spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Irigasi Siulak Deras – Lubuk Nagodang “Hajar” Longsor, Puluhan Petani Ngadu ke PU Kerinci

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

LAPORAN : M MARHAEN

KERINCI, BEO.CO.ID – Puluhan petani di Kerinci terkhusus petani desa Koto Lebuh Tinggi, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci datangi Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) guna menyampaikan aspirasi serta keluhannya, Senin (29/4) kemarin.

Pasalnya, pasca banjir yang melanda daerah Irigasi (DI) Siulak Deras – Lubuk Nagodang yang menginduk ke Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSSVI) Provinsi Jambi, tertimbun material longsor akibat peristiwa bencana alam dilokasi tersebut.

Berdasarkan informasi dan laporan lapangan, sekitar dua bulan lalu Sungai Tebat Tanai yang mengalir dari Bukit Tengah seberang Desa Lubuk Nagodang terkena dampak banjir dan longsor. Hingga menimbun sebagian irigasi Siulak Deras – Lubuk Nagodang bagian kiri bangunan, akibat peristiwa tersebut aliran air persawahan tidak berjalan normal.

Terdapat material koral dan batu yang menimbun irigasi lebih kurang 2 meter dengan diperkirakan panjang 30 meter antara Desa Lubuk Nagodang dengan Desa Koto Lebuh Tinggi.

Menurut salah satu petani, Alan (50) menyampaikan, bila material batu pasir yang menimbun badan irigasi tidak diangkat dengan alat berat, pihaknya sebagai petani tak mampu menuntaskan hal tersebut dengan gotong royong (manual).

“Sebagian air yang mengalir di dalam badan irigasi bukanlah dari irigasi Siulak Deras – Lubuk Nagodang melainkan air Sungai Tebat Tanai dan kapasitasnya tidak mencukupi untuk petani yang ada di Desa Koto Lebuh Tinggi dan Desa Sungai Pegeh (patakuk),” jelasnya kepada wartawan media ini.

Ditempat terpisah, Reza (60) mengatakan berharap kepada pemerintah untuk segera mengangkat material yang menumpuk pada badan irigasi dan pihaknya meminta kepada BWSS VI untuk segera turun meninjau ke lapangan dalam waktu dekat ini.

“Kami petani padi sangat tergantung dengan aliran air dari irigasi Siulak Deras – Lubuk Nagodang untuk turun bersawah, jika irigasi ini tidak berfungsi tidak hanya terancam gagal panen tapi juga gagal untuk bersawah,” tangkasnya.

Sementara itu, Mukhtar Gani (45) Petugas Pintu Air (PPA) bendungan irigasi Siulak Deras – Lubuk Nagodang dihubungi lewat via WhatsApp menjelaskan itu tanggung jawab Tim Pelaksana Operasional Pemeliharaan (TPOP PUPR Provinsi).

“Saya sebagai penjaga bendungan pintu air telah memberikan laporan secara lisan ke BWSS VI. Dan dana operasional pemeliharaan irigasi sangatlah besar, namun diduga tidak terlaksana sesuai kebutuhan masyarakat dan tanggungjawab PUPR Provinsi bukanlah BWSS VI,” tulisnya (29/4/2024).

Sampai berita ini diturunkan masyarakat (petani) menunggu tindakan dari pemerintah dan titik longsor, pun menurut keterangan masyarakat masih ada di beberapa titik di sepanjang irigasi Siulak Deras – Lubuk Nagodang hingga membuat saluran irigasi bagian kiri tidak mengalirkan normal. (***)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org