spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kamenag Rejang Lebong: Cikal Bakal MIS Kampung Sajat, Kita Perjuangkan

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengantar – Pendidikan dasar berbasiskan Agma, sangat penting dan strategis dalam membuka mata, hati, jiwa dan raga, membuka, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) “Cerdas, beriman dan punya arah yang jelas, dalam hidupnya.”

Maka upaya pendidikan berbasiskan Agama “sangat penting dan strategis” bagi masa depan generasi muda kita calon pemimpin, mulai dari pemimpin tingkat keluarga (kepala rumah tangga), sampai calon pemimpin dinegeri ini, bangsa yang besar Indonesia.

Marilah kita bersikap arif dalam mengembangkan pendidikan, dan jangan sampai kurikulum pelajaran agama dihapuskan didunia pendidikan kita Indonesia.

Dengan meminjam istilah religious dari orang bijak, “Ilmu tanpa agama buta, seperti kata bijak Albert Einstein bahwa ilmu tanpa agama, buta. Hal ini dapat diartikan bahwa orang berilmu tapi tidak punya pedoman agama maka ia akan berjalan tanpa arah.

Sedangkan agama tanpa ilmu, lumpuh artinya bahwa agama tanpa ilmu pengetahuan tidak akan membawa kemajuan peradaban.

Minggu pekan lalu, Tim Pengasuh Catatan yang terbaikan, menyambangi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Lukman, S.Ag MH, diruang kerjanya pekan lalu, menjawab pertanyaan Lukman mengatakan “benar kita berusaha keras mendirikan Cikal bakal Madrasyah Ibtidaiiyah di Desa Kampung Sajat, Kecamatan Bermani Ulu, Rejang Lebong,” ujarnya.

Kendati dalam keadaan sulit, kita bertekad dan berusaha keras merealisasikannya. Cikal bakal MIS Kampung sajat baru dimulai  tahun ajaran 2023/2024 terletak di desa KAMPUNG SAJAT KEC.BERMANI  ULU.

Dengan menggunakan bekas gedung Sekolah Dasar (SD), yang ditinggalkan sudah lebih kurang 25 tahun.

BACA JUGA :  Wartawan & LSM Rejang Lebong Demo, Tolak Revisi UU Penyiaran

Dan gedungnya secara fisik masih layak pakai, kayu-kayunya masih bagus, atapnya bagus. Kita telah koordinasikan dengan Kepala Desa Kampung Sajat, dan Pemdakab Rejang Lebong, melalui dinas terkait, insya allah di izinkan.

Untuk gerakan belajar dan mengajarnya sudah dimulai tahun ajaran ini, 2023/ 2024 dengan tiga (3) orang tenaga pengajarnya. Ditunjuk sebagai Kepala Sekolahnya, Ibu Deni Hariyani, S.Pd, dengan jumlah muridnya 15 (lima belas) orang.

Dan keluarga besar Kementerian Agama Rejang Lebong, (rombongan Ibu Kemenag),  (Ketua Darma Wanita) Oma Aprida, S.Pd, telah mengunjungi calon Gedung MI Kampung Sajat, membersihkan dan mengatur keperluan belajar dan mengajar tahun ajaran 2023/ 2024 ini, jelas Lukman.

Sebagai MI baru didirikan, dengan segala keterbatasan untuk buku-buku bacaan, kita dibantu kawan-kawan di Kemenag sendiri, dan saya pribadi juga membantu buku yang saya punya, seperti buku-buku bekas dari anak saya sekolah, dan saya berharap dukungan dari masyarakat setempat dan sekitarnya secara ikhlas, demi memajukan MIS Kampung Sajat, harapnya.

Dari Tim Catatan yang terabaikan, “pentingnya pendidikan agama dari tingkat dasar, mengingat perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, dan ancaman yang mudah merusak anak-anak, antara lain penggunaan Hp (Hanphone Android) digunakan tidak pada mestinya. Ini peningkatan dan gangguannya sudah kita rasakan saat ini. Betapa repotnya, terhadap anak yang baru kelas dua keatas dan seterusnya, bahkan ada yang belum sekolahpun menggunakannya.

Dan sangat sulit dikontrol, agar tidak mengakses yang tidak pantas dan merusak dayaa fikirnya kearah yang negative.

BACA JUGA :  Wartawan & LSM Rejang Lebong Demo, Tolak Revisi UU Penyiaran

Selain kita sebagai kepala keluarga (ayah-ibu), harus ekstra ketat menjaga dan mengingatkannya, maka perlu ada proses pendidikan berbasis Agma. Dan peran penting dimulai dari dalam rumah kita masing-masing.

Maka pelajaran Agama disetiap sekolah harus ditingkatkan, khusus kurikulum pelajaran Agama, sesuai tingkatannya.

Dari data lapangan yang diperoleh, sudah ratusan anak-anak diusia sekolah terjebak atau dijebak, Ngelem (mengisap lem), bahkan Ganja, Narkotik dan sejenisnya.

Dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa buruknya, putus sekolah, jadi anak nakal (pergaulan bebas) dan lain sebagainya.

Maka pendidikan tingkat dasar Agama, dimulai dari dalam rumah, lingkungan, pengajian, dan Risma (Remaja Islam Masjid), terus ke pendidikan dasar MIS dan SD/ setara, harus kita giatkan, guna minimalisir (memperkecil), kerusakan mental anak-anak (generasi) kita kedepan.

Kita butuh generasi yang Cerdas (berilmu), yang dipagari dengan rasa takut (malu) berbuat kejahatan. Indonesia, sudah 77 tahun merdeka, punya banyak orang berilmu dan jadi pemimpin dinegeri ini, mulai dari jabatan setingkat kades, camat, bupati/ kepala daerah, walikota gubernur dan menteri.

Dan profesi lainnya seperti Hakim, Jaksa, Polisi, TNI dan jabatan strategis lainnya yang mengelola keuangan Negara/ daerah, kenyataannya tidak sedikit yang melakukan praktik KKN yang kental, akhirnya bermuara kebalik terali besai.

Karena kehebatan dan ilmu yang dimilikinya, digunakan melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), karena tanpa dipagari rasa takut dan malu, dengan Agama yang baik, Ia hanya menggunakan akal/fikiran, dengan Nafsu kotornya, mudah melakukan apa yang dimaunya. (***).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org