spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

JALAN HANCUR DI MANA-MANA KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT KERINCI TERGANGGU?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Laporan : Syafwandi R Brusli

Gafar Uyub Depati Intan dan Suardesi (Kades SBG). Dok

KERINCI, BEO.CO.ID – Hampir lima tahun terakhir Jalan Kabupaten Kerinci, Propinci Jambi, mudah ditemukan hancur dimana-mana tak heran disejumlah link dan titik rawan (wilayah) disektor transportasi kegiatan ekonomi masyarakat terganggu. Karena terganggunya transportasi, akibatnya masyarakat kesulitan percepatan mengeluarkan hasil bumi mereka, “Cassiavera (Kayumanis), Kopi, dan Sayur-mayur.

Dampak ini dirasakan masyarakat Desa Sungai Batu Gantih, Sungai Batu Gantih Hilir, dan 11 desa dimudik terdiri dari Desa Simpang Tutup, Tanjung Genting, Tanjung Genting Mudik, Sungai Gelampeh, (jalur kiri), dan Desa Suko Pangkat, Sungai Betung Hilir, Air Betung, Sungai Betung Mudik dan Dusun Baru Sungai Betung, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Dan disejumlah lokasi (link) jalan lainnya, melintasi 6 Kecamatan di Kerinci Hulu (Mudik), 4 Kecamatan Kerinci Tengah dan 8 Kecamatan di Kerinci Hilir. Jika selama ini, terkonfirmasikan ke Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kerinci, selalu beralasan dengan nada klasik, keterangan aparatnya “tidak ada dana, dana kecil (dana tidak cukup). Belum terdengar solusi (jalan keluar apa) yang harus dilakukan untuk mengatasinya?.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Maya Fevri Handayani, ST dihubungi Wartawan media ini melalui Kepala Bidang Bina Marga (BM), Vidra, ST,MT, 12 Juni 2024 sekitar pukul 11: 58 WIB, tidak berada diruang kerjanya. Namun upaya untuk mendapatkan hak jawab, dan hak memberikan keterangan seluas-luasnya, tentang dana pemeliharaan rutin (PR), “tidak ada dana atau dana kecil / tidak cukup atau penjelasn-penjelasan tentang kendala melakukan pemeliharaan secara rutin, bukan enam bulan sekali. Apa lagi tidak diterapkan?.

Wartawan BEO.co.id liputan Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jambi terus berusaha menemui aparat yang bertanggungjawab yang mengelola dana rutin, 3 Juni 2024 kembali menemui Kabid Bina Marga (BM), Vidra, ST juga tidak ada diruang kerjanya, sampai laporan ini diturunkan Wartawan BEO.co.id, sudah 8 kali menghubungi pihak terkait, baik kepala dinas PUPR Kerinci, maupun Kabid Bina Marga, namun belum berhasil dikonfirmasikan.

Komentar: Kepala Desa Sungai Batu Gantih, Suardesi, S.AP, berpendapat saat Ngopi bersama disebuah Warung depan Kantor Camat Gunung Kerinci di Kelurahan Siulak Deras, Gunung Kerinci mengatakan, “ kunci yang menentukan berhasil tidaknya pembangunan di Kabupaten Kerinci dan menentukan Nasib masyarakat Kerinci merasakan hasil pembangunannya lebih baik, sangat tergantung kebijakan dan keputusan yang diambil dalam menentukan arah pembangunan Kerinci, lima tahun kedepan, dan dikerjakan fokus dan sungguh-sungguh ujar Mantan Wartawan Surat Kabar Mingguan BIDiK INDEPENDENT Bengkulu era tahun 2000-an itu.

Kepala Desa Sungai Batu Gantih, Suardesi, S.AP, yang juga Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Cabang Kabupaten Kerinci, lebih lanjut menjelaskan, “kunci yang menentukan Nasib  pembangunan Kerinci yang akan dating sangat bergantung bagaimana Carakter kepemimpinan Bupati Kerinci kedepan.

Kita lihat siapa, yang terpilih dalam pilkada nanti, akan menentukan pembangunan Kerinci baik hasilnya atau tidak, katanya kepada sejumlah aktivis terbuka dan transparan.

Sebab pengalaman yang sudah-sudah, masyarakat Desa Sungai Batu Gantih, pernah mendukung penuh calon Bupati Kerinci pada Pilkada 2014 silam, “DR.H Adirozal, MSi, (bupati dua periode), kita bentuk Tim Pendukung dan Pemenang, dan kita namakan TIM 12, didirikan 2012, dengan biaya sendiri dan sumbangan masyarakat, dengan harapan jika menang akan mampu membangun Kerinci lebih baik, lebih maju dari pendahulunya?” jelas Suardesi, mengingat kembali harapannya.

Dengan perjuangan keras masyarakat Desa Sungai Batu Gantih mendukung pencalonan DR.H. Adirozal, MSi, (saat itu), ditakdirkan Allah terpilih (menang) dan dilantik.

Lalu apa yang terjadi atas pembangunan Kerinci lima tahun setelah Ia dilantik, “hanyalah mengukir janji palsu” kendati dalam visi dan misinya jelas dan tegas menulis membangun “Kerinci Lebih Baik” popular dengan sebutan KLB. Ternyata hanya pencitraan untuk sebuah sebutan, ujarnya perihatin.

Sehingga Tim 12 yang menjadi “korban Penipuan janji Palsu Adi Rozal” terang mantan Wartawan Liputan Politik, Mingguan Bidik Independent. Saat proses persiapan tim 12 dan menyatakan dukungannya (saat) itu, kita sempat meminta pendapat dan mengundang para tokoh masyarakat Kerinci yang berada diluar daerah (perantau), antara lain, “Gafar Uyub Depati Intan” dan lainnya. Mereka mengatakan “siapapun orangnya, sepanjang untuk membangun Kerinci, guna meningkatkan kesejahteraan rakyat Kerinci, tanpa membeda-bedakan, silakan didukung, demikian kata Gafar Uyub Depati Intan, yang akrab dipanggil “Bang Ayub” itu.

