembangunan infrastruktur jalan Kabupaten, Gedung, Sumber Daya Air (SDA), dan pemeliharaannya bergelimang praktik KKN. Termasuk yang didemo LSM Semut Merah dan gabungan LSM dan masyarkat. Dan pelanggaran Pemilihan Kepala Desa beberapa tahun lalu, dimenangkan pelanggarnya.

Jadi tak ada yang bisa dibanggakan selama menjabat Bupati dua periode?. Dan uniknya Ia masih dielu-elukan oleh pendukungnya dikalangan ASN yang mendapat jabatan di Pemdakab Kerinci.

Dan pendukung setianya dari sebagian masyarakat Kerinci, terutama dari, ‘’tigo luhah tanah sekudung/ Siulak’’

Dari data pendemo yang dimiliki LSM, Mahasiswa, Masyarakat dan para aktivis Hukum dan para Politisi Kerinci, dengan sejumlah tunutan mereka, tak satupun yang ditanggapi serius dan diselesaikan. Dan termasuk, ‘’meredam oknum dedengkot pendemo’’ dari ‘’tigo luhah tanah sekudung’’ Kerinci.

Dan tidak mendapat tanggapan dari aparat penegak hukum, terkecuali tunjangan jabatan DPRD Kerinci soal rumah dinas, yang merugikan Negara miliyaran rupiah.

Yang lainnya berhasil diredamnya?. (BEO.co.id/ Tim/yn).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org