Secara terpisah Bang Ayub diwawancarai di Kota Curup, Bengkulu Minggu, 7 Juli 2024 dikediamannya mengatakan “singkat cerita, Adirozal gagal membangun Kerinci, selama menjabat Bupati Kerinci dua periode (10 tahun). Mulai dari membangun Kerinci Lebih Baik (KLB), lalu pada periode kedua visi dan misinya membangun Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB-Berkeadilan), 2014-2019 dan 2019-2014, berakhir masa jabatannya, 4 Nopember 2023, karena pergantian jabatan oleh PJ Bupati Kerinci Asraf, S.Pt.MSi, yang menjabat saat ini.

Menurut Bang Ayub, masyarakat Kerinci dalam Pilkada tahun ini perlu mengubah cara berfikir, jangan berfikir kerdil “uang-uang atau bahasa Kerincinya Kipeng-kipeng” lihat dan pelajari Sosok bakal calon yang maju bertarung.

Utamakan Sosoknya baik, dan baca rekam jejaknya secara sabar, teliti pada pekerjaan sebelumnya.

Jika ada oknum balonbup Kerinci yang berani bermain uang (politik uang), untuk memenangkan pemilihan, agar terpilih jadi Bupati Kerinci,  hati-hati, Badan Pengawas Pemilihan Umum” (Bawaslu) dan timnya, akan menangkap anda, baik pemberi sogok dan penerimanya, akan ada sangsi Pidananya.

Jika perlu ambil uangnya, “jangan pilih orangnya” bila sudah dibaca rekam jejaknya kurang baik, tandas Bang Ayub.

Kalau dalam Pilkada, semata menghandalkan uang untuk memenangkan pemilihan jelas menciderai, kejujuran, kebenaran dan tidak tertutup kemungkinan akan melahirkan pemimpin (bupati/ kepala daerah) yang Rakus, Korup, dan menerapkan praktik “KKN” (kolusi, Korupsi dan Nepotisme), pemenangnya dalam membangun Kerinci lima tahun kedepan, para koleha, keluarga, dan sponsor dana bupati terpilih.

Yang dikorbankan tetap masyarakat Kerinci yang tinggal dan mengais hidup di bumi Sakti Alam Kerinci, tegas Bang Ayub.

Sudah terbukti 10 tahun Kerinci, dari KLB jilid 1 dan KLB Berkeadilan Jilid II jalan kabupaten dipuluhan link se-kabupaten Kerinci “bak kubangan kerbau” dan pemeliharaannya tidak berjalan sebagaimana mestinya jelas Bang Ayub.

Tidak saja soal pemeliharaan jalan, infrastruktur lainnya seperti Daerah Irigasi (D.I.), sarana pendukung utama Pangan, juga tidak dipelihara secara rutinitas sebagaimana yangdiharapkan para petani, guna mendukung kecukupan debiet air untuk meningkatkan produksi Padi / MT = Musim Tanam. Meningkatnya produksi Padi Kering Giling (PDG), diharapkan bisa mencapai rata-rata 3 ton / hektar, jelas Bang Ayub.

Dan pemeliharaan asset lainnya milik Pemdakab Karinci, seperti Alat berat dikantor PUPR Kerinci di Bukit Tengah, bergelimpangan tidak terawatt, termasuk perawatan gedung/ kantor pemerintahan Pemdakab Kerinci. Kerinci butuh pemimpin yang jujur, berani berkorban untuk rakyat.

Bukan Bupati, yang semata-mata mencari kekayaan pribadi dan membangun ekonomi kelompoknya, bahagia dan tersenyum diatas penderitaan rakyat Kerinci jelas putra asal Kerinci ini, kelahiran Desa Tanjung Genting (Siulak) 67 tahun silam.

Kepala Desa Siulak Tenang Badurami dihubungi Wartawan BEO.co.id dirumahnya 20 Juni 2024 lalu mengatakan kalau masalah jalan Kabupaten Siulak Tenang yang melintasi wilayah Desa Siulak Tenang  yang Ambruk akibat Longsor dan hujan, kami belum cukup dana untuk memperbaikinya terang Badurami, perihatin.

Hasil investigasi lapangan umumnya masyarakat Sungai Betung Mudik maupun Sungai Betung Hilir tidak bisa melewati jalan kabupaten untuk Kepasar Siulak Deras seperti dulunya, Akibat jalan yang berada di sepanjang jalan Memblukar (tidak dilakukan pemeliharaan rutin) oleh pihak Dinas PUPR Kerinci dan jalan hancur dimana-mana, ujarnya.

 Akibatnya Rawan terjadi kecelakaan dan kesulitan untuk dilewati mobil dan Motor.

Jadi kami sekarang kami terpaksa lewat jalan Kayu Aro terang Harun masyarakat Sungai Betung Mudik yang dihubungi dirumahnya bulan Mei 2024 lampau.

Hal senada juka dijelaskan, PIKAL Sekdes Desa Sungai Renah,pada Senin 01 Juli 2024 dirumahnya.

PIKAL menjelaskan kalau masalah jalan kabupaten Sudah diajukan ke Kantor PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) beberapa bulan lalu bersama Kades Sungai Renah terangnya. ( +- ).

Penulis/ Editor : Eluban Rna Intan / Henry Verdian).

Kisah Singkat Jurnalis Gudi Podcast Kemenag Rejang Lebong

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org